Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 59


__ADS_3

Tidak beberapa lama akhirnya selesai juga. Tania membantu membantu Angga mengangkat barang-barang nya ke atap.


Karena di atap itu adalah parkir nya jet pribadi nya.


"Kenapa aku merasa tuan pergi yah? Padahal kemarin aku sangat senang sekali." ucap dalam hati.


"Kami pergi dulu yah, kamu hati-hati di sini." ucap Dara memeluk Tania. Setelah itu Dara masuk menoleh ke arah Rendi dan tersenyum.


Dua hari kepergian Angga...


"Huff kenapa aku selalu memikirkan tuan Angga sih? Apa yang terjadi pada ku?" ucap Tania.


Tania masuk ke kamar Angga, mencium bau Angga yang memenuhi ruangan itu membuat nya semakin rindu dan kefikiran.


"Tidak ada yang aku bisa tanya keadaan tuan Angga bagaimana sekarang." batin Tania.


Dia duduk di kasur. "Eh tunggu dulu. Kenapa aku memikirkan tuan Angga sih?" ucap Tania menepis pikiran nya dan langsung berbaring di kasur.


Karena sudah malam hari Tania tertidur di tempat tidur Angga. Tiba-tiba dia bermimpi kalau Angga sudah pulang.


Dia sangat senang sekali dan di mimpi itu mereka tidur bersama menghabis kan malam.


Namun tiba-tiba Tania terbangun di shubuh hari.


"Huff aku mimpi apaan? Ini gak bisa di biarin!" ucap Tania langsung duduk. Namun dia heran karena ada yang memegang pinggang nya.


Dia menoleh ke samping nya dan ternyata benar ada Angga di samping nya.


"Kenapa aku belum sadar dari mimpi ku? Ya Allah ini tidak mungkin. Kenapa aku tidak bisa berhenti memikirkan nya." ucap Tania menepuk-nepuk pipinya.


Eh tunggu dulu deh, seperti nya ini bukan mimpinya melainkan nyata." ucap nya karena sudah menyakiti diri nya agar bisa sadar namun Angga tak kunjung hilang.


Di menyentuh lengan Angga dan benar saja itu adalah nyata.


"Tuan Angga kenapa pulang?" tanya Tania.


"Ini benar-benar tuan Angga kan? Ini bukan siluman kan?" ucap Tania sambil mencubit pipi Angga.


"Sakit.." Ucap Angga menahan tangan Tania.


"Tania sangat kaget. Angga membuka mata nya.


"Kenapa kau tidur di sini? Kenapa juga kau terbangun di jam segini dan mengganggu tidur saya." ucap Angga.

__ADS_1


"Tuan kenapa sangat cepat pulang? Bukan nya tuan harus satu Minggu di sana?" ucap Tania. "Saya baru saja sampai dua jam yang lalu, saya sangat lelah sekali." ucap Angga menarik pinggang Tania lebih dekat lagi kepada nya.


"Jawab Dulu tuan, kenapa tuan sangat cepat pulang dan tidak Mengabari saya." ucap Tania. Angga tidak menjawab. Tania melihat Angga sudah tertidur.


Dia menghela nafas panjang. Namun dia menatap wajah Angga begitu dalamnya dalam.


"Kelihatan nya tuan Angga sangat lelah sekali, tidak pernah Raut wajah nya seperti ini." batin Tania. Tangan nya mengelus rambut Angga dan pada akhirnya dia tertidur.


Dua jam yang lalu Gerwyn baru saja sampai di atas atap rumah nya.


Dara melihat Angga yang berjalan cepat-cepat.


"Tuan Angga kenapa sih? Dia bilang seminggu akan di luar negeri namun baru dua hari dia sudah mau pulang saja sehingga membuat Livy marah-marah." ucap Dara.


Gerwyn bukan ke kamar nya terlebih dahulu melainkan ke kamar nya Tania, namun dia tidak menemukan Tania.


Dia berfikir kalau Tania mengambil kesempatan untuk pulang bertemu teman-teman nya sehingga membuat dia langsung lesu sekali.


