Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 122


__ADS_3

"Dia sangat jarang pulang ke rumah, aku jauh merasa bersalah, sekarang Eki yang masih kecil harus menanggung semua nya." ucap Mona.


Tomi sangat sedih, merasa bersalah. Rasanya tidak sanggup untuk menemui Tania dan juga Eki.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di depan rumah Bibik Sisi. Mona terkejut melihat Tania dan juga Eki di depan rumah lagi duduk-duduk.


"Mbak Tania kapan pulang?" ucap Mona sangat senang.


Tania berdiri ketika melihat Tomi. Dia langsung memasang wajah marah.


Tania mendekati mereka dan menarik Mona ke belakang nya.


"Mbak aku bisa jelasin, jangan berfikir yang tidak-tidak dulu, Mbak.." ucap Mona berusaha menahan Tania namun Tania sudah menampar wajah Tomi.


Mona langsung terdiam. Begitu juga dengan Tomi.


"Ngapain kamu ke sini lagi? Kenapa kamu datang menemui Mona lagi setelah semua kelakuan kamu ?" ucap Tania dengan suara yang bergemetar.


"Saya datang ke sini untuk meminta maaf kepada Mbak." ucap Tomi. "Tidak berguna kata maaf dari kamu, tidak ada gunanya lagi. Keluarga saya sudah hancur, namun tambah hancur karena kamu!" ucap Tania.


"Mbak jangan berbicara seperti itu." ucap Mona.


"Dan kamu! Mbak sudah bilang jangan pernah berhubungan lagi dengan Tomi! kamu tidak mau mendengar kan kata-kata mbak!" ucap Tania.


"Ini bukan salah Mona mbak, jangan Marahin Mona, ini adalah salah ku." ucap Tomi.


"Iyah memang ini adalah salah kamu! Sekarang saya tidak ingin melihat wajah kamu mau pun mendengar kamu mendekati adik saya lagi!" ucap Tania.


"Saya minta maaf Mbak, jangan pernah larang saya bertemu dengan Mona, saya tidak akan melakukan hal yang aneh atau macem-macem." ucap Tomi.


Tania mendorong Tomi.


"Jangan harap bisa! Sekarang kamu pergi sebelum saya memanggil warga!" ucap Tania.


Tania langsung masuk ke dalam. Mona bingung.


"Sebaiknya kamu pulang saja, aku berbicara dengan Mbak Tania dulu." ucap Mona.


"Aku tidak akan menyerah, aku akan datang mendapatkan Maaf dari mbak Tania." ucap Tomi. Mona menganguk sambil tersenyum.


"Sakit yah?" ucap Mona melihat pipi Tomi.


"Tidak.. Ini tidak sesakit penderitaan yang di tanggung oleh mbak Tania karena Pria brengsek seperti ku." ucap Tomi.


Mona diam.

__ADS_1


"Kalau begitu aku pulang. Masih ada waktu tiga hari lagi." ucap Tomi. Mona melihat Tomi pergi dia pun langsung masuk ke dalam.


"Mbak Tania...." Panggil Mona masuk ke dalam.


Dia melihat Tania yang duduk termenung di ruang tengah.


"Mbak aku minta maaf. Bukan bermaksud tidak menuruti kata-kata Mbak." ucap Mona.


"Jangan kembali lagi pada Tomi! Itu adalah perintah Mbak." ucap Tania.


"Tapi mbak Tomi sudah mau berubah." ucap Mona.


"Kenapa? Apa kamu mau kembali lagi kepada dia? Biar sekolah kamu berantakan? Biar sekali lagi kamu masuk ke rumah sakit?" ucap Tania.


Mona menatap wajah Tania yang terlihat sangat marah.


"Ada apa dengan mbak Tania? Kenapa kelihatan nya dia sangat marah? Tidak biasa nya. Apa dia sangat benci kepada Tomi? seperti nya benar-benar tidak ada harapan lagi untuk hubungan kami." batin Mona.


"Mbak aku minta maaf, tapi aku sangat mencintai Tomi. Dia adalah cinta pertama ku." ucap Mona.


"Kamu memilih dia atau mbak?" ucap Tania.


