Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 100


__ADS_3

"Sebaiknya kamu kembali bekerja!" ucap Angga. Fani Menghela nafas panjang.


"Baiklah Tuan kalau begitu." ucap Fani. Dia keluar dari ruangan Angga. Semua orang melihat ke arah nya.


"Ada apa dengan kalian semua?" tanya Fani. Mereka tidak menjawab.


"Aku bingung deh pada mereka semua. Dari kemarin kelihatan nya menatap ku dengan tatapan aneh." ucap Fani.


"Ada apa sih orang-orang kok menatap ku seakan takut tapi juga sinis?" tanya Fani pada salah satu teman akrab nya.


"Kamu belum dengar?" tanya Teman nya itu.


"Dengar apa?" tanya Fani masih tetap bingung. "Kamu sama sekali tidak sadar yah? Ada salah satu karyawan memergoki kamu berciuman dengan Tuan Angga." ucap Teman nya itu.


"Apa!!" ucap Fani kaget. "Jujur saja aku kaget sekali mendengar nya. Tapi aku juga penasaran apa benar kamu dengan Tuan Angga mempunyai hubungan? secara kan Tuan Angga memiliki pasangan." ucap teman nya.


"Itu hoax!! Mana mungkin aku memiliki hubungan dengan Tuan Angga! Jangan aneh-aneh deh." ucap Fani.


"Aku sudah menduga nya sih. Mana mungkin kamu memiliki hubungan dengan Tuan Angga." ucap teman nya.


Fani mengangguk. "Kamu harus membersihkan nama baik kamu Fani." ucap Teman nya.


"Kamu benar banget. Aku harus klarifikasi." ucap Fani.


"Ya sudah kalau begitu aku akan membicarakan ini dengan Tuan Angga." ucap Fani.


Dia menyusul Angga Ke ruangan nya.


"Ada apa lagi kamu kembali ke sini?" tanya Angga.


"Saya ingin berbicara dengan Tuan atas kesalah pahaman orang-orang tentang kita." ucap Fani.


"Kesalah pahaman apa?" tanya Angga. Fani duduk di depan Angga.


"Semua Orang di kantor ini berfikir kalau Tuan dengan saya memiliki hubungan yang spesial." ucap Fani. "Maksud kamu?" tanya Angga tetap bingung.


"Jadi maksud saya itu Tuan. Salah satu Staf melihat kita pada saat berdua di ruangan ini. Mereka berfikir kalau kita berciuman dan menyebar kan gosip." ucap Fani.


Angga Menghela nafas panjang.


Mereka langsung mengumumkan kalau mereka tidak memiliki hubungan apapun. Dan si penyebar di Marahin oleh Fani.


Waktu nya istirahat siang.


"Bu kami minta maaf sudah berfikir yang tidak-tidak tentang ibu." ucap para staf meminta maaf.

__ADS_1


"Sudah lupakan saja." ucap Fani.


"Permisi Mbak." Tania baru saja sampai dan melihat Fani.


"Eh Tania.. Kamu baru datang?" ucap Fani.


"Iyah Mbak, biasa nya aku datang jam segini." ucap Tania.


"Ngantar makan siang Tuan Angga!" ucap Fani.. Tania menganguk.


"Kenapa yah mbak? Kenapa kelihatan nya mbak seperti gak enak seperti itu?" tanya Tania. "Humm Tuan Angga sudah pergi dengan Non Livy makan siang di luar." ucap Fani.


"Loh tumben banget Mbak, biasa nya Tuan Angga makan Bekal dari rumah." ucap Tania.


Fani Menggeleng kan kepala nya.


"Tidak mungkin Tuan Angga makan di luar, saya akan meletakkan makanan ini di atas meja nya." ucap Tania.


"Terserah kamu saja." ucap Fani.


"Saya akan mencari makan siang, kamu langsung keruangan nya saja." ucap Fani.. Tania menganguk.


Dia ke ruangan Angga Dan meletakkan bekal itu di atas Meja Angga.


Dia duduk sebentar di sofa menunggu Angga pulang namun tetap saja Angga tak kunjung pulang.


