
"Tapi itu tidak mungkin. Dia ,tidak pernah tau kalau dia meninggalkan kan saya sedang mengandung." ucap Tania.
"Pria yang tidak bertanggung jawab!" ucap Angga.
Tania menatap Angga. "Kenapa Tuan bertanya tentang suami saya? Apa Tuan mau meledek saya?" tanya Tania.
Angga menggeleng kan kepala nya. "Saya tertarik kepada kamu, saya menyukai kamu itu sebab nya saya harus tau semua tentang kamu." ucap Angga. Tania menghela nafas panjang.
"Sebaiknya Tuan segera keluar dari kamar ini, orang yang melihat Tuan di sini akan berfikir yang tidak-tidak." ucap Tania.
"Ini rumah saya, ini termasuk milik saya. Suka-suka saya mau di sini atau tidak." ucap Angga. "Kalau begitu saya dengan Eki yang akan keluar." ucap Tania.
Angga menahan tangan Tania. "Kamu bisa tidak berbicara dengan baik kepada saya? Saya tidak suka pada wanita yang tidak sopan." ucap Angga.
"Kalau begitu Tuan jangan membuat saya kesal. Kita hanya sebatas pelayan dan bos tidak lebih dari itu, kalau tuan membahas pekerjaan saya akan tunduk namun yang lain saya tidak mau." ucap Tania. Angga Menghela nafas panjang.
"Tapi saya ingin membahas lebih dari sekedar itu, kalau bisa saya akan menjadikan kamu istri saya!" ucap Angga memegang dagu Tania. Tania menepis tangan Angga.
"Jangan sentuh saya tuan!" ucap Tania. Angga tersenyum.
"Seperti nya kamu cinta mati dengan mantan suami mu sampai tidak mau membuka hati dengan orang lain." ucap Angga.
"Atau jangan-jangan Mantan Kekasih mu itu? Apa kamu masih sangat mencintai nya?" ucap Angga. Tania menghela nafas panjang.
"Tuan bisa berhenti membahas ini gak?" tanya Tania. Angga menggeleng kan kepala nya. "Saya tertarik dan ingin menikahinya Kamu, saya butuh jawaban kamu sekarang!" ucap Angga.
"Tuan jangan aneh-aneh deh!" ucap Tania kesal sambil berdiri namun tiba-tiba Angga menarik Tania ke pangkuan nya.
"Saya tidak main-main dengan perkataan saya!" ucap Angga.
"Tapi saya tetap tidak mau menikah dengan Pria seperti Tuan." ucap Tania.
"Jangan menyamakan saya dengan mantan suami kamu!" ucap Angga. "Bukan kah semua pria itu sama? Semua nya berengsek. Hanya mengambar keuntungan tidak pernah serius dan tidak pernah setia." ucap Tania.
"Saya berbeda dari orang lain." ucap Angga. Tania tersenyum. "Bagaimana bisa Tuan mengatakan berbeda? Tuan memiliki kekasih namun meminta saya agar mau menikah dengan tuan?" ucap Tania.
__ADS_1
Angga menggenggam tangan Tania cukup keras karena kesal dengan kata-kata Tania. "Jaga bicaramu!" ucap Angga.
Tania melepaskan diri nya dari Angga. "Sebaiknya Tuan keluar!" ucap Tania. Angga Menghela nafas panjang.
Dia menoleh ke arah Eki yang bergayut ke pada nya. Di melepaskan Tania.
Angga mencoba mengontrol diri nya. Setelah itu dia langsung keluar.
"Apa yang terjadi pada diri ku? Kenapa aku tidak bisa mengontrol diri sampai sangat gegabah sekali?" ucap Angga setelah sudah di kamar nya.
Dia duduk di pinggir kasur sambil merenung kan apa yang dia lakukan.
Tiba-tiba dia teringat masa lalu nya yang membuat kepala nya tiba-tiba sakit. Dara yang kebetulan masuk ke kamar melihat Angga pingsan di lantai membuat nya takut dan khawatir.
"Tuan Angga...." Dia berteriak semua orang kaget dan langsung datang ke kamar Angga. "Ada apa Dara?" tanya Rendi.
