
"Entah mengapa aku mulai nyaman saat bersama dia, jantung ku tidak berhenti berdetak ketika dia menatap ku dengan tulus dan tersenyum." batin Tania.
"Aaaaa!! sakit.." Angga menjerit kesakitan karena Tania memijit nya cukup keras di bagian yang sakit.
"Maaf-maaf Tuan, saya minta maaf. Saya tidak tau." ucap Tania. Angga menatap Tania. "Kamu sedang memikirkan apa? kamu fokus saja!" ucap Angga.
Tidak beberapa lama akhirnya Tania Selesai memijit badan Angga. "Sudah selesai Tuan." ucap Tania. Namun Angga tidak merespon.
"Tuan.." Panggil Tania.
"Hummm??" Angga bergeliat dari yang tengkurap jadi terlentang.
"Sudah selesai Tuan, saya ingin mendapatkan upah saya." ucap Tania. "Perut dan tangan saya belum kamu urut!" ucap Angga.
Tania menghela nafas panjang dia mengurut tangan Angga setelah itu baru Perut Angga.
"Ternyata Pijitan kamu lebih baik dari pada tukang pijit saya biasanya." ucap Angga. Tania hanya diam. Angga membuka mata nya menatap wajah Tania.
Tania kelihatan nya sudah sangat lelah sampai dia berkeringat. "Hentikan lah, saya sudah lebih baik." ucap Angga. Tania sangat senang dia pun membersihkan tangan nya.
"Saya akan meminta Dara membayar kamu." ucap Angga.
"Terimakasih Tuan." ucap Tania langsung keluar dengan wajah yang sangat bahagia..
"Hufff dasar wanita jaman sekarang mau nya hanya uang saja!" ucap Angga.
Angga melihat ke arah bawah nya.
"Sial!! Kenapa aku tidak sadar kalau dia bangun? Hufff pasti wanita itu melihat nya." ucap Angga.
Dia langsung menutup nya.
Tania keluar dari ruangan itu.
"Huffff... Akhirnya aku bisa keluar dari ruangan itu. Ya ampun badan ku masih sangat bergemetar sekali." ucap Tania.
Namun dia tidak sengaja melihat Fani masuk ke dalam mobil yang di naikin oleh Rendi dari lantai atas.
"Loh mbak Fani sama Rendi mau kemana?" tanya Tania heran.
"Ah sudahlah mungkin Rendi mau mengantar kan Fani ke perusahaan." ucap Tania. Dia mencari Dara.
Angga beranjak dari tempat tidur dan memasang pakaian nya, Angga meregangkan otot tubuh nya.
"Aaarggghh... Rasa nya enak sekali." ucap Angga.
Handphone nya tiba-tiba berdering. Biasa dia harus mengurus pekerjaan nya dengan cepat.
Dia keluar dari ruangan itu Menuju ruangan kerja nya. Namun dia heran melihat ada berkas baru di atas meja nya.
"Siapa yang meletakkan ini di sini?" tanya Angga.
__ADS_1
Dia membaca nya dan ternyata itu adalah surat kematian Tunangan nya.
"Siapa yang meletakkan ini di sini?" ucap Angga marah. "Saya.." Tiba-tiba Danil masuk ke ruangan itu.
"Saya perlahan akan membongkar semua perbuatan kamu, saya akan membuat kamu masuk penjara." ucap Danil.
"Coba saja kalau bisa." ucap Angga. Danil tertawa.
"Aku akan memberikannya kesempatan kepada kamu untuk kembali bekerja sama." ucap Danil.
Angga terdiam.
"Apa kau ingin hidup ku mati konyol? Apa kau ingin nama baik mu hancur karena kematian tunangan mu?" tanya Danil.
Angga tiba-tiba menarik kerah baju Danil.
"Kau yang membuat semua nya seperti ini! Kalau bukan karena kau mana mungkin aku membunuh tunangan ku." ucap Angga.
"Kau tidak berhenti mengganggu hidup ku dan berusaha untuk membunuh ku." ucap Angga. Danil tertawa.
"Keluarga mu yang memulai terlebih dahulu." ucap Danil.
Angga melepaskan Kerah baju Danil. Dia membuka Handphone nya dan menunjukkan dokter Pili.
Melihat itu Danil sangat terkejut sekali.
