
"Saya sudah lebih baik sekarang." ucap Angga. Dara dan Fani melihat Angga sehat seperti biasa membuat mereka semua Heran.
"Ayo kita segera berangkat." ucap Angga pada Fani. Mereka mereka berdua bertatapan namun Fani langsung mengikuti Angga turun ke bawah.
Di bawah Angga melihat Tania.
Angga mau ijin kepada Eki dan Tania namun Fani dan bodyguard lain nya ada di belakang nya.
Dia mau melewatkan mereka begitu saja namun tiba-tiba Tania menahan nya.
"apakah Tuan yakin mau pergi?" tanya Tania. Angga menatap wajah Tania.
"Yahh saya akan pergi." jawab Angga. "Saya mengkhawatirkan keadaan tuan, ini ada Minuman vitamin yang bisa menambah kekuatan tubuh." ucap Tania.
Angga melihat nya. "Terimakasih." ucap Angga mengambil nya dan langsung pergi.
"Tuan Angga kenapa tiba-tiba jadi sangat dingin seperti biasa nya yah? Padahal tadi dia sudah berbicara dengan baik kepada ku." batin Tania.
Di dalam mobil Angga mengirimkan pesan kepada Tania dengan cepat.
Kebetulan handphone Tania di Saku nya dan Masih hidup.
"Pesan dari pak Angga." ucap Tania dia membuka nya.
"Maafkan saya tidak bisa berbicara banyak dengan kamu Atau meminta ijin." ucap Angga di pesan. Tania melihat sekitar nya banyak orang membuat nya mengerti..
"Baiklah Tuan, saya mengerti. Semoga sakit Tuan tidak Kambuh dan segera lah kembali." isi pesan Tania berhasil membuat Angga tersenyum.
Dara yang melihat Angga senyum-senyum membuat nya kebingungan.
"Tuan Angga sedang melihat apa?" tanya Dara. Angga Menggeleng kan kepala nya.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di perusahaan.
"Kalau Tuan tidak bisa bertemu orang saya akan meminta perusahaan di kosong kan untuk sementara." ucap Dara. Angga menggeleng kan kepala nya.
"Saya yakin saya bisa." ucap Angga. Dara dan Fani hanya diam dan percaya.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai, Dara Membuka kan pintu untuk Angga.
Dan semua orang kaget melihat Angga turun dari dalam mobil dengan tatapan tegas, tidak Pucat, dan sangat percaya diri tidak ada Rasa Takut.
__ADS_1
"Selamat pagi semua nya.." Sapa Angga.
"Pagi Tuan.." jawab mereka semua dengan sangat kompak.
Dara dan juga Fani hanya bisa heran namun ikut bahagia juga karena Bos mereka tidak ada rasa takut untuk menghadapi Danil nanti nya.
Dua jam sudah menunggu Danil..
"Permisi Tuan Pak Danil sudah datang." ucap Fani.
"Minta dia menunggu di Loby." ucap Angga. Fani menganguk.
Namun sudah satu jam tuan Angga tak kunjung turun. Dara dan Fani yang menemani Pak Danil kurang enak.
"Di mana Angga? kenapa dia tak kunjung turun?" tanya pak Danil yang memiliki wajah galak namun Tampan, Berumur 32 tahun namun belum menikah.
"Saya di sini!" ucap Angga yang baru saja datang. Danil menatap Angga.
"Perjanjian kita dia jam yang lalu, namun anda sudah membuat saya menunggu dua Jam. Anda menunggu hanya satu jam sudah memarahi anggota saya!" ucap Angga sambil duduk di depan Danil.
"Saya mau langsung membahas tujuan saya ke sini." ucap Danil. "Ya lanjut kan!" ucap Angga.
"Anda Yang memulai semuanya ini. Anda berusaha untuk menipu saya!" ucap Angga. Danil terdiam sejenak.
"Saya sudah tau selama ini namun saya hanya menunggu tanggal mainnya." ucap Angga. "Saya sudah rugi banyak karena kau, kau harus mengganti rugi semua kerugian." ucap Danil.