"Tuan Angga pingsan." ucap Dara. Rendi melihat wajah Angga sudah sangat pucat membuat nya khawatir mereka langsung memanggil dokter spesialis kesehatan Angga.
Sudah satu jam Angga tak kunjung sadar.
"Kenapa perut ku tiba-tiba lapar sih?" ucap Tania dia keluar untuk mencari makanan.
Dia keluar mencari makanan yang bisa di makan. "Tania apa kamu tidak melihat tuan Angga?" tanya Fani yang baru saja datang. Dia baru saja menyelesaikan pekerjaan nya.
"Kenapa? Bukan nya kalau sudah malam aku sudah tidak mengurus tuan Angga?" tanya Tania. "Tuan Angga pingsan. Bagaimana kamu tidak melihat nya, kamu yang harus ada di sana." ucap Fani.
"Pingsan? Bagaimana bisa?" ucap Tania kaget. Fani Menggeleng kan kepala nya.
"Sudah beberapa bulan ini tuan Angga tidak pingsan seperti ini namun kenapa tiba-tiba pingsan lagi?" ucap Dara di kamar nya.
Tidak beberapa lama Tania dan Fani datang.
"Apa yang terjadi pada Tuan Angga?" tanya Tania. Dokter itu melihat Tania dengan tatapan kaget.
Dokter itu menoleh ke arah Dara.
__ADS_1
"Saya akan menjelaskan nya nanti Dok." ucap Dara.
Tania berusaha membangun kan Angga.
"Tuan! Tuan bangun.." ucap Tania.
"Bagaimana bisa Tuan Angga seperti ini?" tanya Tania.
"Tuan Angga memiliki trauma sehingga berefek pada kesehatan nya. Ketika dia mengingat masa lalu atau trauma nya membuat nya sering sakit dan pingsan. Kalau bisa jangan membuat Tuan Angga banyak berfikir dan jangan menolak permintaan nya." ucap dokter.
Tania mengingat permintaan Angga yang mau menikah dengan nya. "Tidak mungkin.. Bagaimana bisa hanya karena itu Tuan Angga sakit." batin Tania.
"Saya dengar Tuan Angga memiliki asisten pribadi, itu pasti kamu, kalau bisa kamu merawat Tuan Angga di sini." ucap dokter itu.
Tania menganguk. "Kamu tidak perlu khawatir, Eki akan kami jaga." ucap Dara, Tania menganguk.
"Itu sudah tugas nya, walaupun dia masih kurang sehat Tapi dia harus melakukan pekerjaan nya di dalam keadaan darurat seperti ini.
Mereka semua keluar. Dara datang membawa teh untuk dokter di ruang tamu.
"Jelas kan bagaimana wanita itu ada di sini?" tanya Dokter Pili.
"Cerita nya cukup panjang Dok." ucap Dara. "Kamu tau kan kalau Tuan Angga tidak boleh melihat apapun yang membuat dia teringat masa lalu nya." ucap dokter.
"Tapi itu adalah permintaan Tuan Angga Dok, tuan Angga yang memaksa wanita itu tinggal di sini." ucap Dara. Dokter menghela nafas panjang.
"Tapi Dokter harus tau setelah Ada nya Tania di samping Tuan Angga, tuan memiliki kesehatan yang begitu baik, dia juga terlihat lebih ceria, bahkan sudah berani keluar. Namun tidak tau kenapa malam ini tiba-tiba sakit nya kambuh lagi." ucap Dara.
"Apa Tuan Angga memiliki hubungan dengan wanita itu?" tanya Dokter. Dara Menggeleng kan kepala nya.
"Tania seorang janda dia juga lebih Tua dan memiliki anak, saya rasa tidak mungkin Tuan Angga mau." ucap Dara.
Dokter Menghela nafas panjang.
"Kalau bisa secepatnya wanita itu pergi dari samping Tuan Angga, itu akan berpengaruh buruk untuk kesehatan Tuan Angga. Tuan Angga sudah mulai sembuh." ucap Dokter Pili.
__ADS_1
"Tapi seperti nya tuan Angga bahagia kalau melihat Tania di sini." ucap Dara.