
"Dara apa kamu tau apa yang sedang terjadi di rumah ini? kenapa semua orang seperti menatap tidak suka kepada ku?" tanya Tania.
"Mereka semua Cemburu pada kamu karena kamu di berikan libur panjang sementara mereka tidak." jawab Dara. "Oohh begitu." ucap Tania. Dara menatap Tania memerhatikan Tania dari atas sampai ke bawah.
"Kenapa kamu melihat ku seperti itu?" tanya Tania.
"Aku salut banget sama kamu bisa menaklukkan hati tuan Angga." ucap Dara.
"Huff tidak perlu berlebihan seperti itu." ucap Tania. Dara tersenyum. "Aku mau tanya apa sudah ada yang mengantarkan makan siang tuan Angga?" tanya Tania.
"Tuan Angga sedang bekerja di luar. Bisa jadi dia makan di luar." ucap Dara. "Oohh begitu." ucap Tania. Dara mengangguk.
Tania tidak memiliki pekerjaan lain dia pun mulai menjahit.
"Sebenarnya Tuan Angga membuat dress untuk Siapa? Apa untuk non Livy?" tanya Tania.
Ternyata di dalam lipatan sudah ada ukuran. Tania langsung memulai menjahit.
Di sore hari nya...
Angga baru saja pulang dia keluar dari mobil nya berharap Tania menyambut nya namun ternyata Livy.
"Sayang akhirnya kamu pulang, aku sangat merindukan kamu." ucap Livy mau memeluk Angga namun di tahan oleh Angga.
"Jaga tingkah kamu!" ucap Angga. Livy memasang wajah cemberut.
"Kamu kenapa? aku hanya merindukan kamu? Apa itu salah?" Ucap Livy. Angga menghela nafas panjang.
"Aku Lelah, aku mau istirahat." ucap Angga.
"Ya udah kalau begitu aku akan mengantar kan kamu ke kamar yah." ucap Livy.
Angga Mengawas kan Tangan Livy.
"Kamu bisa berhenti mengganggu aku tidak? Kita sudah tidak memiliki hubungan apa-apa, seharusnya kamu mengerti dan pergi dari sini!" ucap Angga.
"Kamu memilih Tania si pelayan itu dari pada aku?" ucap Livy kesal. Semua orang yang mendengar itu kaget.
karena kebanyakan dari mereka belum tau.
"Jaga mulut kamu yah Livy!" ucap Angga.
"kenapa? Apa kamu takut mereka semua tau kalau selera kamu adalah janda dan wanita miskin?" tanya Livy.
Angga menarik tangan Livy ke dalam. "Lepasin aku!" ucap Livy berontak.
"Apa kamu juga ingin semua orang tau kalau sebenarnya yang membuat Tunangan kamu meninggal itu adalah kamu sendiri?" ucap Livy.
__ADS_1
Angga menatap Livy. "Saya mohon jangan membahas itu lagi." ucap Angga.
"Kalau kamu mengusir aku dari sini maka aku tidak akan tinggal Diam." ucap Livy. Angga menatap Livy dengan tatapan marah namun dia tidak bisa marah.
Akhirnya dia langsung meninggalkan Livy.
"Ternyata dugaan kita benar, Tania dengan Tuan Angga memiliki hubungan." ucap para pelayan heboh.
"Arghhhh!!!!!" Angga menendang meja karena sangat marah. "Sialan!!" Angga mengusap wajah nya.
"Aku harus mencari tau apa yang sebenarnya terjadi." ucap Angga. Karena dia tidak ingat sama sekali karena apa tunangan nya meninggal bersama Ibu nya.
Dia hanya tau cerita tampa tau yang sebenarnya. Pada saat itu dia sangat depresi sehingga Lupa kejadian yang sebenarnya.
Angga melihat kamar nya sudah rapi. "Kemana Tania? kenapa dari tadi aku tidak melihat nya?" ucap Angga.
"Dara Kemana Tania?" tanya Angga kebetulan Dara lewat depan kamar nya.
"Seperti nya ada di ruangan menjahit Tuan." jawab Dara. "Oohhh baiklah kalau begitu. Terimakasih." ucap Angga hendak ke ruangan menjahit namun tiba-tiba Fani datang.
"Tuan saya mau menyampaikan kalau Tuan Danil menolak semua Berkas-berkas pengunduran itu." ucap Fani.
