Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 145


__ADS_3

"Maafin aku yah bik menutupi selama ini?" ucap Tania.


"Sebenarnya Bibik sudah tau kok, Bibik tidak ikut campur." ucap Bibik Sisi.


"Bibik sudah tau?" ucap Tania kaget, Bibik nya menganguk.


"Lalu bagaimana dengan ku? selama ini aku tidak tau kalau kalian pacaran." ucap Aris.


"Huff kamu sudah tau lama, jangan mengganggu suasana deh." ucap Nada kepada Aris.


Tania menatap wajah Angga.


"Orang tua saya sudah merestui hubungan kita. Dan pekerjaan saya sudah selesai." ucap Angga.


"Alhamdulillah kalau begitu." ucap Tania.


"Hanya Alhamdulillah?" ucap Angga. Tania menaikkan alis nya karena bingung sekali.


"Terus aku harus bagaimana? Aku harus melakukan apa?" tanya Tania.


"Aku ingin bersama kamu lebih serius. Dan aku ingin kita resmi berpacaran tidak seperti sebelumnya." ucap Angga.


"Kita sudah memiliki hubungan dari awal, aku tidak pernah menganggap kita pisah." ucap Tania.


"Kamu serius?!" tanya Angga.


Tania menganguk.


"Orang tua ku berpesan agar membawa kamu bertemu dengan mereka." ucap Angga.


"Bertemu orang tua kamu? Aku masih malu." ucap Tania.


"Orang tua ku sudah merestui hubungan kita, kamu tidak perlu takut. Mereka hanya ingin kamu mendekatkan diri kepada mereka." ucap Angga.


"Apa kamu yakin? tanya Tania. Angga menganguk.


"Tidak ada yang perlu kamu khawatir kan lagi." ucap Angga.


"Lalu bagaimana dengan Livy?" tanya Tania.


"saya dengan Livy sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. saya juga sudah bertemu dengan keluarga nya." ucap Angga.


"Apa Livy lepas dari penjara?" tanya Tania.


"Dia harus menjalani hukumannya. Tidak tau bagaimana selanjutnya itu tergantung pembicaraan keluarga nya." ucap Angga.


Livy terdiam. "Kamu tidak perlu khawatir, saya hanya mencintai kamu, tidak akan pernah kembali kepada Livy dengan keadaan apapun." ucap Angga.


Tania Tersenyum.


"Kamu percaya kan sama aku?" tanya Angga. Tania menganguk.


"Tuan belum ada istirahat dari tadi malam. Sebaiknya tuan istirahat saja." ucap Dara.


"Kamu belum istirahat sama sekali?" tanya Tania.

__ADS_1


Angga Menggeleng kan kepala nya.


"Kalau begitu ayo aku antar kan ke kamar, kamu bisa istirahat di sana." ucap Tania.


Angga menganguk. Angga menggendong Eki ke kamar.


Dara mendekati Nada.


"Hayoo kamu sama Aris udah jadian yah." ucap Dara. "Kamu Kepo deh " ucap nada.


Semenjak dari kasus Angga mereka semakin dekat dan akrab sekali.


"Jujur aja deh." ucap Dara.


"Iyah aku sudah jadian dengan dia." ucap Nada kepada Dara.


"Hah??? Kamu serius?" tanya Dara. Nada menganguk.


"Ngapain aku berbohong sama kamu." ucap Nada.


Aris senyum-senyum.


"Humm pantesan saja wajah Aris lebih cerah dari pada biasanya." ucap Dara. Nada tersenyum.


"Kamu bagaimana? Apa sudah menemukan yang baru?" tanya Nada, Dara menggeleng kan kepala nya.


"Untuk sekarang ini aku tidak akan ingin memikirkan itu." ucap Dara.


"Kamu pasti menemukan pria yang lebih baik." ucap Nada. "Amin..."


"Kamu istirahat saja." ucap Tania kepada Angga. Angga berbaring. Eki juga mau ikutan.


"Kita keluar saja nak, biarkan om Angga nya tidur." ucap Tania. Namun Eki tidak mau.


"Tidak apa-apa biar di sini saja." ucap Angga.


"Tapi kamu akan terganggu." ucap Tania. Angga Menggeleng kan kepala nya.


