Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 103


__ADS_3

"Saya ingin sarapan dengan Masakan kamu." ucap Angga langsung tidak ingin membahas tentang Livy.


"Saya tidak akan pernah masak lagi Tuan. Tuan sebenarnya tidak suka dengan makanan yang saya masak, tidak perlu berpura-pura suka seperti itu." ucap Tania.


Angga menatap Tania. Dia memegang tangan Tania.


"Kamu harus tau kalau kemarin saya tidak bisa memakan makanan yang di luar. lidah saya sudah candu dengan Masakan kamu." ucap Angga.


Tania menatap Angga.


"Kalau tuan tidak suka masakan saya jujur saja, saya juga tidak memaksa Tuan untuk memakannya." ucap Tania.


"Saya sangat suka, masakan kamu sangat enak." ucap Angga. "Saya mohon buat kan saya sarapan, saya sangat lapar sekarang." ucap Angga.


Melihat wajah Angga yang memelas membuat Tania luluh.


"Baiklah kalau begitu." ucap Tania. Angga tersenyum.


"Tapi ini masih sangat pagi. Kembali lah berbaring dengan saya." ucap Angga menarik tangan Tania ke tempat tidur.


"Lepas kan saya Tuan." ucap Tania mencoba untuk berontak. "Kamu jangan banyak bergerak, kamu akan menyentuh nya!" ucap Angga.


Tania langsung terdiam. "Maksud nya?" ucap Tania.


"Kamu pasti paham. Cuaca cukup dingin pagi ini." ucap Angga. Tania mendorong Angga namun tidak sengaja dia menyentuh milik Angga.


"Apa itu?" ucap Tania. Angga tersenyum. Tania memaksa melepaskan tangan Angga dan Turun dari kasur.


"Tuan jangan aneh-aneh yah!" ancam Tania kelihatan sangat gugup.


"Kamu yang membuat nya bangun, saya sudah bilang jangan bergerak." ucap Angga. "Huff ini tidak bisa di biarkan!" ucap Tania dan langsung pergi.


"Apa kamu tidak ingin membantu saya menidurkan nya?" tanya Angga. Tania tidak menghiraukan Angga memilih keluar dari kamar itu.


Angga tertawa melihat tingkah Tania.


"Asal kamu tau Tania, saya sangat bahagia ketika berada di samping kamu. Saya sama sekali tidak memikirkan masalah hidup saya." ucap Angga.


Dia mengambil bantal Tania memeluk nya dan mencium aroma wangi Tania. "Haaaaaaaaahhhhhhhhh.... Sangat Wangi sekali.." ucap Angga.


Dia tidur kembali karena dia Masih sangat mengantuk.


"Sayang....." Livy datang ke lantai kamar Angga.


Namun dia tidak melihat orang yang di cari nya di sana.


"Pagi Non Livy." ucap pelayan.


"Angga mana?" tanya Luvy.

__ADS_1


"Seperti nya masih ada di kamar nya Non." ucap Pelayan.


Livy berjalan ke arah kamar Angga. "Tok!! Tok!! Tok!!" Dia mengetuk pintu namun tidak ada yang membuka nya.


"Seperti nya Tuan Angga Masih tidur non, sebaik nya jangan di ganggu." ucap Fani.


"Heh kamu diam yah!" ucap Livy. Fani menghela nafas panjang.


"Saya ingin berbicara dengan kamu!" ucap Livy menarik tangan Fani ke balkon.


"Ada apa Non?" tanya Fani.


"Ada apa, ada apa! Kamu semua penyebab nya!" ucap Livy.


"Maksud Non apa?" tanya Fani.


"Saya sudah tau kalau sebenarnya kamu memata-matai saya kan?" ucap Livy. Fani langsung terdiam.


"Huff kenapa Tuan Angga jujur sih kepada wanita ini, kalau seperti ini aku yang repot." ucap nya dalam hati.


Sementara Angga yang tadi nya masih sangat nyenyak di kamar Tania terbangun karena mendengar suara ketukan keras di pintu dan juga suara. Dia pikir seseorang mengetuk pintu kamar yang dia tempati.


"Ada apa sih ribut-ribut?" ucap Angga dengan kesal melihat Livy dan Juga Fani di balkon.


