
"Terimakasih yah Dara." ucap Tania.
"Seharusnya ketua pelayan tidak memandikan bayi." ucap Dara.
"Maafin aku, karena aku kamu jadi kerepotan membantu mengurus Eki." ucap Tania.
"Gak apa-apa kok, aku hanya bercanda saja kok." ucap Dara.
"Tapi tumben banget kamu pulang cepat." ucap Dara.
"Kebetulan hari ini tidak banyak pekerjaan jadi aku bisa cepat pulang." ucap Tania.
"Oohh ya udah deh, kebetulan Sore ini kita akan kedatangan Calon mertua kamu, mereka mau ikut bergabung juga." ucap Dara.
"Hah! Kamu serius? Kok gak bilang sih?" tanya Tania. "Tidak apa-apa.. mereka juga pasti ingin bergabung sesekali. Mereka juga tidak akan ikut bergabung kalau kamu tidak ada." ucap Angga.
Tania tidak bisa mengatakan apapun. "Oohh ya udah deh kalau begitu." ucap Tania.
Orang tua Angga sudah datang mereka semua berkumpul di ruang tamu vila yang begitu luas itu.
"Tidak biasa nya kamu liburan seperti ini Angga." ucap papah nya kepada Angga.
"Sudah banyak hal yang kita lewati Pah, Mah. Dan semua Masalah selesai karena bantuan mereka semua jadi tidak ada salah nya sesekali berlibur seperti ini." ucap Angga.
Orang tua nya tersenyum.
"Eki di Mana? Tania di mana?" tanya mamah nya.
"Ada di dapur Mah, kalau Eki lagi main-main sama karyawan yang lain." ucap Angga.
Mamah nya mau melihat Tania ke dapur.
"Tania kamu lagi masak apa? Sangat wangi." ucap Mamah nya Angga.
"Eh ibu sudah datang..." Ucap Tania memyalim tangan calon mertua nya itu.
"Ini lagi memanaskan sup untuk Eki Bu." ucap Tania. "Oohh." ucap mamah nya Angga.
Cukup lama orang tua nya Angga di sana. Angga juga sekalian meminta ijin mau masuk agama Islam. Orang tua nya sama sekali tidak keberatan dan mereka sangat mendukung sekali.
Tania dan Angga sangat senang sekali..
Karena sudah malam orang tua nya Angga ijin untuk pulang.
"Nih kopi untuk kamu." ucap Angga memberi kan kopi satu gelas kepada Tania yang duduk termenung di depan villa.
Tania tersenyum dia mengambil nya.
"Terimakasih banyak." ucap Tania, Angga tersenyum.
"Kamu seperti nya memiliki Masalah, ada apa?" tanya Angga.
Tania menggeleng kan kepala nya.
__ADS_1
"Enggak kok, aku hanya lelah saja." ucap Tania. Angga Menghela nafas panjang. "Saya bisa merasakan kalau kamu sedang dalam masalah." ucap Angga.
"Itu hanya pikiran kamu saja, aku baik-baik saja." ucap Tania.
"Kalau kamu tidak memberi tau saya, saya akan mencari tau sendiri." ucap Angga. Tania menatap wajah Angga.
Tania meletakkan kedua tangannya di wajah Angga.
"Kamu tidak Percaya kepada ku? Aku bilang aku baik-baik saja." ucap Tania.
Angga mencoba melepaskan tangan Tania namun Tania tidak mau.
"Terimakasih sudah mengkhawatirkan aku, tapi aku hanya lelah, bukan memiliki masalah." ucap Tania lagi.
"Baiklah kalau begitu, saya percaya." ucap Angga.
Tania tersenyum. Dia memeluk Angga. Angga membalas pelukan Tania sambil tersenyum.
"Waktu nya istirahat, ini sudah malam." ucap Tania berdiri meninggalkan Angga di luar.
Angga berdiri melihat Tania masuk ke kamar utama.
"Tuan merasa ada yang aneh tidak dengan Tania hari ini?" tanya Dara. Angga Menganguk.
"Tania seperti memikirkan sesuatu." ucap Dara.
"Mungkin dia hanya kelelahan saja." ucap Angga.
"Tidak mungkin Tuan, kalau Tania kelelahan dia tidak akan seperti itu." ucap Dara.