"Enggak Kok, kamu juga berbaring lah di sini menemani saya." ucap Angga.


"Aku?" ucap Tania. Angga mengangguk.


"Tidak apa-apa." ucap Angga. Tania naik ke atas tempat tidur dan berbaring di dekat Eki di samping Angga.


Perlahan Angga mulai menutup mata nya. Tania Terus memerhatikan nya.


"Sangat indah." batin Tania. Setelah beberapa lama akhirnya Angga tidur dengan sangat nyenyak, mungkin dia sudah kelelahan.


Tania mengelus kepala Angga agar lebih nyenyak. Sementara Eki juga ikutan tidur di lengan Angga.


"Seperti nya Eki sudah sangat nyaman bersama Angga." ucap Tania.


Sementara Rendi, Dara dan Fani menyewa villa baru agar bisa istirahat juga karena di villa itu hanya ada empat kamar saja.


Tidak terasa waktu nya makan siang. Nada dan Dara sudah selesai Menata makanan di atas meja.

__ADS_1


Di bantu oleh Mona juga, sementara Bibik sisi di suruh untuk Santai saja.


"Mona kamu bangun kan Fani dan juga teman-teman nya, mbak bangun kan Kak Angga dulu." ucap Tania.


Mona menganguk.


Tania masuk ke kamar menghidupkan lampu. Eki mulai bergeliat dan Angga juga ikut terbangun.


Perlahan membuka mata nya dia melihat Tania duduk di samping nya.


"Ini sudah hampir jam Satu, lebih baik bangun dan makan siang." ucap Tania. Angga menganguk.


Angga bangun dia melihat Eki yang Masih bergeliat membuat nya tersenyum.


"Sangat lucu sekali." ucap Angga sambil mencium pipi Eki.


"Cupp!! Namun tiba-tiba Angga mencium pipi Tania.. Tania terkejut dia menatap Angga. "Apa yang kamu lakukan?" ucap Tania. Angga tersenyum.


"Ayo cuci muka dulu, setelah itu keluar bergabung makan siang sama-sama." ucap Tania.


Tidak beberapa lama mereka semua sudah berkumpul di meja makan yang lebar dan panjang.


"Liburan mendadak seperti ini ternyata jauh lebih menyenangkan yah." ucap Fani.


"Huff senang sih senang, tapi aku tidak membawa baju ganti." ucap Dara.


"Tenang kita bisa membeli pakaian." ucap Fani.


"Aku sedang mengirit, aku ingin membeli rumah baru dan mobil." ucap Dara. "Huff sangat perhitungan sekali." ucap Fani.


"Saya akan mengirim kan uang ke rekening kalian untuk jalan-jalan, jangan mengganggu waktu saya bersama Tania kali ini." ucap Angga.


"Asik nih, Iyah deh Tuan." ucap Dara. Mereka semua tertawa.


"Kamu juga ikut lah dengan mereka Mona, kamu bisa membeli apapun yang kamu suka, sekalian ajak Bibik juga." ucap Angga.


"Angga kamu tidak perlu melakukan itu." ucap Tania.."Sudah tidak apa-apa, untuk apa saya memiliki uang banyak kalau tidak untuk membagikan orang yang saya sayangi." ucap Angga.


Tania jadi sedikit tidak enak. Setelah makan siang mereka semua pergi. Tinggal hanya Tania dan Angga.


"Huff sebenarnya aku ingin pergi dengan mereka, di rumah saja sangat membosankan." ucap Tania karena tidak ada Eki.


"Kata siapa kita di rumah saja?" ucap Angga sambil berjalan ke arah Tania.


"Aku mau ngajak kamu ke sini." ucap Angga menunjuk kan gambar yang ada di tab nya. "Tempat ini tidak jauh dari sini, cukup romantis." ucap Angga.


"Hummm ."


"Kamu tidak perlu ragu seperti itu, mumpung kita di sini, kita harus memanfaatkan waktu dengan baik." ucap Angga.


"Kita berdua saja?" tanya Tania. Angga menganguk.


"Kita harus menikmati masa berdua kita." ucap Angga.


"Kenapa kelihatan nya kamu keberatan sih?" tanya Angga. Tania menggeleng kan kepala nya.

__ADS_1


"Bukan seperti itu." ucap Tania.


__ADS_2