
"Saya permisi Tuan." ucap Fani kepada Danil.
"Saya ke sini ingin bertemu kamu, namun saya mendengar jadwal mu cukup padat hari ini." ucap Danil.
Fani menatap Danil.
"Ingin bertemu saya?" tanya Fani.. Danil menganguk.
"Silahkan duduk." ucap Danil.
"Kalau membahas soal pekerjaan sebaiknya ada Tuan Angga juga, kalau masalah pribadi saya rasa tidak ada yang perlu di bicarakan, saya permisi Tuan." ucap Fani langsung pergi karena pekerjaan nya Masih banyak.
Di dalam mobil Angga menatap Tania dengan tatapan tajam. "Saya minta maaf Tuan. Saya tidak enak menolak pak Danil, kebetulan juga saya lapar." ucap Tania.
"Kamu lapar kenapa tidak membeli makanan sendiri?" ucap Angga. "Saya tidak memiliki uang Tuan." ucap Tania karena uang nya yang kemarin sudah dia kirim kepada Bibik Sisi.
"Kenapa kamu tidak meminta kepada saya?" tanya Angga.
"Saya hanya seorang pelayan Tuan, saya sadar diri." ucap Tania. Angga menghela nafas panjang.
"Kamu tau seperti apa cemburu saya melihat kamu tersenyum kepada Danil?" ucap Angga. Tania menatap mata Angga.
"Saya tidak berniat untuk membuat Tuan marah, saya sudah lama menunggu di Loby namun Tuan sangat lama sehingga saya merasa Bosan." ucap Tania.
Angga mengusap kepala nya.
"Apakah ini salah saya?" tanya Angga.. Tania Menggeleng kan kepala nya..
Angga menunduk kan kepala nya memasang wajah Sedih.
"Ini tidak Salah Tuan sama sekali." ucap Tania.
Tania harus membujuk Angga terlebih dahulu agar mereka segera pergi dari sana sebelum ada yang melihat mereka.
"Apa pekerjaan Tuan sudah selesai?" tanya Tania. Angga menganguk.
"Saya merindukan Eki, apakah kita bisa mengunjungi dia?" tanya Angga.
"Tuan serius?" tanya Tania. Angga menganguk.
"Aku juga sudah sangat merindukan Eki." ucap Tania.
Akhirnya mereka menuju ke rumah nya Bibi Sisi.
__ADS_1
Sesampainya di sana Eki di ajak jalan-jalan keluar oleh Angga dan Tania.
"Bagaimana kabar kamu nak? Mamah sangat kangen kamu." ucap Tania tidak berhenti mencium Anak nya setelah di dalam mobil.
Angga yang menyetir Hanya bisa tersenyum.
"Tuan kita mau kemana?" tanya Tania.
"Seperti nya ke tempat bermain anak-anak lebih menarik." ucap Angga.
"Tempat bermain anak-anak?" ucap Tania. Angga mengangguk.
"Sebelum nya saya tidak pernah kesana, saya hanya tau melihat beberapa postingan teman saya yang membawa anak mereka ke sana." ucap Angga.
Tania tersenyum. "Tapi di sana pasti akan sangat ramai Tuan. Saya takut tuan tidak nyaman, di tambah lagi itu adalah tempat bermain anak-anak. Banyak orang yang berisik." ucap Tania.
"Justru di tempat ramai seperti itu bisa membuat pola pikir anak berkembang, dia akan bertemu banyak teman di sana." ucap Angga.
"Tuan Angga semakin hari membuat aku semakin nyaman. Semakin tertarik dan juga dia begitu baik kepada Eki." ucap Tania dalam hati.
Sesampainya di sana Angga membeli tiket masuk untuk tiga orang karena harus di dampingi.
Tania sangat senang sekali bisa membawa Eki ke sini. Dari dulu dia sangat ingin membawa Eki ke Sini namun tempat itu cukup mahal.
Satu jam lebih mereka di sana tidak terasa perut Angga lapar lagi.
"Ada apa tuan?" tanya Tania.
"Perut saya sangat lapar." ucap Angga. "Sebaiknya kita keluar saja." ucap Tania.
