Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 189


__ADS_3

"Aku senang kok." ucap Malvin.


"Tania...." Tiba-tiba Dara dan Nada datang.


Malvin melihat Tania yang langsung menyembunyikan bunga di bawah meja ketika mereka mendekat.


"Loh Kalian di sini juga? Kenapa tidak mengabari aku?" ucap Tania.


."Bagaimana cara Mengabari kamu, kamu saja sibuk sendiri." ucap Dara.


"Enggak kok." ucap Tania. Dara dan Nada melihat ke arah Malvin sambil tersenyum.


"Kami lagi makan, ayo ikut Makan." ucap Tania.. Tadi nya Tania selalu diam sekarang sudah kelihatan biasa saja dan happy ketika bersama Dara dan Nada.


"Kalau begitu aku melihat Eki dengan orang tua ku dulu yah." ucap Malvin.. Tania menganguk.


"Mantan mertua kamu juga ikut Tania?" tanya Dara, Tania menganguk.


"Pantesan saja tuan anggota menyerah dan memilih untuk mundur. Ternyata kamu sudah kembali dekat dengan keluarga mantan suami kamu." ucap Dara.


"Bukan seperti itu, kamu salah." ucap Tania.


"Kami sama sekali tidak masalah kamu memilih mantan suami kamu, tapi asal kamu bahagia." ucap Fani.. Tania terdiam.


"Baiklah kalau begitu kami pamit dulu yah."' ucap Dara dan Fani.


"Dara.. Fani kalian jangan marah gitu Dong." ucap Tania.


"Enggak kok, kamu bahagia kalau kamu bahagia, begitu juga dengan Tuan Angga ,dia pasti bahagia kalau kamu juga bahagia." ucap Dara.


"Mereka pergi meninggalkan Tania.


"Huff kelihatan sekali mereka kecewa kepada ku, tapi tidak ada satu pun yang mengerti dengan posisi ku sekarang." ucap Tania.


Tidak beberapa lama Malvin datang membawa Eki.


"Tania kamu hari ini tidak sibuk kan? Mumpung hari Minggu, ini pertama kali nya bapak sama ibu ngajakin kamu Makan malam di rumah." ucap Orang tua Malvin.


Tania menoleh ke arah Malvin.. Malvin menganguk sambil tersenyum.


"Tapi..."


"Sekalian ajak Bibik Sisi dan juga Mona, anggap saja ini adalah permintaan maaf kami kepada kamu." ucap Orang tua Malvin.


"Tapi tidak perlu repot-repot seperti itu Bu." ucap Tania.


"Sudah tidak apa-apa, kalau kamu datang ibu dan bapak sangat senang sekali." ucap Orang tua Malvin.

__ADS_1


Tania sebenarnya tidak ingin pergi, namun dia tidak enak jika menolak ajakan orang tua.


"Baiklah kalau begitu Bu." ucap Tania.


Orang tua Malvin sangat senang sekali. "Ya sudah kalau begitu kami pulang duluan yah, sampai jumpa di rumah.. Jangan lupa membawa mereka nanti Malvin." ucap mamah nya kepada Malvin.


"Iyah mah, mana mungkin aku lupa." ucap Malvin..


"Hati-hati Bu." ucap Tania.


Setelah mereka pergi Tania mengajak Malvin pulang, namun Eki sekarang yang tidak mau pulang, dia menarik tangan Tania untuk membeli mainan yang begitu banyak.


Tania bingung harus membayar nya bagaimana namun Malvin langsung membayar semua nya.


"Setelah aku gajian aku akan membayar semua nya." ucap Tania. "Ini untuk Eki. Dia juga anak ku dan tanggung jawab ku. Yang aku kasih belum seberapa." ucap Malvin. Thania diam.


"Sini biar aku Saja." ucap Malvin mengambil kantong belanjaan dari tangan Tania dan juga dia menggendong Eki ke arah parkiran.


Sudah sampai di dalam mobil mereka pulang..


"Assalamualaikum..." Ucap Tania.


"Walaikumsalam... Kok cepat banget sih pulang nya?" ucap Bibik sisi.


Tania hanya tersenyum. "Ini adalah makanan untuk Bibik." ucap Tania.


"Kalau begitu terimakasih yah sudah mengantar kami jalan-jalan dan membayar semua ini." ucap Tania mengambil belanjaan dari tangan Malvin.


