
"Ayo minum." Ajak Gaga. Namun Angga datang langsung mengetuk Gelas nya dengan gelas Gaga menghalangi Tania.
Gaga kaget. "Oh iya Ga kenalin ini nama nya Angga, aku datang bersama dia." ucap Tania. Gaga yang sudah tau Angga Siapa hanya bisa tersenyum sambil menunduk badan nya sedikit.
Karena tatapan Angga yang membuat Gaga takut akhirnya dia pergi. "Aku ke sana dulu yah Tania." ucap Gaga berpamitan pada Tania.
"Loh kita baru saja ngomong." ucap Tania mau menahan Gaga namun Angga langsung menahan tangan nya.
"Kau mau kemana? Saya membayar kamu mahal jadi saya tidak mengijinkan kamu pergi dengan pria lain!" ucap Angga.
Tania menghela nafas panjang. "Maaf tuan, saya sudah lama tidak bertemu dengan teman saya." ucap Tania.
"Saya meminta kamu berbicara dengan tidak formal dan juga memanggil saya dengan sebutan Angga." ucap Angga.
"Ba-baik Tu.. Angga.." Ucap Tania.
"Anak yang baik." ucap Angga menepuk-nepuk kepala Tania dengan lembut. Walaupun pelan tetap saja itu adalah ancaman bagi Tania.
"Haii Angga.." Tiba-tiba wanita yang sangat cantik menyapa nya. Angga yang tadi nya mengandeng tangan Tania langsung melepaskan nya.
"Haii juga. Kamu tau saya dari mana?" tanya Angga sambil melihat penampilan wanita itu yang begitu menarik di mata nya.
"Siapa sih yang gak kenal Angga si pengusaha muda yang sangat sukses dan namanya sudah tersebar kemana-mana." ucap wanita itu.
"Kamu bisa saja." ucap Angga.
"Huff bilang nya saja trauma bertemu dengan orang baru, ada cewek cantik ngajak kenalan langsung lupa sama trauma Nya." batin Tania.
Dia mau pergi namun tangan Angga menahan nya. Namun Angga masih terus berbicara dengan wanita itu.
Tania merasa kesal karena di hanya jadi nyamuk dia memaksa kan melepaskan tangan nya dan pergi.
Setelah selesai berbicara dengan wanita itu Angga baru sadar kalau Tania sudah tidak ada. "Kemana dia?" ucap Angga.
Angga melihat dari kejauhan kalau Tania sedang duduk menikmati Musik yang di pasang sendirian.
"Di saat jauh seperti ini dia benar-benar sangat mirip dengan Violet." ucap Angga diam-diam mengambil foto Tania.
Namun tiba-tiba lampu mati. Musik romantis mulai terdengar. Semua pasangan sudah berdiri di tengah-tengah ruangan untuk berdansa bersama pengantin.
__ADS_1
"Angga ayo berdansa sama-sama." ucap pengantin laki-laki pada Angga.
Angga menoleh ke arah Tania yang Masih fokus pada pengantin. "Ayo buruan.. Untuk apa kau membawa pasangan kalau tidak ingin berdansa." ucap teman nya lagi.
Angga menoleh ke arah Tania dan mendekati nya. "Apa kamu ingin berdansa dengan ku?" tanya Angga sambil menjulurkan tangannya.
Tania kaget dia melihat ke sekitar.
"Tapi aku tidak pandai." ucap Tania.
"Aku akan membantu mu." ucap Angga. Semua orang sudah menunggu dan karena malu Tania akhirnya mau dan mengikuti Angga ke area untuk berdansa.
Angga membantu Tania meletakkan posisi tangan nya di mana.
Namun ketika Angga menyentuh pinggang Tania membuat nya terkejut.
"Senyum lah." ucap Angga. Tania langsung senyum. Musik mulai terdengar sangat romantis. Setiap pasangan mulai berdansa. Sementara Angga mengajari Tania yang sangat kaku karena Gugup.
Namun Angga sama sekali tidak mempermasalahkan itu. Tania setiap salah meminta maaf dan menyembunyikan wajahnya di dada Angga.