"Di Tolak?" ucap Angga, Fani menganguk..
"Saya akan mengurusnya nya nanti." ucap Angga. Fani Menganguk. Angga segera pergi ke dalam ruangan menjahit.
"Sampai kapan kita akan salah paham seperti ini? Apa kamu tidak ingin berbaikan dengan aku?" tanya Fani. Dara diam.
"Aku minta maaf kalau aku membuat kamu sakit hati. Tapi kamu harus tau kalau aku dengan Rendi tidak memiliki hubungan apapun selain pertemanan saja." ucap Fani.
Dara menatap Fani. "Aku juga tidak mencintai Rendi." ucap Fani.
"Aku minta maaf sama kamu." ucap Dara. Fani bingung kenapa tiba-tiba Dara minta maaf.
"Sebenarnya aku tidak harus marah sama kamu karena yang salah adalah Rendi, aku minta maaf sudah menyalah kan kamu." ucap Dara.
Fani menganguk mereka berpelukan dan akhirnya berdamai.
Angga membuka pintu dan melihat Tania tertidur di atas meja menjahit nya. Angga melihat jahitan Tania dia tersenyum.
Angga mengelus rambut Tania. Tania langsung bangun.
"Tu-tuan Angga.." ucap Tania. Angga yang di panggil Tuan memasang wajah kesal.
"Maaf, kamu kapan pulang nya?" ucap Tania. "Sudah satu jam yang lalu, kenapa kamu tidak menunggu aku di bawah?" tanya Angga.
Tania mengucek mata nya. "Aku ketiduran." ucap Tania.
__ADS_1
"Saya sangat merindukan kamu." ucap Angga mencium pipi Tania.
"Jangan lakukan itu, bagaimana kalau ada yang melihat?" ucap Tania.
"Semua orang sudah tau kalau kita pacaran, tidak ada yang perlu di sembunyikan lagi." ucap Angga.
"Maksud nya?" tanya Tania.
Angga mengangkat badan mungkin Tania ke atas Meja.
"Kamu harus terbiasa dengan situasi seperti ini, kamu mau kan bertahan untuk saya?" ucap Angga.
Tania menatap mata Angga. Tania mencium bibir Angga. Angga kaget. "Iyah aku mau." ucap Tania. Angga tersenyum.
"Terimakasih sayang.." ucap Angga mencium bibir Tania. Tiba-tiba Dara masuk ke ruangan.
"Tuan saya butuh tanda tangan Tuan." ucap Dara. Namun dia terkejut karena melihat Angga sedang bercumbu dengan Tania.
Tania dan Angga menoleh ke arah pintu.
"Ma-maaf Tuan. Saya akan kembali lagi nanti." ucap Dara langsung keluar.
"Aaaaaa.... Kenapa aku harus melihat nya?" ucap Dara.
"Tapi mereka sangat serasi dan sangat romantis, kelihatan juga kalau Tuan Angga lebih sangat tertarik kepada Tania." ucap Dara ikut senang.
Angga mau melanjutkan ciuman nya namun langsung di tahan oleh Tania.
"Sudah... Aku mau mandi aku belum mandi." ucap Tania mau turun namun Angga menahan pinggang Tania.
"Saya ingin malam ini kamu ikut dengan saya." ucap Angga. "Kemana?" tanya Tania. "Jangan banyak tanya." ucap Angga.
"Baiklah kalau begitu aku akan mandi." ucap Tania, Angga menahan tangan Tania lagi.
"Saya boleh ikut?" tanya Angga.
"Kamu mau ikut mandi?" ucap Tania. Angga menganguk. Tania menepuk tangan Angga.
."Jangan aneh-aneh deh." ucap Tania. Angga tertawa dia melihat Tania pergi.
Di Malam hari nya...
"Sayang kamu duluan keluar. Jangan sampai Livy melihat." ucap Angga. Tania menganguk. Akhirnya mereka keluar seperti pencuri.
Akhirnya sampai di dalam mobil. "Aku dan kamu seperti pencuri." ucap Tania. Angga tertawa.
"Kamu mau ngapain?" tanya Tania kaget karena Angga mendekat.
__ADS_1
"Hanya memasang sabuk pengaman kamu." ucap Angga. Tania sudah panik tadi nya.