
"Kenapa kamu marah-marah seperti itu Angga?" tanya Danil yang baru saja datang. Angga melihat Danil.
"Siapa yang mengijinkan mu masuk?" ucap Angga.
"Sejak Kapan ada peraturan yang melarang aku masuk ke sini?" ucap Danil. Angga diam.
"Kelihatan nya kau seperti memiliki Masalah? Kenapa? Apa karena masalah pekerjaan?" tanya Danil. Angga menghela nafas.
"Sebaiknya kau pergi dari sini, aku tidak ada urusan dengan mu lagi!" ucap Angga.
"Kenapa kau begitu emosi sekali?" ucap Danil. "Security!!!" panggil Angga. "Tidak perlu memanggil security, aku bisa keluar sendiri." ucap Danil.
"Jangan membuat kesabaran ku habis!" ucap Angga.
"Kamu harus lebih memikirkan keputusan mu memilih untuk memutuskan kerja sama dengan ku. Aku belum menandatangani surat itu." ucap Danil.
"Sudah berapa kali aku katakan kalau aku ingin hidup dengan tenang, aku tidak ingin ikut campur lagi dengan pekerjaan yang ilegal." ucap Angga.
"Kamu harus tau kalau bukan karena pekerjaan ini kamu tidak akan bisa seperti ini." ucap Danil.
"Sebaiknya kamu pergi, Jangan kembali dan jangan berharap ku akan kembali bekerja sama karena kamu hanya bisa membodohi semua anggota-anggota mu!"' ucap Angga.
Cukup banyak perdebatan mereka, Danil menyerah akhirnya dia memilih untuk pergi.
Angga menghela nafas panjang.
Hari ini Angga benar-benar tidak menikmati hari-hari nya. Dia sama sekali tidak bersemangat. Perjalanan pulang ke rumah dia melihat Simpang ke arah rumah Tania.
Dia melihat ke kiri kanan, melihat situasi dan ternyata sudah ada orang yang memantaunya dari jauh. Dia menghela nafas panjang.
"Kenapa ada saja ujian ketika aku sudah mulai mencintai wanita lagi." ucap Angga.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah.
"Sayang.... Akhirnya kamu pulang juga.." ucap Livy mau memeluk Angga namun Angga melewati nya begitu saja. "Sayang kenapa kamu melewati aku? aku sangat merindukan kamu." ucap Livy.
Angga tidak perduli dia pergi ke lantai atas. Livy melihat ke semua orang yang terlihat meledeknya.
__ADS_1
"Apa kalian lihat-lihat? Mau meledek saya?" ucap Livy kesal.
"Sayang tungguin aku." Livy mengejar Angga.
Angga meletakkan handphone dan semua peralatan di atas Meja. Tiba-tiba Livy masuk. "Kamu pasti sangat lelah kan, aku suapin air mandi yah? Atau aku bantu pijitin?" ucap Livy.
Dia mendekati Angga membantu membuka kemeja Angga namun Angga menahan tangan Livy.
"Saya lelah, saya mohon kamu pergi saja." ucap Angga. "Aku bantuin kamu. Kebetulan aku juga belum mandi." ucap Livy.
"Sebaiknya kamu pergi, pergi saja keluar." ucap Angga. Dia mendorong Livy keluar. Livy sangat kesal Angga menutup pintu dan menguncinya.
"Hufff...." Dia duduk di sofa. Biasanya tiap pulang bekerja dia pasti melihat Tania menunggu nya di depan rumah, dia juga pasti menyiapkan semua kebutuhan Angga.
"Aku tidak bisa berhenti memikirkan dia, aku sudah terjebak oleh cinta ini." batin Angga.
"Huff sudah lah tidak ada gunanya aku memikirkan seperti ini, aku harus cari tau apakah keadaan dia baik-baik saja." ucap Angga.
Dia meminta Dimas dan Riski mencari tau apa Tania kembali oe rumah nya dengan Selamat. setelah itu dia langsung mandi namun setelah selesai mandi dia melihat Kabar dari Dimas kalau Tania tidak kembali ke rumah.
