Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 88


__ADS_3

Tania merasa masakan nya juga enak, dia suka masak. Makanan yang dia Masak karena orang tua nya sangat pintar memasak.


Angga makan begitu lahap, dia benar-benar menghabiskan semua nya sampai dia kekenyangan.


Tania menatap Angga yang bersandar.


"Kamu bisa membuat badan saya yang sangat atletis ini menjadi gemuk." ucap Angga. Tania tersenyum.


"Kamu semakin cantik kalau tersenyum seperti itu." ucap Angga.


Angga menarik rahang Tania dengan lembut agar menatap nya.


Angga mau mencium pipi Tania namun di halangi oleh Tania. Angga menatap Tania.


"Jangan melakukan itu Tuan, kita sedang di perusahaan, kalau ada yang melihat bagaimana?" ucap Tania.


Angga Menghela nafas panjang. Dia melepaskan Tania.


"Kamu hanya memikirkan orang lain tanpa memikirkan Perasaan saya." ucap Angga.


"Bukan seperti itu Tuan." ucap Tania. Angga sudah memasang wajah kesal. Tania menatap Angga. "Saya tidak bisa lama-lama di sini Tuan, saya harus kembali." ucap Tania.


Tiba-tiba Angga menahan tangan Tania. "Kamu tidak boleh pulang. Temanin saya di sini." ucap Angga.


Tania menggeleng kan kepala nya.


"Saya tidak enak pada yang lain Tuan." ucap Tania.


"Saya adalah Bos kamu, kamu harus menuruti perintah saya!" ucap Angga. Tania diam.


"Apa kamu mendengar kata-kata saya?" tanya Angga.


"Baiklah Tuan saya akan di sini." ucap Tania. Angga tersenyum.


Dia memainkan rambut Tania yang begitu lembut. Dia juga mencium aroma rambut Tania.


"Apa kamu Menganti shampo? Biasa nya bau nya bukan seperti ini!" ucap Angga. "Shampo yang ada di kamar mandi dan selalu di sediakan itu adalah Milik tunangan Tuan, saya tidak suka." ucap Tania.


Angga menatap Tania. "Saya sangat suka dengan Wangi itu, bukan karena itu khas bau almarhum tunangan saya, tapi itu pilihan saya sabun wanita." ucap Angga.


"Pilihan Tuan? Apa semua orang yang tinggal di rumah itu memakai sabun yang sama?" tanya Tania, Angga menggeleng kan kepala nya.

__ADS_1


"Hanya kamu saja." ucap Angga. "Tunggu dulu!" Dia duduk berjarak dengan Angga.


"Jangan bilang Tuan sudah menyiapkan itu lama? Tuan merencanakan itu bukan?" ucap Tania. Angga diam dan tersenyum.


"Sudah lah tidak perlu membahas itu, kamu tidak akan paham." ucap Angga. Tania berdiri. "Sebaiknya Tuan jujur kepada saya!" ucap Tania.


Angga menarik Tania dan duduk di pangkuan nya yang membuat Tania terkejut. "Tidak ada niat jahat saya kepada kamu." ucap Angga.


"Tidak mungkin! Sudah sangat jelas kalau tuan ingin membalas dendam karena Mata yang saya pakai adalah mata almarhum tunangan Tuan." ucap Tania.


Angga menggeleng kan kepala nya. "Saya mengatakan itu agar kamu takut dan menuruti keinginan saya." ucap Angga. Tania mau berdiri karena kesal namun Angga menahan nya.


"Kamu mau kemana?" tanya Angga. "Lepaskan saya Tuan, saya mau pulang." ucap Tania.


"Kamu tidak akan bisa pergi kalau saya tidak memberikan ijin. Jangan menjadi pelayan banyak bantah!" ucap Angga.


Angga mencium lengan Tania dan semakin mencintai ke atas bagian Leher Tania.


Tania mulai menikmati sentuhan Angga.


Angga membaringkan Tania di sofa. "Saya mohon tuan jangan lakukan itu." ucap Tania. Namun Angga sama sekali tidak perduli dia memberikan sentuhan lembut, ciuman yang membuat Tania ketagihan dan tidak bisa menolak.