"Tapi Eki Masih sangat asik." ucap Angga. Tania melihat Eki yang asyik main sendiri.
"Oh iya saya memiliki roti dan minuman, tuan bisa mengganjal lapar dengan ini." ucap Tania. Angga melihat Roti itu.
"Tangan saya lumayan kotor, kamu bisa menyuapi saya." ucap Angga. Tania menghela nafas panjang. Dia melihat kesekitar nya dan menyuapi Angga.
Angga tersenyum dia menatap wajah Tania sambil duduk di dekat Tania duduk.
"Jangan menatap saya seperti itu Tuan." ucap Tania. "kenapa? Apa kamu salting?" tanya Angga.
"Saya tidak nyaman Tuan." ucap Tania. Angga tersenyum.
"Saya sudah kenyang, kamu habiskan saja sisa nya." ucap Angga.
__ADS_1
"Tapi ini bekas gigitan Tuan." ucap Tania.
"Bukan kah sebelum nya kita sudah bertukar Air liur?" ucap Tania langsung diam.
"Tidak perlu jijik.. Justru itu membuat kamu ketagihan." ucap Angga langsung pergi menyusul Eki yang sudah mulai jauh main nya.
Tania memerhatikan kue itu. "Apa aku perlu memakan nya?" ucap Tania.. Tapi kalau di buang sangat mubajir dia pun memasuk kan ke dalam mulutnya sekali makan.
Sudah selesai dari sana Angga dan Tania makan terlebih dahulu.
Namun baru saja mau Makan Eki malah ketiduran di gendongan Angga.
"Mari saya gendong Tuan. Itu akan mengganggumu tuan makan." ucap Tania.
"Kamu Makan saja, saya tidak ingin karena kelaparan kamu pergi bersama pria lain hanya karena ingin mendapatkan makanan gratis." ucap Angga.
Tania tidak mau Membantah dia memakan makanan nya dengan cepat setelah itu gantian dengan Angga menggendong Eki.
"Ya Allah kenapa aku merasakan ada sosok suami dan Ayah anak ku ada saat bersama Tuan Angga? Aku tidak ingin mudah ambil hati sifat Tuan Angga." ucap Tania.
Angga makan dengan lahap tampa sadar kalau Tania juga ketiduran. Angga Menggeleng kan kepala nya.
"Mamah sama anak nya sama saja." ucap Angga. Diam-diam Angga mengambil Foto mereka dan lanjut Makan.
Di malam hari nya Eki di antar kan pulang oleh Tania dan Angga ke rumah nya.
Di rumah Dara mengira yang datang adalah Tuan Angga Tapi nyatanya bukan. Itu adalah Rendi.
"Rendi kamu sudah pulang?" ucap Dara..Rendi tersenyum. Dara mengikuti nya ke dalam.
"Rendi kamu kenapa malah diam saja sih? Aku sedang marah kenapa kamu tidak mencoba membujuk ku?" tanya Dara.
"Aku capek Dara!" ucap Rendi. Dara membantu Rendi membuka Jas dan kemeja nya.
"Aku minta maaf kalau aku memiliki kesalahan sama kamu. Aku memang sangat egois tidak mengerti keadaan kamu." ucap Dara.
"Aku minta maaf yah sayang, aku mohon jangan marah lagi pada ku." ucap Dara. Rendi menatap wajah Dara dan mengelus rambut nya.
."Aku mau kamu dewasa seperti yang dulu. Kita sudah sama-sama dewasa, Kita juga bertemu setiap hari. Kalau kamu rindu kamu tinggal datang kepada ku, tidak harus keluar." ucap Rendi.
"Baiklah aku mengerti. Maafin aku yah." ucap Dara memeluk Rendi. Rendi tidak membalas pelukan Dara.
"Bagaimana cara aku menjelaskan nya kepada Dara? aku sangat tidak tega." batin Rendi. Namun tiba-tiba ada pengumuman kalau Tuan Angga sudah datang akhirnya mereka keluar dan menyambut Tuan Angga di depan pintu.
__ADS_1