Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 102


__ADS_3

"Berani-beraninya Dia keluar tanpa ijin dari saya! Tumben-tumbenan sekali Fani dengan Tania keluar." batin Angga.


Dia menunggu satu jam di ruang tamu namun tak kunjung datang. Dia menelpon nomor Fani namun tak juga di jawab.


"Sialan!!" Dia sangat marah. Dia mau ke kamar nya namun dia kaget karena Tania datang dengan keadaan yang sangat kacau sekali.


Tania melihat Angga. Dia tertawa.


"Tuan menunggu saya?" ucap Tania dengan suara yang sangat berat, tatapan nya tidak begitu baik, serta kelihatan tidak bertenaga.


"Kamu dari mana saja? Lihat ini sudah jam berapa! Jangan mentang-mentang saya memberikan kamu kebebasan kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau!" ucap Angga marah.


"Tuan jangan marah-marah!! Aku yang seharusnya marah karena Tuan memilih pergi dengan wanita lain." ucap Tania. Angga bingung.


"Apa yang kamu maksud!" ucap Angga. Tania menggeleng kan kepala nya.


"Tidak ada tuan. Sebaiknya aku Pergi ke kamar." ucap Tania. Namun Angga tiba-tiba menarik tangan Tania agar tidak pergi.


"Ada apa dengan mu?" tanya Angga. Namun Tania hilang keseimbangan dia terjatuh kepada Angga.


"Bau Alkohol! Dia baru selesai minum?" ucap Angga.


Tania sudah tidak sadar. Angga memutuskan untuk membawa nya ke kamar.


Sampai di kamar Tania dia membaringkan nya di tempat tidur.


Angga membuka sepatu Tania. "Lepaskan aku, aku tidak mau.." Ucap Tania sambil menendang Angga. Angga menghela nafas panjang.


"Huff kalau kamu tidak mabuk saya akan menghukum kamu!" ucap Angga. Dia mengambil Air untuk membersihkan wajah dan juga badan Tania.


Dia membersihkan wajah Tania terlebih dahulu. Dia menatap nya dengan seksama. Tiba-tiba Tania membuka mata nya.


"Kenapa Tuan di sini? Pergi! Aku tidak mau bersama Tuan!" ucap Tania. Angga menenangkan Tania.


"Saya akan menemani kamu, saya merindukan kamu, ijinkan saya di sini." ucap Angga.


Tania menggeleng kan kepala nya. "Tuan sebaiknya pergi dari sini sebelum ada yang melihat." ucap Tania. Angga tetap tidak mau namun Tania memaksa nya terus menerus.


"Kamu marah saya bersama Livy?" tanya Angga.

__ADS_1


"Iyah aku marah, aku cemburu, aku tidak suka ketika dia mengandeng tangan tau , aku tidak suka ketika dia berusaha untuk Terus di samping Tuan. Aku cemburu." ucap Tania.


Angga tersenyum.


"Tuan hanya membodohi ku, aku sangat mudah di bohongi oleh tuan. Sebenarnya Tuan tidak memiliki perasaan kan sama ku?" ucap Tania.


"Cuppp!!!! Tania terdiam ketika mendapat ciuman dadakan dari Angga si bagian bibir.


"Saya tidak pernah berbohong kepada kamu tentang perasaan saya." ucap Angga. "Saya mencintai kamu. Jangan pernah berfikir kalau saya hanya mempermainkan kamu!" ucap Angga.


Tania Menatap Mata Angga.


"Lalu bagaimana dengan non Livy? Apakah Tuan juga mencintai nya? Tuan sudah baikan dengan Non Livy." ucap Tania.


"Sssttt!!!! Jangan membahas tentang itu lagi. Kamu masih mabuk." ucap Angga. "Aku tidak mabuk!" ucap Tania. Angga menghela nafas panjang.


"Sebaiknya kamu tidur dan istirahat." ucap Angga.


"Tuan mau ngapain?" tanya Tania pada Angga yang naik ke kasur di samping Tania. "Saya akan tidur di sini." ucap Angga.


"Bagaimana kalau ada yang lihat Tuan? saya tidak ingin di buly, saya juga tidak ingin di tuduh yang tidak-tidak." ucap Tania.