"Saya sudah menangkap orang suruhan kamu, kamu pikir saya wanita bodoh? Saya tau kalau kamu memakai saya." ucap Livy.


"Loh bukan Tuan Angga? Hampir saja aku mau marah-marah kepada tuan Angga." batin Fani.


"Laporkan saja." ucap Fani.


"Berani-beraninya kamu melawan saya!" ucap Livy.


"Heh!! Ada apa ini?" ucap Angga. Livy Langsung kalem. "Ada apa Livy?" tanya Angga mendekati mereka.


"Ini Loh Fani menceritakan tentang pria yang brengsek. aku gemes dan ujung-ujungnya sedikit ribut. Maafin Aku yah." ucap Livy.


Angga menoleh ke arah Fani yang memasang wajah benci kepada Livy.


"Ya udah deh sayang kita sarapan aja yok, aku sudah lapar dari tadi, kamu Malah baru bangun." ucap Livy memaksa Menarik tangan Angga keluar dari balkon itu.


Angga yang masih Setengah sadar hanya mengikuti ajakan Livy saja.


Angga melihat ke sekeliling tidak ada Tania.


"Lihatin apa sih sayang?" tanya Livy karena dari tadi Angga melihat ke arah dapur.


Tiba-tiba Tania datang membawa Makanan yang menjadi sarapan pagi. Livy bisa melihat kalau Angga melihat Tania sangat berbeda.


"Silahkan sarapan." ucap Angga pada semua orang yang ada di Meja makan.

__ADS_1


"Dara mana yah? kenapa gak keluar untuk sarapan?" tanya Livy.


"Dia demam." Jawab Angga. "Kasihan sekali." ucap Livy. "Sebaiknya kamu Makan jangan banyak tanya!" ucap Angga.


Livy menganguk. "Kok kamu makan itu sih? Itu gak enak." ucap Livy melihat Angga memakan masakan Tania.


"Makan saja!" ucap Angga. Livy terdiam. Rendi mengambil lauk yang khusus untuk Angga karena tau itu masakan Tania.


Namun saat Rendi mengambil sedikit Angga menatap nya dengan tatapan tajam.


"Kenapa sih makanan saja di rebutin." ucap Livy.


"Ini makanan Tania. Ini pasti sangat enak. Coba cicip dong Tuan." ucap Fani.


"Masakan Tania? Bukan nya di rumah ini sudah ada khusus koki?" ucap Livy.


Tidak ada yang perduli karena semua nya fokus pada makanan masing-masing.


Livy melihat Tania dengan tajam. Tania sadar dengan tatapan Livy namun dia tidak berani menatap nya lagi.


Di siang hari nya Fani datang ke kamar Angga.


"Ada apa kamu ke sini?" tanya Angga. Fani melihat Tania yang sedang menyiapkan pakaian untuk Angga.


"Tuan jadi ke rumah orang tua tuan?" tanya Fani.


"Livy memaksa saya. Sebenarnya saya ingin istirahat di rumah." ucap Angga.


"Humm kalau begitu saya dengan Tania boleh keluar kan?" tanya Fani.


"Aku sudah ada janji dengan Dara." ucap Tania.


"Tapi Dara demam dia tidak akan bisa kemana-mana. Keluarga nya juga akan datang sebentar lagi." ucap Fani.


"Kalian mau kemana?" tanya Angga.


"Saya ingin membawa Tania jalan-jalan bersama teman-teman saya." ucap Fani.


"Saya tidak akan mengijinkan kalian untuk minum! Kalau di larang Kalian akan mendapatkan hukuman." ucap Angga. Fani menganguk.


"Terimakasih Tuan, kalau begitu saya permisi dulu. Kamu siap-siap yah Tania." ucap Fani.. Tania menganguk kesenangan.


Angga tersenyum melihat Tania.


"Kamu kelihatan nya sangat senang bisa keluar." ucap Angga. Tania langsung diam.


"Sebaiknya Tuan segera memakai pakaian. Non Livy sudah menunggu di bawah." ucap Angga.


Angga memakai pakaian nya.

__ADS_1


"Ambil ini!" ucap Angga. "Handphone baru?" tanya Tania kaget.


"Beri tahu saya jika kamu membutuhkan sesuatu. Jangan memberikan handphone ini kepada orang lain karena nomor saya pasti tersimpan di sana." ucap Angga.


__ADS_2