
Setelah beberapa lama Dara menenangkan Tania akhirnya Tania mau pulang. Dara meminta Tania untuk lebih senyum agar tidak ada yang berfikir dia sedang Sedih.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai. Tania menatap Dara.
"Tidak apa-apa ayo turun, Eki pasti sudah menunggu Kamu." ucap Dara. Mereka turun. dari depan Tania melihat Eki yang sedang berjalan di teras rumah. Dia tertawa dan tersenyum bersama Bibik Sisi.
Seketika kesedihan nya langsung Hilang, dia memeluk dan juga mencium Eki.
"Maafin mamah nak, Mamah baru pulang ke rumah." ucap Tania. "Kok kamu minta maaf? kamu juga bekerja demi Eki, jangan membuat Eki merasa bersalah." ucap Bibik Sisi.
Tania tersenyum. Bibik sisi melihat Dara.
"Oh iya Bu perkenalkan nama saya Dara, sebelum nya kita sudah pernah bertemu namun belum perkenalan." ucap Dara menyalim tangan Bibik Sisi.
"Tuan Angga tidak ikut? Biasanya dia selalu datang mengantar kan Tania ke sini. Eki juga sudah sangat merindukan Tuan Angga." ucap Bibik Sisi.
Dara menoleh ke arah Tania terlebih dahulu. Baru Menggeleng kan kepala nya menjawab Bibik Sisi.
"Tuan Angga tidak bisa datang ke sini karena dia sangat Sibuk bik." ucap Dara.
"Oohh. Tapi Tuan Angga sehat kan?" ucap Bibik Sisi. Dara menganguk.
"Ya udah kalau begitu Bibik buatin teh Dulu, jangan langsung pulang." ucap Bibik Sisi.
"Kalau boleh tau hubungan kamu dengan Bibik Sisi apa sih? Kenapa dia begitu baik kepada kamu?" tanya Dara.
"Dia adalah mantan asisten dari rumah ku dulu, beliau sangat baik, aku sangat beruntung memiliki Bibik angkat seperti beliau." ucap Tania.
"Bagus deh kalau begitu. Tapi sebaiknya kamu jujur pada Bibik Sisi tentang apa yang terjadi." ucap Dara. Tania Menggeleng kan kepala nya.
"Tidak mungkin Dara. Bibik Sisi Akan khawatir pada ku kalau seperti itu." ucap Tania.
"Bukan tentang hubungan kamu dengan Tuan Angga, Tapi tentang kamu sudah tidak bekerja di rumah tuan Angga, kamu sudah kembali bisa menjahit di Butik teman kamu." ucap Dara.
"Aku akan menjelaskan nya nanti." ucap Tania.
Dara menganguk.
"Oh iya bagaimana yah kabar Tuan Angga, dia di bawa oleh orang tua nya." ucap Tania.
__ADS_1
"Ya ampun aku lupa, aku harus melihat nya." ucap Dara. "Aku pergi dulu yah." ucap Dara langsung pergi. "Loh kok dara pergi? ini sudah Bibik buatin minum." ucap Bibik Sisi.
"Dara ada pekerjaan mendadak Bik." ucap Tania. "Oohh." ucap Bibik Sisi.
Di tempat lain di rumah orang tua Angga.
"Pah aku mohon lepasin aku, aku mohon Pah." ucap Angga. Papah nya menatap Angga.
"Kamu sudah berani menentang papah yah? kamu berusaha menemui wanita itu padahal sudah papah larang!" ucap Papahnya.
"Aku hanya memastikan keadaan dia Pah, aku sangat mengkhawatirkan nya." ucap Angga.
"Semenjak bergaul dengan dia kamu sangat Jauh berubah, kamu mulai melawan, kamu tidak mendengar kan kata-kata Papah. " ucap Papah nya.
"Aku tidak menentang papah, aku melakukan nya karena Tania sangat penting bagi ku." ucap Angga.
"Kamu tidak benar-benar mencintai wanita itu, kamu mencintai nya karena nafsu. Dia sudah memiliki riwayat hidup yang buruk, keluarga yang buruk." ucap papah nya.
"Pah jangan berbicara seperti itu." ucap Angga. "Papah tidak perduli!"