Angga yang bisa mencium aroma rambut Tania bisa fokus berdansa.
"Kenapa jantungku berdetak sangat cepat." ucap Tania. Entah mengapa dia sangat nyaman di pelukan Angga.
Angga tersenyum karena Tania sama sekali tidak ada perlawanan. Tidak beberapa lama Musik mati dansa pun mulai selesai.
"Sudah selesai!" ucap Angga. Tania melepaskan pelukannya.
Dia jadi sedikit canggung dan malu. Apalagi di lihat oleh teman-teman Angga.
Tidak terasa Hari sudah jam sepuluh Tania duduk di salah satu kursi menunggu Angga. "Tuan Angga di mana sih? Ini sudah sangat malam, Eki pasti rewel." ucap nya.
"Ingin minum?" Tiba-tiba Gaga datang menawarkan minuman. "Aku tidak minum alkohol." ucap Tiara.
"Coba saja sedikit agar lebih rileks." ucap Gaga. Tania juga sudah lama tidak mencicipi nya akhirnya dia minum satu gelas.
"Kamu sangat hebat bisa mendapatkan Angga menjadi kekasih mu." ucap Gaga. "Kamu berlebihan, kami hanya berteman biasa saja." ucap Tania.
"Seperti nya tidak. Aku bisa melihat saat berdansa tadi kamu dengan Angga sangat romantis." ucap Gaga.. Tania hanya bisa membalas nya dengan senyuman saja.
__ADS_1
"Tapi ngomong-ngomong apa dia sudah tau status kamu?" tanya Gaga. "sudah kok." ucap Tania.
"Bagus deh, kalau dia mau sama kamu, dia juga harus mau menerima sama anak kamu." ucap Gaga.
"Kamu benar, tapi aku sama Angga tidak berfikir sampai ke sana karena kita hanya teman biasa." ucap Tania.
"Mana mungkin.. Aku bisa melihat kalau kalian saling mencintai walaupun tipis-tipis." ucap Gaga.
"Tidak mungkin dia mau Sama Janda seperti ku." ucap Thania.
"Salah kamu di mana? sekarang kamu sudah sangat cantik sekali." ucap Gaga. "Sudah-sudah! Aku tidak mau membahas itu." Tania meminum alkohol lebih banyak lagi.
Tidak terasa Tania meminum alkohol banyak sehingga kepala nya sangat pusing.
Dia tidak tahan lagi akhirnya dia mencari Angga.
Ternyata Angga masih asyik berbicara dengan klien nya yang kebetulan ada di sana.
Saat Tania baru saja sampai, Angga melihat nya namun tiba-tiba dia hampir jatuh.
Angga mencium bau alkohol dia langsung tau kalau Tania mabuk.
"Hufff nih perempuan bikin malu saja." batin Angga.
"Kekasih saya mabuk, seperti nya saya harus segera kembali." ucap Angga.
"Baiklah Tuan Angga, senang bisa bertemu dengan Tuan Angga." ucap klien nya. Angga berpamitan.
"Aku sangat pusing sekali." ucap Tania. "Kenapa kau minum?" tanya Angga.
"Saya sangat bosan menunggu Tuan." ucap Tania. Angga Menghela nafas panjang, dia memberikan Tania minum putih dan membuat wajah nya lebih segar.
Setelah jauh lebih baik mereka masuk ke dalam mobil. Di dalam mobil Tania jadi banyak diam.
Angga heran melihat Tania yang selalu menunduk kan kepala nya.
"Apa yang terjadi? kenapa kau murung seperti itu?" tanya Angga. "Saya minta maaf Tuan sudah merepotkan tuan dan membuat Tuan malu." ucap Tania.
Angga Menghela nafas panjang. "Kau sama sekali tidak bisa di ajak bekerja sama! Kau membuat saya malu di depan Klien dan memilih berbicara dengan pria gatal itu!" ucap Angga.
__ADS_1
"Saya minta maaf tuan. kalau Tuan tidak membayar saya tidak akan mempermasalahkan nya." ucap Tania. Angga hanya diam saja.