Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 146


__ADS_3

"Hummm ."


"Kamu tidak perlu ragu seperti itu, mumpung kita di sini, kita harus memanfaatkan waktu dengan baik." ucap Angga.


"Kita berdua saja?" tanya Tania. Angga menganguk.


"Kita harus menikmati masa berdua kita." ucap Angga.


"Kenapa kelihatan nya kamu keberatan sih?" tanya Angga. Tania menggeleng kan kepala nya.


"Bukan seperti itu." ucap Tania.


Angga mendekati Tania tiba-tiba Tania menahan nya.


"Kamu jangan aneh-aneh yah, kita di sini tidak sendirian." ucap Tania.


Angga melihat ke sekeliling. "Tidak ada siapapun di sini." ucap Angga. Dia terus mendekati Tania sampai mentok ke dinding.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Tania di Saat Angga mulai mendekati Bibir nya.


"Ini benar-benar sangat tidak nyaman, bagaimana kalau ada orang yang melihat?" tanya Tania.


"Siapa yang akan melihat? Tidak ada yang akan melihat itu." ucap Angga.


"Aku mohon hentikan. Aku tidak mau melakukan hal yang tidak-tidak." ucap Tania.


"Saya sudah sangat merindukan kamu, apa kamu tidak merindukan saya?" tanya Angga. "Tapi tidak harus seperti ini." ucap Tania.


"Kenapa? Apa kamu tidak suka?" tanya Angga. Tania semakin menghindar karena Angga tidak kunjung pergi dari depan nya.


"Permisi..."' tiba-tiba ada yang masuk ke ruangan itu untuk membersihkan ruangan.


"Saya mau merapikan dan membersihkan tempat ini." ucap wanita dan pria yang baru saja datang.


"Akhirnya ada juga yang datang." ucap Tania dalam hati.


Dia berlari ke kamar meninggalkan Angga.


"Kalian mengganggu saja!" ucap Angga marah kepada tukang bersih-bersih itu.


Mereka hanya bisa saling tatap dan melakukan pekerjaan nya.


Angga masuk ke kamar. Namun ternyata Tania sedang sholat.


"Angga apa yang sedang kau pikir kan?" ucap nya kepada diri sendiri, perlahan dia pergi meninggalkan Tania sholat.


Setelah selesai sholat baru mereka pergi ke tempat yang sudah di bicarakan tadi.


"Soal tadi saya minta maaf yah." ucap Angga kepada Tania. Tania menoleh ke arah Angga.


"Sudah lupakan saja, perlu di bahas lagi." ucap Tania.

__ADS_1


Angga tersenyum.


Sudah beberapa hari mereka di sana waktu nya kembali ke kota.


Tepat di jam delapan malam mereka sampai.


"Kamu dan juga Bibik sisi ikut ke rumah tuan Angga aja yah. Kasihan Eki sama Mona kelihatan sangat capek." ucap Dara kepada Tania.


Tania menoleh ke arah Angga.


"Sudah ayo ikut saja." ucap Fani membujuk Tania.


"Ya udah deh, aku mau." ucap Tania karena tidak tega melihat anak dan Adik nya.


Setelah beberapa lama akhirnya sampai juga di rumah Angga.


Eki dari tadi di gendongan Angga.


"Kamu mau membawa Eki kemana? Kami tidur di kamar Tamu di lantai bawah saja." ucap Tania.


"Saya akan membawa Eki ke kamar saya, kalau kamu mau tidur di kamar Tamu tidur saja di sana." ucap Angga. "Tapi Eki akan nangis kalau tidak tidur dengan ku." ucap Tania.


"Kalau begitu ayo ikut dengan saya tidur di kamar saya." ucap Angga. Tania memukul lengan Angga karena berbicara seperti itu di depan banyak orang.


"Sebaiknya Eki tidur dengan aku Saja, kamu istirahat saja ke kamar kamu." ucap Tania.


"Untuk apa kamu malu-malu dan segan di sini?" ucap Angga.


"Kamu ngomong apa Sih!" ucap Tania.


"Apa yang kamu katakan?" ucap Tania semakin malam.


