Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 193


__ADS_3

"Kamu Bisa berhenti meledek saya tidak?" ucap Angga Kesal. Dara menggeleng kan kepala nya.. Angga kesal namun Dara dan Fani semakin membuat nya Kesal.


."Jadi apa Tuan sungguh -sungguh mau meninggalkan Tania?" tanya Dara. Angga menggeleng kan kepala nya.


mereka bertiga tertawa.


"Sudah capek-capek untuk menenangkan diri, mencoba untuk move on namun ternyata malah tidak bisa " ucap Dara.


"Saya mencintai Tania, begitu juga dengan Tania..Saya hanya salah paham tentang hubungan mereka. Ternyata Tania memilih dengan saya." ucap Angga.


Dara dan Fani menghela nafas panjang.


"Tuan sendiri yang terlalu berfikir yang aneh-aneh kepada Tania." ucap Dara, Angga diam.


Sementara Tania baru saja sampai di rumah.


"Tania kamu baru pulang? Bagaimana dengan keadaan Angga?" tanya Bibik Sisi.


"Sudah jauh lebih baik Bik, Eki mana?" tanya Tania.


"Dia baru saja pergi jalan-jalan sore bersama Mona dan juga Malvin." ucap Bibik Sisi.


"Malvin ke sini bik?" Tanya Tania.


"Iyahh.. Sudah dari kemarin dia mencari kamu." ucap Bibik Sisi. Tania menghela nafas.


"Oh iya bagaimana hubunganmu dengan Angga?" tanya Bibik Sisi.


"Hubungan ku dengan Angga sudah baik lagi Bik." ucap Tania.


"Kalau begitu kamu harus tegas kepada Malvin, jangan membuat kesalahan pahaman di kemudian hari." ucap Bibik sisi.


"Iyahh bik aku mengerti kok, hanya saja aku tidak tau bagaimana menjelaskan nya kepada Malvin." ucap Tania.


"Jelas kan saja apa adanya, kenapa kamu harus takut?" ucap Bibik Sisi.


"Aku takut dia marah bik, dan karena Malvin marah dia akan mengambil Eki dari aku." ucap Tania.


"Kamu tidak perlu takut.." ucap Malvin yang baru saja datang.


"Aku tidak akan pernah mengambil Malvin dari kamu." ucap Malvin karena mendengar percakapan Tania yang terakhir.


"Kenapa mbak mengatakan seperti itu?" tanya Mona.


Tania paham kalau Malvin tidak mendengar semua percakapan mereka.


"Tidak apa-apa kok." ucap Tania.


"Aku hanya membawa mereka jalan-jalan keluar, namun kamu sudah berfikir aku akan membawa Eki." ucap Malvin.


"Maksud aku bukan seperti itu, kamu jangan salah paham." ucap Tania. Malvin menghela nafas panjang.


"Kamu baru pulang?" tanya Malvin. Tania menganguk.


"Kamu dari mana? Aku sangat mengkhawatirkan kamu." ucap Malvin. "Aku..."

__ADS_1


"Kalau kamu bekerja sehingga tidak ingat waktu pulang sebaiknya kamu berhenti saja, kasihan kamu dan juga Eki." ucap Malvin.


"Aku akan memberikan nafkah untuk kamu dan juga Eki, kamu tidak bisa menolaknya karena Eki adalah anak ku, aku masih memiliki tanggung jawab." ucap Malvin.


"Aku bekerja untuk menghilangkan rasa Bosan ku, aku juga masih ingin banyak belajar menjahit. Aku senang menjahit." ucap Tania.


"Tapi jangan sampai seperti ini, sudah dua malam kamu tidak pulang, Eki mencari kamu." ucap Malvin.


Melihat Malvin sangat khawatir dia menjadi merasa bersalah tidak jujur.


"Ya udah kalau begitu Mona sama Eki mandi dulu yah, Bibik juga mau ke depan." ucap Bibik Sisi. Tania dan Malvin menganguk.


"Nih aku bawain jajanan untuk kamu. Dulu waktu pacaran kamu suka sekali dengan jajanan ini." ucap Malvin.


Tania mengambil nya. "Terimakasih banyak yah." ucap Tania mengambil makanan dari tangan Malvin.


"Humm kalau begitu aku pulang dulu yah." ucap Malvin.


"Tunggu dulu, aku mau membicarakan hal yang penting kepada kamu." ucap Tania.