"Tidak pulang? lalu Kemana dia?" ucap Angga. Angga meminta Dimas mencari tau di mana Tania.
"Tania kamu di mana? Kenapa kamu tiba-tiba menghilang seperti ini." ucap Angga.
Dia segera memasang pakaian nya. Angga mau mencari Tania kemana. "Tuan mau kemana?" tanya Dara menahan Angga yang keluar dari kamar terburu-buru.
"Saya mau mencari Tania, dia tidak kembali ke rumah, dia juga tidak ada di Butik Nada." ucap Angga. "Tapi Tuan. Tuan tau sendiri kalau Tuan selalu di mata-matai." ucap Dara.
Angga terdiam. "Tuan minta orang lain mencari nya." ucap Dara. "Sudah, tetapi tidak ada yang bisa menemukan nya." ucap Angga.
"Tunggu sebentar yah Tuan, saya akan menelpon nya." ucap Dara. namun tidak bisa di telpon juga. "Kalau seperti ini tidak akan bisa di temukan Tuan. Sebaiknya Tuan melacak lokasi handphone yang Tuan berikan." ucap Dara.
"Kamu benar banget, saya baru mengingat akan hal itu." ucap Angga.
Setelah di lacak ternyata di sebuah hotel yang begitu jauh.
"Kenapa dia ada di sana?" ucap Angga khawatir.
__ADS_1
"Aku yakin Tania lagi sedih tuan, tapi dia tidak ingin orang lain tau itu sebabnya dia menyendiri seperti itu." ucap Dara.
"Saya harus menemui dia." ucap Angga.
"Tidak bisa Tuan." ucap Dara. Angga menghela nafas panjang.
"Saya tidak ingin dia berfikir yang tidak-tidak, saya mohon bantuan kamu Dara." ucap Angga. Dara yang juga khawatir akhirnya memutar otak agar dia bisa mencari jalan bagaimana Angga bisa menemui Tania.
"Bagaimana kalau seperti ini saja Tuan." ucap Dara membisik kan cara nya. mereka setuju.
Dara berpura-pura pergi membawa mobil Angga. Menyamar menjadi Angga, sementara Angga yang sebenarnya keluar lewat Pintu belakang menggunakan mobil yang sangat jarang di pakai dan milik Dara yang juga jarang di pakai agar tidak ada yang mengenali nya.
Misi berhasil, Angga keluar tanpa di buntuti oleh siapapun. Dia bernafas lega, dia segera ke lokasi Tania, namun tiba-tiba mobil yang dia pakai mogok.
Karena sangat buru-buru minyak nya habis, dia kebetulan di jalanan yang sangat sepi.
"Sialan! Kenapa harus habis minyak sih?" ucap nya kesal. Dia mencari tumpangan atau pertolongan. Namun tidak satu pun mobil yang lewat.
Beberapa menit kemudian dia melihat mobil yang lewat.
Angga menghentikan nya.
"Kenapa mobil nya pak?" tanya Pria yang menyetir. Dan mereka sama-sama terkejut karena itu adalah Aris.
"Tuan Angga.." ucap Aris langsung turun. "Huff kalau tau itu kamu, saya tidak akan memberhentikan." ucap Angga. "Ada apa dengan mobil Tuan?" tanya Aris.
"Habis minyak." ucap Angga. "Tunggu sebentar, kebetulan ada beberapa liter minyak di mobil. Cukup untuk pom minyak." ucap Aris di langsung mengisinya.
"Sudah selesai, bapak mau kemana?" tanya Aris.
"Jangan banyak tanya! Berapa minyak Nya?" ucap Angga.
"Tidak perlu Tuan, saya ikhlas kok." ucap Aris. "Ambil saja ini." ucap Angga memasukkan kedalam kantong nya.
"Saya mengucapkan terimakasih, kalau mungkin tidak ada yang lewat saya tidak tau harus bagaimana." ucap Angga.
"Kenapa Tuan membawa mobil ini? Dan Tuan mau kemana?" tanya Aris. "Saya mau menghampiri Tania. Cerita nya panjang." ucap Angga.
__ADS_1
"Oohh mau menghampiri Tania, tapi kenapa ke arah sana?" ucap Aris.