"Ngapain kamu ada di sini?" tanya Livy.


"Saya mengantar kan makan siang untuk Tuan Angga." ucap Tania.


"Kamu sudah makan siang, sebaik nya kamu bawa bekal itu pulang." ucap Livy. Tania menatap Angga yang tidak mengatakan apapun.


Akhirnya Tania membawa Bekal itu pulang.


"Kamu ngapain sih ngikutin aku sampai ke kantor? Aku mau kerja." ucap Angga.


"Aku gak akan mengganggu kamu, lagian aku datang ke sini karena merindukan kamu, aku ingin menghabiskan waktu bersama kamu." ucap Livy.


Angga Menghela nafas panjang. "Kamu bekerja saja, aku tidak akan mengganggu kamu." ucap Livy.


"Kapan kamu akan kembali?" tanya Angga. Livy Menatap Angga dengan tatapan tajam dan wajah yang sangat cemberut.


"Aku baru Saja datang pagi tadi namun kamu sudah bertanya kapan aku pulang." ucap Livy dengan kesal.


"Aku hanya bertanya. Kalau kamu tidak mau menjawab saya tidak akan memaksa untuk menjawab!" ucap Angga. Livy menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Aku sudah mengosongkan jadwal ku beberapa Minggu, bisa jadi sampai Dua bulan. Aku akan menghabiskan waktu ku bersama kamu." ucap Livy.


"Tidak mungkin selama itu!" ucap Angga.


"Kenapa? Apa kamu tidak suka? Apa kamu lebih memilih wanita yang baru di hati kamu?" ucap Livy. Angga menghela nafas panjang.


"Aku memberikan kamu kesempatan karena aku kasihan sama kamu, jadi jangan pernah berharap kalau aku mencintai kamu lagi." ucap Angga.


"Aku tidak perduli! Aku tetap akan terus bersama kamu sampai kamu mencintai aku lagi." ucap Livy.


Angga menghela nafas panjang.


"Seperti nya itu tidak mungkin." ucap Angga. Livy tersenyum dia mendekati Angga.


"Kamu tau Kan kalau kamu meninggalkan aku akibat nya apa!" ucap Livy mengelus pipi Angga. Angga mengawas kan wajah nya dari tangan Livy.


"Sungguh Malang sekali." ucap Livy.


Angga memasang wajah datar nya.


"Sudah lah tidak perlu berfikir yang tidak-tidak, aku akan terus mencintai kamu. Kamu akan mendapatkan apa pun yang kamu inginkan." ucap Livy.


Angga Menghela nafas panjang.


Livy duduk di sofa sambil memerhatikan Angga yang mulai bekerja.


Sementara Tania baru saja sampai di rumah. "Loh bekal nya kok di bawa pulang lagi?" tanya sesama pelayan.


"Tuan Angga sudah makan di luar. Jadi saya membawa nya kembali." ucap Tania.


"Tuan Angga hanya berpura-pura suka pada Masakan kamu, sebenarnya dia tidak suka, kamu di bilangin payah sekali." ucap Bibik yang bekerja memasak di dapur.


Tania hanya diam.


"Lain kali kalau Tuan Angga memuji bukan berarti dia suka. Kamu tidak perlu ambil hati." ucap Bibik.


"Banyak kok pelayan-pelayan nya yang dulu seperti kekasih nya sendiri. Mereka jauh lebih cantik, pendidikan nya sangat bagus dan tentu bisa melakukan apa saja." ucap Bibik.


Tania menunduk kan kepala nya. "Yang di katakan Bibik benar, aku seharusnya tidak ambil hati perhatian dan juga semua perlakuan tuan Angga." batin Tania.


"Ya sudah kamu tidak perlu merenung seperti itu, kamu hanya dua bulan lagi di sini, kamu akan meninggalkan tempat ini." ucap Bibik.


"Kalau begitu saya permisi bik." ucap Tania.


"Jangan lupa menghabis kan makanan itu, mubajir kalau di buang." ucap Bibik.

__ADS_1


Tania menganguk. Dia sadar kalau banyak yang tidak suka pada nya itu sebab nya dia harus banyak Diam.


__ADS_2