"Mau membicarakan tentang apa?" tanya Malvin.


"Hummm aku mau bilang sejujurnya sama kamu..."


namun tiba-tiba handphone Tania berdering.


Malvin yang sudah siap mendengar kan melihat ponsel Tania berdering membuat nya menghela nafas panjang.


Tania melihat siapa yang menelpon ternyata Angga.


Malvin menganguk dia meninggalkan rumah Bibik Sisi.


Tania menjawab telepon dari Angga.


"Halo ..." ucap Tania.


"Haloo sayang.. Kamu sudah sampai di rumah?" tanya Angga.


"Sudah dari tadi." ucap Tania.


"Saya merindukan kamu." ucap Angga.


Tania tersenyum.


"Kita baru saja bertemu. Baru beberapa jam namun kamu sudah merindukan aku?" ucap Tania. Angga memanyunkan bibirnya.


"Malam ini saya akan datang ke dan." ucap Angga.


"Jangan!" ucap Tania.


"Kenapa?" tanya Tania.


"Besok aku aku Akan ke tempat kamu bersama Eki." ucap Tania.


"Kamu serius?" tanya Angga, Tania menginyakan.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, saya akan menunggu kamu." ucap Angga. Tania menganguk.


"Selamat malam." ucap Angga.


"Selamat malam juga." panggilan telepon langsung mati.


Tania senyum-senyum sendiri.


"Ya Allah berikan kelancaran di semua rencana kamu. Berikan juga kami hati yang lapang untuk menghadapi semua masalah." ucap Tania.


"Ekhem-Ekhem..." Mona keluar dari kamar menggendong Eki.


"Mbak senyum-senyum kenapa tuh?" ucap Mona.


"Huff dasar Kepo." ucap Tania kepada adiknya.


"Anisa dapat kata-kata cinta dari kak Malvin yah?" ucap Mona.


"Husss kamu Ngomong apa sih?" ucap Tania.


Mona tersenyum.


"Kak Malvin ngajakin aku jalan-jalan hari Minggu Besok, mbak ikut yah, masa hanya aku dengan Bibik saja." ucap Mona.


"Mbak sih pengen ikut, Tapi mbak tidak akan di ijinkan sama kak Angga." ucap Tania. "Mbak dengan kak Angga sudah Baikan?" ucap Mona.. Tania menganguk.


"Alhamdulillah kalau begitu. Sebaiknya mbak langsung saja tunangan." ucap Mona.


"Kenapa kamu begitu tergesa-gesa? sekarang masalah nya adalah bagaimana kakak bisa menjelaskan kepada Malvin agar keluarga nya juga mengerti." ucap Tania.


"Oh iya juga yah mbak, apa lagi nanti urusan nya sama orang tua kak Malvin." ucap Mona.


"Kamu bantuin mbak dong." ucap Tania.


"Bantuin ngomong?" ucap Mona, Tania menganguk.


"Baiklah kalau begitu, aku sangat ingin kak Angga jadi kakak ipar ku, itu sebab nya aku melakukan ini walaupun rada-rada tidak enak hati." ucap Mona.


"Kamu memang adik yang bisa di andalkan." ucap Tania.


Mona tersenyum. "Aku selalu berdoa yang terbaik untuk kakak." ucap Mona.


"Aminn." ucap Tania.


Keesokan harinya...


"Assalamualaikum..." ucap Tania yang baru saja datang ke apartemen Angga. "Walaikumsalam...." ucap Angga yang baru saja keluar dari kamar.


"Ya ampun Angga.. Kenapa jam segini kamu belum mandi?" ucap Tania melihat Angga masih berpakaian baju tidur.


"Papah... Papah.." ucap Eki minta di turunkan dari gendongan Tania berjalan ke arah Angga. Angga melihat Eki langsung tersenyum dan menggendong nya.


"Om sudah rindu pada Eki. Eki kenapa tidak datang menemui Om?" ucap Angga. Eki terlihat sudah sangat merindukan Angga.


"Aku bawa sarapan, kamu pasti belum sarapan." ucap Tania kepada Angga.

__ADS_1


"Humm kamu benar banget, sekarang perut saya sangat lapar Sekali." ucap Angga.. Tania menyiapkan sarapan di mangkuk dan membawa nya kepada Angga yang duduk di sofa bersama Eki.


__ADS_2