
"Makasih yah." ucap Nada. Tania tersenyum.
"Bilang sama Aris agar jangan terlalu kasar lagi. Karena kandungan yang masih muda sangat lah lemah." ucap Tania.
"Baiklah-baiklah Tania." ucap Aris. Tania tertawa, panggilan telepon pun langsung mati..
"Ada apa? Kenapa kelihatan nya kamu sangat senang?" tanya Angga. "Nada Hamil." ucap Tania. "Hamil?" ucap Angga. Tania menganguk.
"Teman kamu sudah hamil..Kamu kapan akan mengandung anak saya?" tanya Angga.
"Nikahi aku terlebih dahulu." ucap Tania, Angga tersenyum.
"Baiklah kalau begitu." ucap Angga. Tania Tersenyum.
"Buruan mandi sana, aku mau masak dulu." ucap Tania.
"Kamu tidak perlu capek-capek masak, kita akan Makan malam di rumah orang tua saya." ucap Angga.
Tania menganguk.
Keesokan harinya...
"Tania..." Malvin mendatangi Tania ke Butik.. Tania yang sedang bekerja melihat Malvin datang terkejut. "Loh kok kamu ke sini tidak mengabari aku?" tanya Tania.
"Aku minta maaf. Tapi kamu tadi malam tidak pulang lagi." ucap Malvin. Tania bingung mau menjawab apa lagi.
"Aku ke sini bawain kamu makanan." ucap Malvin. "Aku sudah makan siang." ucap Tania.
"Ini hanya CFC kok, kamu bisa jadi kan cemilan." ucap Malvin mengambil kursi dan duduk di samping Tania.
Malvin menyuapi Ayam ke mulut Tania yang sedang bekerja.
"Nanti aku akan Makan sendiri, kamu tidak perlu repot-repot." ucap Tania.
"Tidak apa-apa kok." ucap Malvin. "Karena Eki tidur, aku akan mengurus kamu." ucap Malvin. Tania memakan sekali suapan dari Malvin.
"Aku akan memakan sendiri, kamu tidak perlu repot-repot." ucap Tania.
Namun Malvin tidak mau mendengar kan nya, dia semakin menyuapi Tania.
"Malvin aku jadi tidak fokus bekerja kalau kamu memaksa ku untuk makan." ucap Tania mulai kesal karena sudah kenyang.
Malvin langsung terdiam. "Baiklah aku minta maaf, tapi ini sekali lagi sudah habis." ucap Malvin. Tania menggeleng kan kepala nya dia langsung minum.
Tania melihat Malvin yang menghabis kan KFC yang dia bawa.
__ADS_1
"Aku hanya ingin makan siang sama-sama dengan kamu, namun kenapa kamu harus marah?" ucap Malvin. "Kalau kamu mau Makan, makan lah sendiri. Aku tidak ingin perhatian dari kamu. Aku menerima kamu kembali karena aku tau Eki membutuhkan kamu." ucap Tania.
"Bagaimana dengan kamu?" tanya Malvin. Tania menatap wajah Malvin.
"Aku tidak lagi mencintai kamu, aku tidak ada niat kembali kepada kamu. Aku mohon berhenti untuk mengejar ku, untuk mendapatkan ku lagi. Karena aku rasa itu tidak akan mungkin hati ku sudah di isi oleh pria lain." ucap Tania.
"Angga kan?" ucap Malvin. Tania Menganguk.
"Aku mohon jangan pernah menyalah kan Angga. Aku tau Kalau kalian berteman. Aku dengan Angga saling mencintai." ucap Tania.
"Baiklah aku mengerti." ucap Malvin.
"Sekali lagi aku minta maaf sama kamu." ucap Tania.
"Lalu bagaimana dengan waktu satu bulan yang aku minta?" tanya Malvin.
"Aku rasa itu hanya membuang waktu dan tenaga. Aku dengan Angga sudah mau tunangan." ucap Tania. Mendengar itu Malvin terlihat sangat kecewa sekali.
"Kalo kamu benar-benar mencintai aku sebelum nya kamu tidak akan pernah meninggalkan aku Selama itu." ucap Tania.
Malvin menunduk kan kepala nya.