Tania menghela nafas panjang. Dia juga sebenarnya sudah sangat mengantuk sekali. Dia memutuskan untuk tidur juga di pelukan Angga.


Di kamar Rendi dia duduk di kasur sambil melihat handphone nya. Dia mengirim kan pesan kepada Dara untuk mengajak nya jalan-jalan besok karena itu yang sering mereka lakukan di hari libur namun tak kunjung ada balasan.


"Apa Dara benar-benar marah kepada ku? Apa benar kalau aku sangat jahat kepada nya? Kenapa aku jadi seperti ini sih." ucap nya kepada diri sendiri.


Setelah beberapa lama dia sibuk dengan pikirannya dia tertidur.


Keesokan harinya...


"Hoammmm!!!" Tania bangun untuk sholat shubuh. Dia kaget karena Angga di samping nya dia mencoba mengingat apa yang terjadi tadi malam setelah mengingat dia menutup wajahnya dengan telapak tangan nya.


"Mampus lah aku, jangan sampai Tuan Angga marah." batin Tania.


Dia bergerak perlahan untuk turun ke kasur. Namun ternyata tangan Angga di Perut Tania. Ketika Tania menjauh dia menarik nya ke arah nya dan memeluk nya semakin erat.


Tania Menghela nafas panjang. "Bagaimana ini? Jangan sampai Tuan Angga bangun." ucap Tania.

__ADS_1


Dia duduk terlebih dahulu namun Kepalanya terasa sangat sakit.


"Kamu sudah bangun? ini baru saja. jam lima pagi." ucap Angga. "Saya mau sholat shubuh Tuan." ucap Tania mau melepaskan tangan Angga.


Namun Angga terus menahan Tania. "Sebentar lagi." ucap Angga. "Nanti keburu waktu nya habis Tuan." ucap Tania, akhirnya Angga melepaskan pelukan nya.


Angga memerhatikan Tania sholat sampai selesai.


"Sebaiknya Tuan kembali ke kamar Tuan. Bagaimana kalau ada yang melihat Tuan di sini?" ucap Tania.


"Kamu mengusir saya dari rumah saya sendiri?" tanya Angga.


"Baiklah kalau begitu saya akan keluar." ucap Tania. Angga menahan Tania menutup pintu agar Tania tidak keluar.


"Saya harus menyiapkan pakaian Tuan. Saya juga harus membersihkan beberapa ruangan. Pekerjaan saya belum selesai." ucap Tania.


"Ini hari libur." ucap Angga. "Tapi hari ini Tuan dengan Non Livy ke rumah orang tua Tuan kan?" ucap Tania. Angga menganguk.


"Tapi itu Siang nanti." ucap Angga.


"Saya akan menyiapkan nya sekarang, karena saya dengan Dara mau jalan-jalan bersama Eki." ucap Tania.


"Tuan tidak boleh melarang saya karena ini adalah hari libur, tuan juga tidak di rumah." ucap Tania. "Saya tidak melarang kamu, Tapi Dara demam tinggi dia tidak akan bisa pergi." ucap Angga.


"Demam tinggi? bagaimana bisa." ucap Tania. Angga menggeleng kan kepala nya. "Saya tidak tau!" ucap Angga.


"Kalau begitu saya akan pulang menemui anak saya." ucap Tania.


Angga menghela nafas panjang.


"Bisa tidak kalau kamu tidak perlu pergi sebelum saya pergi, saya ingin bersama kamu." ucap Angga.


"Sudah ada non Livy. Jadi untuk apa saya di sini?" ucap Tania. Angga menghela nafas panjang.


"Saya ingin sarapan dengan Masakan kamu." ucap Angga langsung tidak ingin membahas tentang Livy.


"Saya tidak akan pernah masak lagi Tuan. Tuan sebenarnya tidak suka dengan makanan yang saya masak, tidak perlu berpura-pura suka seperti itu." ucap Tania.


Angga menatap Tania. Dia memegang tangan Tania.

__ADS_1


"Kamu harus tau kalau kemarin saya tidak bisa memakan makanan yang di luar. lidah saya sudah candu dengan Masakan kamu." ucap Angga.


__ADS_2