"Sekali lagi papah melihat kamu menemui wanita itu dan mengabaikan Livy kamu akan tau akibatnya." ucap Papah nya keluar dari ruangan itu.
"Sayang kamu gak apa-apa kan?" ucap Livy khawatir. Angga hanya diam saja.
Tidak beberapa lama Dara datang.
"Tuan tidak kenapa-kenapa kan?" ucap Dara. Angga Menggeleng kan kepala nya.
"Saya mau berbicara dengan Dara, sebaiknya kamu keluar." ucap Dara pada Livy.
"Aku tidak akan mengganggu, aku akan di sini menemani kamu." ucap Livy.
"Kamu dengar tidak?" ucap Angga. Livy memasang wajah cemberut dan terpaksa keluar.
"Bagaimana keadaan Tania?" ucap Angga. "Ya ampun Tuan, sebaik nya tuan mengkhawatirkan keadaan Tuan." ucap Dara.
"Jawab pertanyaan saya!" ucap Angga.
"Saya sudah mengantar kan Tania ke rumah nya. Dia sudah sampai dengan selamat. Walaupun sedikit sedih namun Eki bisa membuat nya tenang, Tuan tidak perlu khawatir karena saya akan melihat keadaan nya sekarang demi Tuan." ucap Dara.
__ADS_1
"Saya hanya bisa meminta kamu menjaga mereka. Jangan sampai Livy atau papah melukai mereka." ucap Angga.
"Tuan tidak perlu khawatir. Saya akan menjaga Tania dengan baik." ucap Dara. Angga tersenyum.
"Terimakasih Dara." ucap Angga.
Tiba-tiba seseorang datang membuka pintu dengan kasar. "Ada apa Om?" Livy yang menunggu di luar kaget karena calon mertua nya datang memasang wajah marah sambil memegang map di tangan nya.
Dara dan angga menoleh ke arah papah nya Angga.
"Apa maksud tujuan kamu dengan pemutusan kerja sama dengan perusahaan Danil?" ucap papah nya melemparkan map kepada Angga.
Angga melihat dokumen surat-surat kalau Angga tidak ingin bekerja sama dengan Danil lagi.
"Papah tidak setuju dengan keputusan kamu!" ucap Papah nya marah.
"Aku tidak ingin melanjutkan bisnis itu lagi Pah!" ucap Angga. "Tidak bisa! Kamu harus terus bekerja sama dengan Danil kalau tidak ingin perusahaan kamu bangkrut. Karena Danil bukan lah orang yang sembarangan." ucap Papah nya.
"Papah tidak mau tau kamu harus meminta maaf dan mencabut semua keputusan yang sudah kamu buat, membuat malu saja!" ucap papah nya dan langsung pergi.
"Aaargggh!!!!" Dia marah sekali sampai melemparkan map nya. Dia pergi Livy mau mengikuti nya namun di tahan oleh Dara.
"Melihat non akan membuat Tuan Angga semakin marah, sebaiknya non pulang ke rumah sendiri." ucap Dara dan pergi mengejar Angga.
"Dara!!!!!!" ucap Livy kesal.
"Kenapa kamu berteriak seperti itu cantik?" ucap Mamah tiri Angga.
"Aku sangat kesal sekali pada Dara Tante." ucap Livy.
"Kenapa lagi?" ucap Mamah nya Angga. "Nyebelin banget, aku mau menenangkan Angga namun dia selalu datang mengganggu berusaha menjauh kan aku dari Angga." ucap Livy.
"Angga lagi ada masalah, kamu jangan membuat keadaan semakin sulit yah, lagian om dan Tante selalu di pihak kamu, jadi tidak perlu khawatir kalau Angga akan pergi dengan wanita itu."
"Makasih yah Tante, karena kalau Angga bersama janda itu akan berakhir tidak baik. Dia matre, dia akan menjadi angga menjadi ladang uang nya." ucap Livy.
"Iyah Tante percaya kok. Itu sebabnya Om berusaha menjauh kan Angga dari perempuan seperti itu." ucap Mamah nya Angga.
Livy memeluk calon mertua nya itu.
__ADS_1
"Tania berpengaruh buruk bagi Angga. Aku tidak tega membiarkan nya, dia tidak mencintai Angga dengan tulus." ucap Livy.