Dara melihat wajah Angga yang tiba-tiba sedih dan layu.


"Ada apa tuan?" tanya Dara. Angga menggeleng kan kepala nya.


"Tidak apa-apa. Kamu istirahat saja." ucap Angga sambil masuk ke dalam kamar nya. Namun tiba-tiba di Sangat kaget melihat Tania yang tidur di kasur nya.


Dia menutup pintu dengan cepat agar Dara tidak dapat melihat nya.


Angga memberikan selimut. Dia membuka baju dan dan segera tidur di samping Tania.


Tidak beberapa lama dia langsung tidur sambil menghirup aroma wangi dari Tania.


Keesokan harinya..


Kebetulan hari Minggu dan semua orang libur.


Rumah sangat sepi karena sudah kebiasaan keluar untuk menikmati hari libur.


Mungkin yang tinggal hanya pelayan beberapa saja.


Tania bangun dia merasa sesak nafas. Dan ternyata dia sangat dekat dengan dada Angga.


Dia bergeliat tanpa sadar kalau dia akan membangun kan Angga.


Namun tiba-tiba kaki Tania tidak sengaja menendang Adik Angga.

__ADS_1


"Aarrrghh!!!!" Tania panik. Dia langsung duduk..


"Maaf Tuan." ucap Tania hampir jatuh menahan nya namun langsung jatuh ke lantai.


Dia sangat malu sekali Ketika Angga tertawa.


"Maafin saya Tuan, saya permisi." ucap Tania. "Kamu sudah menendang milik saya, kau tidak akan bertanggung jawab?" ucap Angga.


"Ma-maksud Tuan?" tanya Tania.


Angga melihat wajah panik Tania membuat nya tertawa.


"Saya akan keluar tuan." ucap Tania, dia membuka handle pintu namun ternyata di kunci.


"Kunci nya mana tuan." tanya Tania. Angga membuka selimut dan dan menunjuk ke arah kantong depan nya.


"Di Saku celana saya." ucap Angga.


"Berikan pada saya Tuan." ucap Tania.


"Kalau kau mau, ambil saja!" ucap Angga. Tania menghela nafas panjang.


"Jangan bermain-main Tuan, nanti kalau ada orang yang melihat kita berdua mereka akan Salah paham." ucap Tania.


"Biar saja mereka lihat. Kalau kau masuk sembarangan ke kamar saya bahkan kau tidur di sini tanpa ijin dari saya!" ucap Angga.


"Saya tidak akan tidur di sini kalau saya tau pulang." ucap Tania, Angga tersenyum tipis.


"Badan saya sangat pegal-pegal sekali, seperti nya saya masuk angin, kamu pijat badan saya sekarang." ucap Angga.


"Ta-tapi tuan." Tania gugup.


"Saya tidak akan membuka pintu kalau kau tidak menuruti perintah saya." ucap Angga.


"Saya tidak tidur sama sekali. Itu membuat badan saya sakit." ucap Angga. Tania tidak ada pilihan lain. Dia memutuskan untuk mengurut nya.


"Baiklah Tuan." ucap Tania. Angga tersenyum. Tania mencari minyak urut dan naik ke atas kasur duduk di samping Angga.


"Tuan harus membuka baju dan menukar nya dengan sarung." ucap Tania sambil memberikan sarung.


Tampa segan-segan Angga turun dari kasur dan menukar nya, Tania memalingkan pandangannya. Dan setelah itu Angga duduk melipat kakinya di depan Tania.


"Sudah selesai, kau bisa membuka mata mu." ucap Angga. Tania menghela nafas panjang. Setelah melihat Angga duduk di depan nya dia kaget di dekat leher Angga ada bercak-bercak merah.

__ADS_1


Angga sadar kalau Tania melihat itu. Dan ternyata bukan hanya itu saja di bagian Dada juga ada.


"Tidak perlu melihat nya seperti itu, Kau yang sudah berumah tangga pasti tau lah apa ini." ucap Angga.


__ADS_2