"Baiklah kalau begitu, sampai jumpa nanti." ucap Malvin.. Thania menganguk melambaikan tangan nya dan langsung menutup pintu sebelum memastikan Malvin pergi.


"Ada apa nanti? Apa Malvin mau ke sini lagi? dia seperti nya tidak mau menyerah." ucap Bibik Sisi.


"Bukan seperti itu Bik, orang tua Malvin mengundang kita untuk makan malam di rumah nya, sebagai permintaan maaf." ucap Tania.


"Oohhh begitu." ucap Bibik sisi.


"Humm Mona mana Bik? Kenapa dari tadi tidak kelihatan?" ucap Tania karena biasanya adikk nya udah sibuk Bertanya.


"Tadi tiba-tiba dia buru-buru pergi setelah mendapatkan telepon. Bibik juga tidak tau dia pergi kemana." ucap Bibik Sisi.


Tania mencoba menelpon nya namun tidak di angkat.


"Tidak di angkat bik, kira-kira dia Kemana yah?" ucap Tania.


"Mungkin lagi sama teman-teman nya." ucap Bibik Sisi.. Tania menghela nafas panjang.


Sementara di tempat lain Mona sedang bertemu dengan Angga.

__ADS_1


"Kenapa kakak meminta ku ke sini?" tanya Mona.


Angga menghela nafas panjang melihat Mona.


"Saya sudah membuat Tania kecewa kepada saya." ucap Angga. "Maksud kakak?" tanya Mona.


Angga bercerita panjang lebar kepada Angga.


Mona hanya bisa menghela nafas panjang. Dia juga tidak bisa mengatakan api tentang hubungan mbak nya dengan pria itu.


"Apakah menurut kamu Tania Akan memilih Malvin?" tanya Angga. Mona Menaik kan bahu nya.


"Aku tidak tau kak, seperti nya Iya karena itu adalah ayah kandung Eki. mbak Tania sangat mencintai kak Malvin dulu, aku tidak tau sekarang." ucap Mona.


Angga yang mendengar itu beberapa kali Menghela nafas panjang memegang kepala nya.


"Kakak terlihat sangat pucat, Suara kakak juga berbeda, apa kakak sedang sakit?" tanya Mona.


"Hanya pusing sedikit saja, saya akan minum dan pasti sudah sembuh." ucap Angga.


"Dan kakak kenapa bisa di sini? Kenapa tidak kembali ke rumah kakak?" tanya Mona.


"Apartemen ini tempat saya untuk menenangkan diri." ucap Angga. Mona mengerti di tidak lanjut bertanya lagi.


"Ya sudah kalau begitu kakak istirahat saja, aku harus pergi karena teman ku menunggu." ucap Mona.


"Tolong kabarin saya apapun yang terjadi kepada Tania." ucap Angga..Mona menoleh ke arah Angga.


"Baiklah kak. Semoga kakak cepat sembuh." ucap Mona. Dia pergi dari apartemen Angga. Angga langsung tergeletak di sofa apartemen nya itu.


"Kamu membuat saya seperti orang gila seperti ini Tania." ucap Angga..


"Hummm benar sekali, tuan seperti orang aneh yang gila karena cinta." ucap Dara. Mereka baru saja datang.


Angga melihat mereka dia langsung duduk.


"Bagaimana bisa kalian di sini?" tanya Angga.


"Lihat banyak sekali pekerjaan yang terbengkalai karena urusan hati Tuan." ucap Dara.


Angga melihat nya dia menghela nafas panjang.


"Saya minta maaf, saya minta tolong kepada kalian untuk menyiapkan nya terlebih dahulu, saya sangat capek dan juga pusing." ucap Angga.


"Kami membawa ini untuk Tuan." ucap Dara memberikan makanan. "Tadi waktu Makan tidak sengaja'bertemu dengan Tania." ucap Dara.


"Tania?" ucap Angga.

__ADS_1


"Dia tidak datang sendirian melainkan bersama Malvin, Keluarga Malvin dan juga Eki, mereka terlihat sudah sangat dekat dan kembali akur lagi." ucap Fani.


"Bagus deh kalau begitu, Eki akan memiliki keluarga yang utuh lagi." ucap Angga sambil tersenyum.


__ADS_2