Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 58


__ADS_3

"Kita adalah wanita yang kuat." ucap Tania. Dara menganguk sambil tersenyum.


Tania pun berjalan meninggalkannya balkon. Dia mengetuk pintu kamar Angga terlebih dahulu dan setelah itu masuk.


"Kenapa kau sangat lama datang?" tanya Angga.


"Saya minta maaf Tuan." ucap Tania.


"Tidak ada kata-kata lain Selain minta maaf!" ucap Angga kesal. Tania diam


Angga melihat Tania menunduk membuat nya sedikit merasa bersalah.


"Besok Saya akan ke luar negeri, tolong siapkan pakaian saya." ucap Angga. "Baik Tuan." ucap Tania langsung. Angga melihat Tania.


"Kau tidak ingin tau saya berapa lama atau ngapain ke sana?" tanya Angga. Tania menatap Angga dengan tatapan bingung.


"Saya sudah mendengar Tuan akan satu Minggu di negara kekasih tuan." ucap Tiara. "Kau pasti sangat senang karena bisa bebas dan kau akan bertemu dengan pria tadi." ucap Angga.


Tania menaikkan alis nya bingung.


"Pria mana Tuan?" tanya Tania.


"Kamu tidak perlu berpura-pura tidak tau!" ucap Angga.


Tania berusaha berfikir keras apa yang di maksud oleh Tuan nya itu.


"Sudah lupakan saja!" ucap Angga. Tania menghela nafas panjang dia segera menarik koper dan membuka Lemari Tuan nya.


Angga memerhatikan Tania. Tiba-tiba Tania menoleh ke arah Angga, dia langsung gugup dan memalingkan pandangannya.


"Tuan apa saya juga harus memasukkan Jas ini?" tanya Tania.


Angga menggeleng kan kepala nya. "Saya tidak memiliki acara apa-apa di sana, cukup masukkan kemeja saja." ucap Angga.


Tania menganguk.


Setelah beberapa lama semua nya selesai. "Semua sudah selesai tuan, saya permisi dulu." ucap Tania.


"Tunggu dulu." tahan Angga.


"Ada apa Tuan?" tanya Tania. "Selama saya di sana kau akan di awasi oleh Rendi jadi kau tidak akan bisa macem-macem." ucap Angga. Tania Menghela nafas panjang.


"Saya tidak akan melakukan apapun yang di larang oleh tuan." ucap Tania. "Bagus kalau begitu." ucap Angga.


"Apa ada yang lain lagi tuan? Kalau begitu saya permisi." ucap Tania. Angga hendak menahan nya namun bingung mau mengatakan apa lagi.


"Aku ingin dia di sini, aku ingin melihat wajah nya sebelum aku berangkat ke luar negeri Besok." ucap Angga dengan nada yang sangat berat sekali.

__ADS_1


Tania keluar dari kamar Angga. Namun tiba-tiba Angga mengejar nya.


"Kemana wanita itu?" tanya Angga.


Dia melihat ke ke kamar namun tidak ada orang di sana.


"Apa dia pergi menjahit?" ucap Ucap Angga.


Dia berjalan ke arah Ruangan menjahit. "Tuan Angga! Tuan mau kemana?" tanya Rendi. Angga menatap Rendi.


"Ini sudah malam kenapa kamu berada di lantai ini?" Dan kau dari arah kamar Dara." ucap Angga. Rendi sangat gugup namun berusaha untuk biasa saja.


"Jawab! Kau dari mana?" tanya Angga.


"Saya ke sini memeriksa keamanan lantai ini." ucap Rendi.


"Kalau kau macem-macem kepada Dara saya akan menjadi lawan mu." ucap Angga.


Rendi menganguk. "Kalau begitu kau keluar!" ucap Angga.


Rendi akhirnya keluar meninggalkan Angga yang sangat menakutkan sekali bagi nya.


Angga melihat pintu ruangan menjahit sedikit.


Dia membuka dan masuk. "Tuan Angga! Kenapa tuan di sini?" tanya Tania.


"Maksud saya Tuan harus istirahat agar penerbangan besok berjalan lancar." ucap Tania.