"Mbak aku mohon jangan seperti itu. Aku tidak bisa memilih." ucap Mona.


"Aku ingin memberikan Tomi kesempatan lagi Mbak." ucap Mona. Tania menggeleng kan kepala nya.


"Kalau kamu memilih dia silahkan, to perlu perduli kan mbak." ucap Tania.


Dia membawa Eki keluar meninggalkan Mona. Mona Menghela nafas panjang.


"Bagaimana ini? Mbak Tania sudah sangat marah, tapi aku bisa menyakinkan Mbak Tania. Aku pasti bisa." ucap Mona.


Tania di luar jalan-jalan Sore melewati kampung-kampung.


"Sudah lama yah aku tidak jalan-jalan sore seperti ini." batin Tania.


"Ekhem-Ekhem..." Ibu-ibu melihat Tania langsung memasang wajah Julid, sementara bapak-bapak di Sana atau pun laki-laki menyapa nya dengan baik.


Semua ibu-ibu yang melihat itu hanya bisa Kesal karena suami mereka mencoba menggoda Tania yang lebih cantik dari mereka.


Tania bodoh amat dia hanya ingin jalan-jalan Sore agar lebih tenang karena pulang akan membuat kepala nya semakin pusing.


Di rumah Angga...


"Ini sudah jam berapa kenapa Angga Belum pulang yah?" ucap Livy melihat sudah jam enak Sore.

__ADS_1


"Kemana yah dia?" ucap Livy. Mencoba menelpon namun tidak aktif.


Tidak terasa sudah malam hari.


"Dia kemana yah?" ucap Livy yang menunggu dari tadi.


tiba-tiba handphone nya berdering calon mertua nya menelpon kalau Angga berada di rumah mereka. Livy Sedikit tenang dan memutuskan untuk ke rumah camer nya.


Di rumah Bibik Sisi, pemilik rumah baru saja pulang namun Heran kenapa rumah begitu Sepi.


"Assalamualaikum.."


"Walaikumsalam bik." ucap Mona keluar dari kamar nya.


"Kok rumah sepi? Di mana mbak Tania dan juga Eki?" tanya Bibik Sisi.


"Ada di rumah kami Bik." ucap Mona.


"Loh kok udah malam masih di sana?" ucap Bibik sisi. Mona diam.


"Ada apa?" tanya Bibik sisi melihat wajah Mona yang terlihat sedih.


"Aku mau cerita bik, Tapi Bibik janji jangan marah Dulu." ucap Mona.


"Ada apa? Kenapa Bibik marah?" ucap Bibik Sisi.


"Tomi datang lagi Bik. Dia datang meminta maaf dan berjanji akan berubah." ucap Mona. "Jangan Percaya! Dia anak yang tidak baik!" ucap Bibik Sisi.


Mona menghela nafas panjang.


"Bagaimana aku harus menjelaskan nya bik? Aku percaya dia akan berubah. Dia sungguh-sungguh bik, aku juga ingin memberikan kesempatan untuk nya." ucap Mona.


"Jangan bilang karena ini Mbak Tania marah?" ucap Bibik Sisi. "Iyah Bik, Tomi datang ke sini meminta maaf namun Mbak Tania tidak mau memaafkan nya." ucap Tania.


"Wajar saja sih. Kamu sendiri sebagai adik nya apa tidak merasa iba kepada mbak Tania? Masalah nya tak pernah selesai." ucap Bibik sisi.


"Pokoknya Bibik tidak setuju kamu bersama Tomi lagi. banyak laki-laki di luar sana.. Sekarang kamu harus fokus ke sekolah dan membalas semua perjuangan mbak mu." ucap Bibik Sisi.


Dia pun langsung ke kamar mandi mau mandi karena sudah sangat lelah dan berkeringat Bekerja.


Mona menghela nafas panjang. "Bagaimana ini? apa yang harus aku lakukan? Apa aku benar-benar harus menyerah, aku harus mengiklas kan semua nya?" ucap Mona.


Tiba-tiba mbak nya datang bersama Eki.


"Mbak dari mana saja?" ucap Mona. "Tidak perlu tau!" ucap Tania dengan Judes. Mona mengikuti Tania ke dalam kamar.

__ADS_1


__ADS_2