Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 172


__ADS_3

Angga menghela nafas panjang karena telpon nya tidak kunjung di jawab oleh Tania.


"Permisi Tuan Angga." ucap Rendi masuk.


"Silahkan masuk." ucap Angga.. Rendi masuk.


"Ada apa dengan Tuan? kenapa kelihatan nya Tuan sedang memikirkan sesuatu?" tanya Rendi.


"Tania menghilang begitu saja, dia tidak membalas pesan atau menjawab telepon dari saya." ucap Angga.


"Kenapa tidak Tuan datangi saja ke tempat bekerja nya, tuan tau sendiri kalau Tania sangat jarang membuka Ponsel nya." ucap Rendi.


"Saya tidak bisa meninggal kan pekerjaan saya." ucap Angga. "Kalau begitu saya akan melihat keadaan Tania ke Butik sekarang." ucap Rendi.


Angga menggeleng kan kepala nya. "Tidak perlu! Dia pasti akan marah kalau tau kamu ke sana. Dia meminta agar saya tidak mengganggu nya terlebih dahulu." ucap Angga.


"Baiklah kalau begitu Tuan." ucap Rendi.. Rendi permisi keluar.


"Huff aku pikir kisah percintaan ku adalah yang paling rumit, ternyata percintaan Tuan Angga jauh lebih rumit." ucap Rendi.


Rendi melihat Dara yang datang ke kantor. "Dara, kenapa kamu bisa di sini?" tanya Rendi.


"Tuan Angga ketinggalan ini, aku mau mengantar kan ke ruangan nya." ucap Dara.


"Saya akan mengantarkan nya." ucap Rendi. Dara Menghela nafas lega.


"Huff untung saja tidak terlambat." ucap Dara. Dia duduk karena dia sudah sangat lelah terburu-buru dari rumah.


"Nih di minum dulu." ucap Rendi memberikan minuman botol kepada Dara. Dara mengambil dan meminum nya.


"Kamu tidak bekerja? Kenapa kamu malah duduk di sini." ucap Dara. "Ini sudah jam istirahat makan siang." ucap Rendi.


"Oohhh, ya udah kalau begitu aku pulang dulu." ucap Dara.


"apa kamu tidak ingin Makan siang? aku akan mentraktir kamu, sudah lama aku tidak makan bareng kamu." ucap Rendi sedikit canggung.


"Aku akan makan di rumah saja." ucap Dara. Rendi menghela nafas. "Sekali ini saja." ucap Rendi. Dara akhirnya mau.


Mereka keluar bersama dari restoran.

__ADS_1


"Dara.. Rendi.. Mereka mau kemana? kelihatan nya mereka sudah baikan, bagus deh kalau begitu." ucap Fani.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah makan..


"Dara aku ingin membahas../ kita lagi Makan, sebaiknya jangan membahas hal yang lain atau berbicara." ucap Dara.


Rendi terdiam. Tidak beberapa lama akhirnya selesai Makan.


"Aku sudah melupakan tentang masa lalu yang dulu. Aku sudah tidak mau mengingat nya lagi." ucap Dara.


"Kita selalu bertemu, sebaik nya kita berteman baik saja agar tidak ada salah paham lagi." ucap Dara.


"Baiklah kalau itu yang kamu mau. Aku juga ingin meminta maaf lagi kepada kamu." ucap Rendi.


"Aku sudah memaafkan nya kok." ucap Dara.


"Sekarang kita berteman?" tanya Rendi..Dara menganguk.


"Aku berharap kita tidak lagi Marahan, kamu jangan mengabaikan aku lagi." ucap Rendi.


Dara tersenyum.


"Aku tidak bisa lama-lama di sini, aku harus pula." ucap Dara.. Rendi menginyakan dan mengijinkan Dara pulang.


"Berteman dengan kamu sudah cukup untuk ku, walaupun sebenarnya aku tidak bisa melupakan cinta ku kepada kamu, tapi berhubung baik dengan kamu sudah jauh lebih baik." batin Dara di perjalanan pulang.


Di rumah Bibik Sisi.


"Assalamualaikum..." Tiba-tiba ada yang datang mengetuk pintu rumah di saat Tania dan Eki menonton TV di ruang tamu.