"Tidak perlu hiraukan saya! Saya hanya ingin melihat ini, kau lanjut lah menjahit." ucap Angga. Tania pun kembali fokus menjahit.


Tidak beberapa lama kemudian Mata Tania sudah mengantuk dia sangat lelah sekali. "Sebaiknya aku istirahat saja dulu." ucap nya sambil melihat ke arah jam dinding.


Dia baru ingat kalau tadi ada Angga, namun dia tidak mendengar suara nya lagi. Tania menoleh ke sofa yang di belakang nya.


"Ya ampun tuan, kenapa harus tidur di sini?" ucap Tania. Dia merapikan semua meja nya.


"Tuan! Tuan! Bangun Tuan." ucap Tania. Namun Angga sama sekali tidak mendengar nya.


"Tuan pindah ke kamar." ucap Tania.


Angga bergeliat namun menarik tangan Tania.


"Aaaa!!" Tania kaget. Angga mengangkat badan Tania dengan gampang ke sofa dan memeluk nya.


Tania syok, dia kaget.


"Apa-apaan ini? Dia pikir aku bantal guling nya?" ucap Tania dalam hati.

__ADS_1


"Huff." dia mau melepaskan tangan Angga namun Angga memeluk nya begitu erat.


"Jangan pergi saya mohon." ucap Angga tepat ditelinga Tania. Sehingga membuat Tania langsung terdiam.


Tidak beberapa lama akhirnya Tania pasrah. Dia tidur di pelukan Angga.


Ruangan yang terasa sangat dingin tadi namun sekarang terasa sangat hangat sekali.


Keesokan harinya...


"Tuan Angga kemana?" ucap Dara kaget melihat Angga tidak ditempat tidur nya. Dia melihat ke kamar Tania namun mereka sama-sama tidak ada.


"Sayang kamu lihat Tuan Angga bangun gak?" tanya Dara pada Rendi. Rendi Menggeleng kan kepala nya.


"Bisa jadi lagi mandi atau bersantai di. balkon." ucap Rendi.


"Tidak ada, Tania juga tidak ada di kamar nya." ucap Dara.


"Terakhir kali aku melihat Tuan Angga dia mau ke ruangan menjahit. Coba di cek ke sana." ucap Rendi.


Dara menganguk. Dara membuka pintu dan sangat kaget melihat Angga dengan Tania tidur di sofa yang sama.


Angga memeluk Tania yang terlihat kecil di pelukan nya.


"Oh tuhan apa yang kulihat ini?" ucap nya Heran.


Angga membuka mata nya melihat Dara, Dara mau berbicara namun Angga Menggeleng kan kepala nya memberikan isyarat agar tidak berisik.


Dara menghela nafas panjang. Angga meminta nya untuk keluar. Dara menginyakan dan meninggalkan Angga di sofa.


Tania bergeliat. Dia perlahan membuka mata nya dan menoleh ke wajah Angga. Angga juga menatap nya. Tania bukan nya terkejut dia tidak Kuat dengan tatapan Angga dan menyembunyikan wajahnya di dada Angga.


"Sampai kapan kamu akan memperbantal tangan saya?" ucap Angga. Tania langsung berdiri.


"Maafin saya tuan. Saya juga ketiduran tadi malam karena tuan..." Tania tidak berani berbicara dan dia sangat gugup sekali.


"Kalau begitu saya akan menyiapkan pakaian tuan." ucap Tania. Angga menganguk. Setelah Tania keluar dia Senyum-senyum sendiri.


"Huff sepanjang malam justru dia tidak tidak ingin melepas Saya." ucap Angga.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai juga. Tania membantu membantu Angga mengangkat barang-barang nya ke atap.


Karena di atap itu adalah parkir nya jet pribadi nya.


"Kenapa aku merasa tuan pergi yah? Padahal kemarin aku sangat senang sekali." ucap dalam hati.


"Kami pergi dulu yah, kamu hati-hati di sini." ucap Dara memeluk Tania. Setelah itu Dara masuk menoleh ke arah Rendi dan tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2