Keesokan harinya...
"Papah... Papah..." Eki masuk ke kamar tempat Angga tidur bersama Tania.
Hanya tinggal Angga yang belum bangun karena tadi malam mereka yang laki-laki masih sempat untuk bermain game.
"Papah....." Eki naik ke tempat tidur.
"Hummm?" ucap Angga. Tania tersenyum dia duduk di pinggir kasur.
"Angga bangun..." ucap Tania, namun Angga tak kunjung bangun.
"Sayang bangun.. Aku dan Eki sudah lapar." ucap Tania..
Di panggil sayang Angga langsung bangun.
"Oke sayang aku bangun." ucap Angga. Tania tersenyum.
"Kenapa kamu senyum-senyum seperti itu?" tanya Angga. Tania menunjuk rambut Angga yang berantakan.
Angga menghela nafas panjang dia berbaring namun berbantal kan paha Tania.
"Kenapa kamu tidak bekerja hari ini?" tanya Angga.
__ADS_1
"Aku ingin libur." ucap Tania. Angga menatap wajah Tania.
"Kalau begitu saya akan mengantarkan kamu pulang ke rumah kamu." ucap Angga.
Tania tersenyum. "Nanti sore saja, hari ini aku masih mau sama kamu. Eki juga belum mau pulang." ucap Tania.
Angga tersenyum sambil mengangguk.
Mereka pun mencari sarapan keluar.
Pas di luar Tania sedang asyik memberikan Eki makan ponsel nya tiba-tiba berdering tanda pesan masuk.
Tania membuka pesan yang masuk tiba-tiba dia terdiam. Wajah nya berubah drastis sehingga Angga juga ikut penasaran namun saat bertanya Tania langsung mematikan ponsel nya dan mengatakan tidak apa-apa.
Angga tidak boleh terlalu ikut campur akhirnya dia memilih untuk diam.
Sudah selesai sarapan mereka kembali ke rumah Angga.
"saya akan membawa Eki masuk." ucap Angga kepada Tania karena handphone Tania tiba-tiba berbunyi setelah sampai di rumah.
Tania menganguk. Tania menjawab telepon nya.
"Siapa sih yang dari tadi mengganggu pikiran Tania? kenapa kelihatan nya Tania sedang menyembunyikan sesuatu." batin Angga.
Tidak beberapa lama Tania masuk ke dalam. Dia melihat lama ke arah Eki.
"Seperti nya kami harus pulang." ucap Tania. "Loh kenapa?" tanya Angga.
"Kalau begitu saya Akan mengantarkan kalian pulang." ucap Angga.. Tania menggeleng kan kepala nya.
"Tidak perlu, aku sudah memesan taksi online." ucap Tania. Mereka langsung keluar dari rumah Angga. Angga yang kebingungan hanya bisa melihat.
"Ada apa sih dengan Tania? Dari kemarin dia terlihat sangat aneh." ucap Dara. Angga menggeleng kan kepala nya.
"Apa saya harus mencari tau Tuan?" tanya Dara. Angga menggeleng kan kepala nya.
"Jangan! Dia akan marah kalau saya diam-diam mencari tau, nanti dia pasti akan jujur sendiri." ucap Angga.
"Baiklah kalau begitu Tuan." ucap Dara.
Di tempat lain Tania dan Eki baru saja sampai di rumah Bibik Sisi.
"Bikk...." panggil Tania. Bibik Sisi yang di dapur sedang memasak mendengar Tania dia langsung keluar.
"Ada apa Tania? Datang-datang langsung teriak-teriak." ucap Bibik Sisi.
"Bik mantan mertua ku mau mengambil Eki. Aku tidak mau bik." ucap Tania.
"Loh kenapa mereka mau mengambil Eki?" tanya Bibik sisi.
Tania menangis.
"Kamu tenang kan diri dulu. Mereka tidak memiliki hak untuk mengambil Eki dari kamu." ucap Bibik sisi.
__ADS_1
Eki yang ada di gendongan Tania hanya bisa diam kebingungan.
"Sudah jangan takut, Bibik akan membantu kamu kok, mereka tidak bisa mengambil Eki begitu saja." ucap Bibik Sisi.