Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 126


__ADS_3

"Tidak perlu membicarakan nya, saya tidak ingin menikah." ucap Angga. "Sayang...." Livy memegang tangan Angga. "Kamu harus rileks jangan marah-marah seperti itu, aku akan membantu kamu rileks." ucap Livy mencoba untuk merayu Angga namun Angga tidak tertarik.


"Rendi!" panggil Angga. Rendi langsung datang.


"Bawa Livy keluar dari ruangan saya! Jangan Sampai dia masuk ke sini lagi." ucap Angga. "Baik Tuan " ucap Rendi.


"Sayang kenapa kamu sangat kejam seperti ini?" ucap Livy.


"Bawa dia keluar dari sini!" ucap Angga.


Angga menghela nafas panjang.


"Hufff dasar Pria jahat!" ucap Livy dengan Kesal.


"Tuan Angga sedang bekerja non, sebaiknya jangan di ganggu dulu." ucap Rendi. "Saya tidak terus mengganggu nya!" ucap Livy.


"Tapi non tau sendiri kan kalau Tuan Angga sedang memiliki banyak masalah." ucap Rendi.


"Aku tidak mau tau, aku hanya ingin dia serius kepada hubungan kami bukan tentang pekerjaan!" ucap Livy.


"Tapi bukan sekarang waktunya Non, saya harap non mengerti dan. jangan membuat Tuan Angga semakin marah." ucap Rendi.


Livy Menghela nafas panjang. Angga di ruangan nya melihat layar ponsel nya.


"Seperti nya aku harus memastikan kalau dia sudah membuka blokiran nomor ku." batin Angga dia langsung menelpon Tania.


Dan ternyata Benar saja Tania sudah membuka blokiran nya dia sangat senang sekali dia tersenyum begitu senang sekali.


Namun panggilan pertama tidak di jawab oleh Tania.


"Kemana kah dia? Kenapa dia sama sekali tidak menjawab nya?" ucap Angga.


"Seperti nya aku harus mencoba lagi." ucap Angga. Mencoba menelpon lagi namun yang jawab bukan Tania melainkan orang lain.


"Halo.. Ini saya teman kerja Tania, dia sedang ada di kamar mandi." ucap Wanita yang menjawab nya.


”kalau sudah kembali beri tahu pada nya agar menelpon saya lagi." ucap Angga.


"Baik Pak." ucap wanita itu dan mematikan handphone.


"Siapa yang nelpon?" tanya Tania pada teman nya.


"gak tau, dia meminta kamu menelpon nya lagi."


Tania melihat ternyata itu adalah Angga.

__ADS_1


"Aku kembali ke ruangan ku dulu yah." ucap Tania, teman kerjanya menganguk.


Tania masuk ke ruangan nya dan menelpon Angga kembali.


Angga yang dari tadi memerhatikan ponsel nya melihat hidup dia langsung menjawab.


"Ha-halo.." ucap Angga dengan sedikit gugup.


"Halo juga." ucap Tania.


"Kamu kenapa memblokirnya nomor saya?" ucap Angga kepada Tania. "Saya minta maaf Tuan." ucap Tania..


"Jangan hanya meminta maaf, saya tidak butuh Maaf kamu." ucap Angga.


Tania terdiam. "Kenapa aku harus marah kepada nya?" ucap Angga dalam hati. "Huff tenang kan Diri mu Angga." ucap nya.


"Apa yang sedang kamu lakukan? Kenapa kamu meninggalkan ponsel mu kepada orang lain?" tanya Angga.


"Saya baru saja dari kamar mandi Tuan, saya meninggal kan handphone saya karena tidak mungkin Saya membawa ke kamar mandi." ucap Tania.


Angga menghela nafas panjang. "Apa kamu sudah Makan?" tanya Angga. Tania menoleh ke arah perut nya.


"Seandainya Tuan tau kalau saya sama sekali tidak berselera untuk makan." batin Tania.


"Saya belum makan, saya ingin kita bertemu restoran tempat kamu kerja!" ucap Angga.


"Seperti nya kamu tidak percaya?" ucap Angga.


"Jangan sampai orang tua tuan tau. Seperti ini saling mendengar kabar masing-masing sudah jauh lebih baik." ucap Tania.