Angga mencium bibir Tania. Tania yang sudah berpengalaman tentu nya bisa membalas Angga dengan baik.


"Aaarrrhh..." Dia kesal meletakkan kening nya di kening Tania.


Tania tersenyum melihat wajah Angga. "Sebaiknya Tuan Membuka nya, mungkin itu adalah karyawan Tuan." ucap Tania.


Angga Menghela nafas panjang. Dia merapikan Baju Tania dan merapikan pakaian nya, begitu juga dengan rambut nya.


"Sebaiknya saya menunggu Tuan di luar." ucap Tania.


"Kamu bisa pulang asal nanti malam kamu menemani saya tidur." ucap Angga.


Tania menggeleng kan kepala nya.


Angga menghela nafas panjang.


"Kalau begitu Kamu harus menunggu saya sampai saya selesai bekerja." ucap Angga.


Angga membuka pintu ternyata itu adalah Fani dan juga Rendi.

__ADS_1


"Permisi Tuan ini data-data yang harus Tuan periksa dari Pak Danil." ucap Fani. Angga mengambil nya.


"Loh Tania kamu Masih disini?" tanya Fani.


"Iyah mbak. Saya mau keluar dulu." ucap Tania.


Dia menunggu di lobby perusahaan itu, tiba-tiba wanita yang tadi mau mengantar kan makanan Angga datang menghampiri nya.


"Kamu pelayan baru Tuan Angga yah?" tanya wanita itu. Tania menoleh ke kiri-kanan.


"Anda bertanya kepada saya?"' tanya Tania.


"Ya iyalah siapa lagi? Jangan berpura-pura tidak tau!" ucap wanita itu.


"Iyah saya baru bekerja dengan Tuan Angga tiga bulan lebih." ucap Tania. "Ternyata sudah cukup lama yah." ucap wanita itu. Tania tersenyum sambil mengangguk.


"Oh iya kamu harus menjaga jarak dengan Tuan Angga karena kamu tau sendiri kalau dia sudah memiliki pasangan. walaupun tidak di publish tapi orang yang bersama nya setiap hari pasti tau." ucap wanita itu.


"Iyah Saya tau itu mbak, saya hanya sekedar Bekerja dengan Tuan Angga. Tidak ada yang lain." ucap Tania.


"Yakin hanya berteman saja? Tuan terkenal dengan banyak meniduri wanita. Dia bahkan tidak jarang membawa wanita baru ke rumah nya." ucap wanita itu.


Tania kaget mendengar itu.


"Saya tidak perduli dengan urusan pribadi Tuan Angga, saya hanya ingin fokus kepada Pekerjaan saya!" ucap Tania.


Wanita itu tersenyum. "Saya hanya takut Janda seperti mu menjadi pelampiasan nya." ucap wanita itu.


"Jaga yah mulut kamu kalau bicara!" ucap Tania. Ternyata Di perusahaan itu dia sudah terkenal.


"Tidak perlu berpura-pura seperti itu, kami tau kok pasti kamu sudah menggoda Tuan Angga bahkan sudah tidur bersama." ucap wanita itu.


"Saya tidak wanita murahan." ucap Tania.


"Biasanya anak orang kaya dan juga di tinggal suami seperti kamu manja, mendapatkan uang secara mudah dengan cara tidur dengan bos-bos kaya." ucap wanita itu lagi.


"Lagian Siapa sih yang gak mau tidur sama Tuan Angga. Mau itu wanita murahan atau tidak kalau sudah bertemu dengan Tuan Angga pasti akan memberikan segalanya." ucap wanita itu.


Tania sangat bisa melihat kalau wanita itu hanya cemburu kepada nya.


"Kamu harus jaga jarak dengan Tuan Angga kalau kamu mau hidup kamu aman, saingan kamu terlalu banyak jadi sangat berharap pelayan dan janda seperti kamu bisa mendapatkan Tuan Angga!" ucap wanita itu langsung pergi.

__ADS_1


Tania Menghela nafas panjang. "Hufff aku pikir Nada sudah berlebihan namun ternyata ada juga yang benar-benar aneh sekali." ucap Tania.


Mampir di karya baru ku dong kak🙏


__ADS_2