"Selama ini aku mengikuti permainan mu. Aku berpura-pura sakit mengalami trauma kehilangan Mamah dan Tunangan ku." ucap Angga.
"Aku tidak pernah sakit, aku hanya ingin melihat orang yang benar-benar berhianat." ucap Angga.
"Kau telah menipu semua orang." ucap Danil. Angga tertawa.
"aku tidak menipu Siapa pun." ucap Angga.
"Kau menipu semua orang." ucap Danil menarik kerah baju Angga.
Angga tersenyum menatap Danil.
"Dengan cara seperti ini aku bisa tau kalau kau adalah penghianat, kamu berusaha membuat ku kacau, kau berusaha menjatuhkan kan ku agar kau bisa di atas." ucap Angga.
"Tuan ini kopi untuk tuan." ucap Tania yang baru saja datang namun tidak Tau kalau ada orang..
Dia melihat Danil yang menarik baju Angga. Danil memperhatikan Tania.
"Gak ini gak mungkin." ucap Danil.
"Sebaiknya kau keluar dari sini." ucap Angga memaksa Danil keluar.
"Ternyata setelah orang tua mu meninggal dan juga bangkrut kau menjadi pelayan di sini?" ucap Danil kepada Tania.
Tania menatap nya dengan tatapan bingung.
__ADS_1
"Oh iya perkenalkan nama saya Danil. Saya saudara nya Tuan kamu." ucap Danil. Tania dengan polos nya menjabat tangan Danil..
Danil tersenyum ke arah Tania, tiba-tiba Angga menarik tangan Tania.
"Sebaiknya kau pergi." ucap Angga. "Sampai ketemu lagi cantik." ucap Danil mencolek pipi Tania dan pergi. Angga menatap Danil dengan tatapan tajam.
"Aku bisa menemukan Titik kelemahan nya lagi." ucap Danil sambil tertawa.
"Kita tunggu saja tanggal mainnya." ucap Danil.
"Kamu ngapain masuk ke sini?" tanya Angga pada Tania.
"Saya tidak tau kalau Tuan ada Tamu." ucap Tania.
"Kamu tidak boleh merespon pria tadi, kamu harus menjaga jarak dengan dia." ucap Angga. "Kenapa Tuan? Bukan nya dia baik!" ucap Tania.
"Saya bilang jangan yah jangan." ucap Angga. "Baiklah Tuan, saya minta maaf." ucap Tania.
Angga menarik yang Tania ke wastafel.
"Apa yang Tuan lakukan?" tanya Tania.
"Saya tidak ingin ada bekas tangan dia menyentuh wanita yang saya cintai." ucap Angga sambil menyabuni tangan Tania yang di salim oleh Danil.
Tania senyum-senyum sendiri melihat wajah kesal Angga.
"Kamu dengar yah, kamu sudah membuat saya Jatuh cinta kepada kamu, saya tidak bisa melihat kamu bersama pria lain atau disentuh pria lain!" ucap Angga menatap wajah Tania.
Tania menatap wajah Angga sambil tersenyum.
"Saya serius Tania.." ucap Angga. Tania tiba-tiba mencium bibir Angga sambil jinjit. Angga terdiam membulat mata nya dengan sempurna.
Tania mau melepaskan ciumannya namun langsung di tahan oleh Angga. Dia mencium bibir Tania semakin dalam.
Jantung masingmasing berdetak begitu cepat. Angga memeluk pinggang Tania dengan begitu lembut. Tania perlahan melepaskan ciuman Angga yang panas karena nafas nya sudah hampir habis.
Angga menatap wajah Tania sambil tersenyum.
Tania Tersipu malu dia melepaskan pelukan Angga.
"Humm saya harus lanjut bekerja tuan." ucap Tania langsung pergi.
Angga masih tidak bisa berfikir dengan jernih, dia menyentuh bibir nya dan duduk di atas meja.
Tiba-tiba dia tersenyum. "Apa ini? Apa itu maksudnya dia mulai menyukai ku?" ucap Angga. Angga meletakkan Tangan di dada nya.
"Tania kau telah berhasil membuat hati ku tersentuh." ucap Angga.
Ayo dong kakak semua nya mampir di karya baru Aku.
Judul nya\= Menikah Dengan Pria Yang Salah.
__ADS_1