Angga diam. "Tuan mendengar nya kan?" ucap Tania.


"Tania... Saya sangat merindukan kamu.." ucap Angga.


Tania terdiam sejenak. "Apa kamu tidak mendengar nya?" ucap Angga.


"Apa yang harus saya katakan Tuan?" ucap Tania.


"Apa kamu tidak merindukan saya?" ucap Angga. Tania diam.


"Saya ingin bertemu dengan kamu, aaya ingin melihat Eki." ucap Angga dengan nada yang begitu lembut.


"Tidak bisa lagi Tuan, Anggap saja hubungan kita sebelum nya tidak ada." ucap Tania. "Saya tidak mau!" ucap Angga langsung mematikan sambungan telepon.


Tania melihat handphone nya.

__ADS_1


"Tuan Angga kenapa tidak memikirkan keselamatan nya sih? Livy sudah sangat cocok dengan dia." ucap Tania dalam hati.


"Tuan Angga menelpon kamu?" tanya Nada yang baru saja datang ke ruangan Tania.


"Iyah nih Nada, aku bingung harus apa, dia masih ingin kita seperti dulu tapi tidak mungkin." ucap Tania.


Nada duduk di samping Tania.


"Sudah lah jangan terlalu di pikirkan, aku ke sini mau memberikan ini kepada kamu." ucap Nada.


"Apa ini?" tanya Tania. "Ini ada surat untuk kamu." ucap Nada. "Surat apa sih?" ucap Tania. "Baca saja dulu." ucap Nada. Tania membuka nya dia melihat ada nama mantan mertua nya di sana.


Di surat itu dia mengatakan kalau mau mengambil Eki. Tania seketika kaget membaca surat itu.


"Apa-apaan ini maksud nya!" ucap Tania Kesal langsung merobek-robek kertas itu.


"Tidak bisa seenaknya begitu mau mengambil Eki dari aku." ucap Tania. "Keluarga mantan suami kamu memang tidak tau diri deh!" ucap Nada ikut kesal.


Tania langsung menelpon Bibik Sisi memastikan Eki aman.


"Tidak ada yang bisa mengambil Eki dari aku!" ucap Tania. Tiba-tiba ada karyawan masuk.


"Ada apa kamu ke sini?" tanya Nada, tidak beberapa lama Angga datang berjalan dari belakang wanita itu.


Melihat Angga Tania dan Nada kaget. "Tuan Angga kenapa bisa di sini? Bagaimana kalau ada yang melihat?" ucap Tania takut.


"Saya sangat merindukan kamu, saya hanya ingin memeluk kamu." ucap Angga mendekati Tania Tampa mengatakan apapun langsung memeluk Tania.


Nada membawa karyawan nya keluar dari sana.


"Saya sangat merindukan kamu Tania, saya tidak perduli dengan orang lain, saya hanya ingin bersama kamu." ucap Angga.


Tania sangat merindukan pelukan hangat dari Angga, dia mau membalas nya namun dia takut. "Kenapa kamu tidak memeluk saya? apa kamu tidak merindukan saya?" tanya Angga.


"Aku juga merindukan kamu." ucap langsung memeluk Angga, Angga tersenyum.


"Tuan harus segera pergi, jangan sampai ada yang melihat." ucap Tania. Angga menatap wajah Tania.


"Saya tidak perduli apa yang akan terjadi, saya hanya ingin kamu." ucap Angga. Tania menggeleng kan kepala nya. "Sebelum masalah nya Selesai Tuan tidak boleh sembarangan seperti ini!" ucap Tania.


Angga memasang wajah lesu.


"Sebaiknya Tuan pergi. Tuan harus pergi sekarang juga!" ucap Tania mendorong Angga namun Angga menahan tangan Tania. Dia mendorong Tania ke pintu mengunci kedua tangan nya di atas kepala.


."Tuan Apa yang akan Tuan lakukan?" ucap Tania.

__ADS_1


"Jangan memanggilku dengan sebutan itu. Sebutan itu akan membuat saya semakin gila!" ucap Angga kepada Tania menatap nya dengan sangat tajam.


__ADS_2