"Aku yang salah Selama ini, aku yang membuat semua nya seperti ini aku minta maaf." ucap Malvin memegang tangan Tania.
"Aku harap kamu bisa mengerti aku, ijinkan aku menikah dan beri penjelasan kepada keluarga kamu." ucap Tania.
"Kalau itu yang membuat kamu bahagia aku tidak akan pernah menghentikan nya. Dan tentang Eki. Aku mau pun Keluarga ku tidak akan pernah mengambil nya dari kamu." ucap Malvin.
Tania diam.
"Kalau begitu aku permisi dulu." ucap Malvin. Tania hanya melihat Malvin saja. Malvin mencium pipi Eki dan keluar dari sana.
Kasir yang kebetulan masuk ke dalam dia melihat Malvin keluar dengan wajah yang sangat kecewa berbeda pas waktu masuk tadi.
"Ada apa dengan mantan suami mbak?" tanya kasir kepada Tania. Tania menggeleng kan kepala nya.
"Humm baiklah itu bukan urusan ku, tapi kamu harus melihat ini deh, banyak pesenan masuk." ucap kasir.
"Seperti nya ini untuk acara pernikahan." ucap Tania. Kasir menganguk.
"Siapa yang memesannya? Apakah bisa bertemu langsung dengan aku?" tanya Tania.
"Orang yang memesan sangat sibuk. Dia juga sudah mengirimkan ukuran semua badan dan juga uang nya sudah masuk." ucap kasir.
"Kalau sudah seperti ini kita tidak bisa menolak lagi, takut mereka kecewa dan reputasi Butik ini rusak." ucap kasir.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu ambil saja. Ini untuk acara yang sakral, aku tidak ingin membuat pengantin nya kecewa." ucap Tania.
Akhirnya mereka memilih bahan yang terbaik.. Kebetulan pesenan sebelum nya sudah selesai dia bisa langsung mengerjakan nya langsung.
Tania sangat senang sekali kalau membuat baju pengantin atau untuk Tamu undangan di hari pernikahan.
Angga di kantor nya sedang fokus bekerja.
"Permisi Tuan, ada tamu." ucap Fani dan Rendi datang bersama.
"Suruh saja masuk." ucap Angga. Tamu pun masuk.. Angga melihat Malvin yang datang. Rendi dan Fani di suruh keluar.
"Tolong buatkan kopi dua ." ucap Angga. Fani menganguk.
"Silahkan duduk." ucap Angga. Malvin menganguk dia duduk di depan Angga.
"Sudah Lama kamu di sini, namun kamu baru mau datang ke sini." ucap Angga. Malvin tersenyum.
"Aku yakin pasti ada niat lain kamu datang ke sini." ucap Angga.
Malvin menggeleng kan kepala nya.
"Aku hanya ingin menemui sahabat ku, apa aku salah datang ke sini?" tanya Malvin. Angga berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke arah balkon ruangan nya.
"Senang kamu mau berkunjung ke sini. Aku masih ingat kalau kamu pernah mengatakan kamu tidak akan datang mau datang ke sini." ucap Angga.
"Dulu hanya bercanda karena kamu tidak mau datang mengunjungi ku, kamu hanya mau datang mengunjungi Livy." ucap Malvin.
Angga menatap Malvin. "Livy sudah masa lalu ku, jangan membahas itu lagi." ucap Angga.
"baiklah-baiklah aku minta maaf." ucap Malvin.
"Kamu kesini pasti mau membahas Tania kan?" tanya Angga. Malvin menatap Angga.
"Langsung saja, apa yang ingin kamu tanyakan?" ucap Angga.
"Sebelum nya kamu berjanji akan memberikan Tania kepada ku, mana janji kamu?" ucap Malvin.
Angga hendak berbicara namun tiba-tiba Fani datang membawa kan kopi kepada mereka.
"Silahkan di minum kopi nya Tuan, Pak." ucap Fani..
"Terimakasih, kamu boleh keluar." ucap Angga.. Melihat suasana sangat serius, Fani cepat-cepat keluar dari sana.
"Agaknya mereka membicarakan apa yah? Pasti ini membahas Tania, apa nanti mereka akan berkelahi?" ucap Fani.
__ADS_1