Angga tertawa menatap Angga.
"Bisnis tetap lah bisnis, bersaing secara sehat adalah jalan paling benar, namun anda curang dan sekarang meminta ganti rugi kepada saya? Saya tidak lah bodoh." ucap Angga.
"Baiklah kalau begitu mau mu, saya akan membongkar semua kebusukan mu di depan publik." ucap Danil.
Angga tersenyum. "Kebusukan apa? Justru kebusukan anda yang akan saya bongkar sudah berani berselingkuh dengan Tunangan saya!" ucap Angga.
Danil langsung terdiam. "Anda sudah banyak membuang waktu saya. Sebaiknya Anda keluar dari sini." ucap Angga.
"Saya belum selesai berbicara." ucap Danil. "Apa yang harus di bicarakan?" tanya Angga.
"Kau akan menyesal sudah menghentikan kerja sama dengan ku, karena kalau bukan karena saya, kau tidak akan bisa seperti ini." ucap Danil.
"Saya sudah mendapatkan banyak keuntungan dari anda, untuk apa lagi saya bekerja sama dengan anda." ucap Angga.. Danil terlihat sangat emosi sekali.
__ADS_1
"Pastikan dia keluar dari perusahaan ini!" ucap Angga pada pengawal nya.
"Baik Tuan." jawab mereka bersama.
"Kau akan merangkak meminta pertolongan kepada ku Angga! Kau akan menyesal." ucap Danil.
"Sebaiknya Bapak Keluar, jangan mengganggu yang bekerja." ucap Dara. Sementara Fani mengikuti Angga ke ruangan nya.
"Fani minta laporan dari perusahaan Danil." ucap Angga. "Baik Tuan." ucap Fani, dia mengambil map besar tiga dan memberikan nya pada Angga.
Di siang hari nya Angga meminta semua anggota nya berkumpul.
"Kalian sudah tau saya mengumpulkan kalian semua di sini karena apa bukan?" ucap Angga. Semua nya menganguk mengerti. Namun tiba-tiba handphone Angga berbunyi ada pesan masuk.
Awalnya dia mengabaikan namun setelah melihat itu dari Tania dia langsung membuka nya.
"Tunggu sebentar." ucap Angga.
"Apakah Tuan sudah Makan? Jangan lupa untuk minum obat dan juga kalau lemas usahakan untuk Istirahat." isi pesan Tania yang membuat Angga hilang fokus.
Dia berusaha menyembunyikan senyuman nya. Semua orang melihat wajah Angga yang tadi nya galak dan dingin tiba-tiba jadi berseri.
"Baiklah mari kita lanjut." ucap Angga. Namun ada pesan lagi.
"Kenapa Tuan tidak membalas nya? Saya takut tuan kenapa-kenapa." ucap Tania. "Saya tidak berselera untuk Makan, saya sedang bekerja jangan mengganggu saya!" ucap Angga mematikan ponsel ponsel nya.
"Saya mengumpulkan Kalian semua di sini karena saya akan berhenti bekerja sama dengan Danil. Saya akan meninggalkan Bisnis ilegal." ucap Angga.
Tidak semua orang tau namun sebagian sudah tau.
"Terserah kalian mau ikut saya atau tidak. Dan kalau kalian masih ingin ikut bisnis itu dan memiliki banyak uang saya akan mengirim kan kalian ke pada Danil." ucap Angga.
Semua orang Terdiam.
"Saya tidak akan menahan kalian semua." ucap Angga.
"Kamu akan selalu bersama Tuan." ucap Rendi. Semua mengikuti Rendi. Angga tersenyum.
"Saya tidak akan mengurangi Gaji, atau tunjangan apa pun kepada anggota saya." ucap Angga. Karena walaupun dia keluar dari bisnis itu dia sudah memiliki banyak kekayaan, bisnis dan juga perusahaan yang benar-benar besar.
"Bagaimana dengan kalian berdua? Kalau kalian ingin ikut dengan Danil saya akan membawa kalian ke sana." ucap Angga pada Dara dan Fani.
__ADS_1