"Walaikumsalam.." ucap Tania. sambil berjalan ke arah pintu dan membukanya.


"Ibu.. Ayah.." ucap Tania kaget melihat mantan Mertua nya di depan pintu rumah.


"Kamu sama sekali tidak mau menepati kata-kata kamu! Kami sudah memberikan waktu satu hari namun kamu tidak kunjung mengantarkan Eki.. Sekarang kami akan datang menjemput nya." ucap Mantan Mertua nya.


"Bu aku mohon Bu, jangan ambil Eki dari ku." ucap Tania.


"Tidak bisa! Dia adalah pewaris dan penerus keluarga kami." ucap mantan mertua nya.

__ADS_1


"Tidak ada yang bisa mengambil Eki begitu saja dari kami!" ucap Bibik sisi yang baru saja pulang.


"Siapa kamu? Kamu jangan ikut campur, karena kamu hanya mantan pembantu." ucap mantan mertua Tania.


"Saya yang merawat Tania setelah di tinggal oleh anak Ibu dan Bapak..Saya juga yang mengurus dia waktu hamil, dan setelah dia melahirkan saya juga yang membantu mengurus Eki. Dan sekarang kalian mau mengambil Eki begitu saja. Tidak bisa!" ucap Bibik Sisi.


"Eki adalah cucu kami, darah daging kami, masa depan nya sudah sangat jelas.. Kalau dengan kalian tinggal di rumah kecil seperti ini akan membuat Eki menderita." ucap Mantan Mertua nya.


"Di tambah lagi Tania adalah ibu yang tidak baik. Dia rela menjual diri nya kepada pria muda yang kaya Demi uang, itu akan berpengaruh buruk kepada Eki." ucap mantan mertua nya.


"Ibu tidak ada bukti berbicara seperti itu!" ucap Bibik Sisi..


"Tidak ada bukti? Kurang bukti apa lagi? Semua berita sudah menjelaskan kalau Tania memiliki hubungan dengan Angga dan mereka mau menikah." ucap mantan mertua nya.


"Tapi Tania tidak pernah menjual diri nya." ucap Bibik Sisi.


"Logika saja Bik, mana mungkin pria sesempurna Angga mencintai wanita janda, yang jelek, memiliki latar belakang yang tidak bagus dan juga pekerjaan yang tidak baik." ucap mantan mertua nya.


Tania yang mendengar perkataan mantan mertua nya itu sangat sakit hati. namun dia hanya bisa berlindung menangis di belakang Bibik sisi sambil menggendong Eki.


"Berikan Eki kepada kami." ucap mantan mertua nya.


"Tidak Bu, aku tidak akan membiarkan Eki berpisah dengan ku, dia adalah anak ku," ucap Tania.


"Ambil Cucu saya." ucap nya kepada bodyguard yang sudah di siapkan oleh mereka.. Namun Bibik Sisi langsung menghalangi.


"Ini adalah rumah saya jangan membuat keributan di sini." ucap Bibik sisi.


"Jangan ikut campur kalau Bibik tidak mau terluka!" ancam mereka.


"Saya tidak akan pernah membiarkan Eki berpisah dengan Tania walaupun saya harus mati." ucap Bibik sisi.


"Jangan menjadi pahlawan Bik, menyingkir lah." namun Bibik sisi tidak mau.


"Ayah kandung Eki saja tidak perduli kepada anak nya, tiba-tiba kalian mau mengambil nya Tampa persetujuan, kalian bisa kami laporkan." ucap Bibik Sisi.


"Ini atas persetujuan Malvin!" ucap mantan Mamah Mertua Tania, menyebut nama mantan suami Tania.


"Kalau ini benar atas persetujuan atau perintah dari dia, suruh dia ke Sini menjemput anak nya langsung." ucap Bibik sisi.

__ADS_1


"Tidak bisa! Dia lagi ada dua luar negeri." ucap mantan mertua Tania.


"Kalau begitu, jangan berharap kalian bisa membawa Eki pergi." ucap Bibik sisi. mendorong dan mengusir mereka segera menutup pintu.


__ADS_2