"Jadi kapan tuan akan menikahi Tania?" tanya Dara.


Angga menatap Tania. "Saya bisa kapan saja, semua nya tergantung pada Tania." ucap Angga.


Tania malu-malu, dia memilih untuk masuk ke kamar saja.


Angga tersenyum. "Tuan serius mau menikah dengan Tania?" tanya Bibik Sisi.


"Iyahh bik, kami sudah pacaran cukup lama, saya juga mencintai Tania." ucap Angga.


"Tuan tau sendiri Tania memiliki anak, dia janda dan mempunyai Adik. Dia bukan orang kaya." ucap Bibik Sisi.


"Aku tau kok Bibik mengkhawatirkan Tania, tapi say benar-benar tulus mencintai Tania dan ingin lebih serius kepada Tania." ucap Angga.


Bibik Sisi terdiam sejenak.


"Bibik boleh ragu, tapi aku akan membuktikan nya kepada Bibik." ucap Angga. "Aku hanya ingin restu dari Bibik. Aku ingin Bibik percaya kepada ku." ucap Angga.


Di pagi hari nya... "Selamat pagi..." Angga menyusul Eki yang sedang di ajak main-main oleh Mona dan juga Dara di balkon.

__ADS_1


"Tania mana?" tanya Angga.


"Lagi siap-siap berangkat bekerja kak." jawab Mona.


"Langsung bekerja? kita baru saja sampai." ucap Angga. Mona Menggeleng kan kepala nya karena tidak tau.


Angga turun kelantai bawah.


"Kenapa kamu langsung bekerja?" tanya Angga kepada Tania..


Tania menoleh ke arah Angga.


"Jas yang di pesan sebelum nya belum selesai, aku harus menyelesaikan itu baru bisa istirahat ." ucap Tania.


"Saya anterin kamu." ucap Angga. "Kamu istirahat saja, aku bisa minta tolong kepada supir kamu." ucap Tania.


Angga menggeleng kan kepala nya. "Dengan saya saja." ucap Angga. Tania tidak bisa menolak akhirnya dia pergi dengan Angga.


"Setelah kamu pulang bekerja saya ingin membawa kamu bertemu orang tua saya." ucap Angga. Tania Menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak mau, aku belum siap." ucap Angga. "


"Kenapa belum siap?" tanya Angga. "Pokoknya aku tidak mau " ucap Tania.


Angga tersenyum melihat wajah Tania yang kelihatan sangat panik dan takut.


"Sudah tidak apa-apa, ini waktu nya untuk kita berdua memberitahu hubungan kita kepada mereka." ucap Angga.


"Setelah itu saya juga ingin mengundang kamu berjiarah ke makam Lidya dan juga almarhum Mamah kandung saya." ucap Angga.


"Aku rasa, aku tidak pantas untuk ikut. Tidak perlu mengajak ku." ucap Tania.


"Kenapa? Apa yang membuat kamu merasa tidak pantas?" tanya Angga.


Tania menggeleng kan kepala nya.. Angga tiba-tiba Mengelus kepala Tania.


"Tidak ada penolakan. Kamu harus ikut kata-kata saya." ucap Angga.. Tania hanya diam.


Sesampainya di butik Angga mengantarkan Tania ke ruangan menjahit nya.


"Sampai di sini saja,.kamu pulang dan istirahat." ucap Tania.


"Apa kamu yakin mengusir saya pergi?" tanya Angga.


"Kamu harus istirahat, aku juga harus bekerja." ucap Tania. Angga mencium pipi Tania tiba-tiba.


"Baiklah-baiklah kalau begitu saya akan pergi. Kabari saya kalau kamu sudah selesai." ucap Angga. Tania menganguk, Angga akhirnya pergi.


Tania memegang pipi nya. Dia senyum-senyum sendiri.


"Ekhem-Ekhem!!! aku melihat nya." ucap Nada yang sengaja lewat. Tania jadi malu sendiri. Dia pun masuk dan mulai memegang kain bahan.

__ADS_1


Angga di perjalanan pulang kefikiran Eki..


"Sebaiknya aku membeli buah dulu." ucap Angga.


__ADS_2