
"Lepaskan!" ucap Livy langsung pergi. Angga menghela nafas panjang. Dia mengelus rambut nya dan duduk di atas meja kerja nya.
"Livy kamu mencoba untuk memancing emosi saya." ucap Angga. Tiba-tiba ponsel nya berdering telepon dari rumah.
Mereka memberi tahu kalau orang tua nya ada di rumah. Angga harus segera pulang sebelum Livy bertemu dengan orang tua nya terlebih dahulu.
Namun pekerjaan nya tidak bisa di tinggal kan, dia harus menghadiri meeting yang sangat penting ternyata. Dia menukar pakaian yang lebih rapi dan masuk ke ruangan rapat bersama Fani.
Di malam hari nya Angga baru saja sampai di rumah.
"Orang tua saya kemana?" tanya Angga kepada Dara yang menunggu di depan.
"Sudah pulang Tuan, kalau ada yang penting saya bisa menyampaikan nya." ucap Dara.
"Livy kemana?" tanya Angga.
"Oohh Non Livy ada di dalam Tuan." jawab Dara. Angga langsung berlari ke dalam dia melihat Livy yang tengah minum kopi.
"Livy!!" ucap Angga. Livy menoleh ke arah Angga. "Ada apa sayang? Kenapa kamu datang-datang langsung menggunakan suara yang begitu kuat? aku salah apa?" tanya Livy.
Melihat Livy santai saja seperti biasa dia langsung diam.
"Ada apa? duduk dulu nih aku buatin kamu minum." ucap Livy menarik yang Angga duduk di depan nya.
Angga duduk dia minum Kopi buatan Livy untuk menenangkan diri nya.
"Kenapa mamah sama papah cepat pulang?" tanya Angga. "Oohh mereka hanya ingin singgah sebentar saja kok." ucap Livy.
"Singgah sebentar? Aku yakin kamu sama mereka membicarakan sesuatu! Kamu jangan berbicara yang tidak-tidak!" ucap Angga.
"Kenapa kami berfikir seperti itu sih? Justru aku tidak mengatakan apapun. Mereka hanya membahas pernikahan kita." ucap Livy.
"Pernikahan-pernikahan terus yang kamu bahas, ada yang lain tidak? Berapa kali aku mengatakan kalau aku tidak mau menikah dengan kamu." ucap Angga.
"Jadi kamu mau menikah dengan janda itu?" ucap Livy. Angga diam. "Kalau aku tidak bisa memiliki kamu, orang lain juga tidak bisa!" ucap Livy.
Angga menatap Livy. Dia tersenyum menatap Livy. "Jangan terlalu percaya diri. Sekarang beri tahu apa mau mu!" ucap Angga.
"Aku hanya ingin kamu." ucap Livy. Angga menghela nafas panjang. "Kapan kamu akan kembali ke negara mu? Berhenti mengganggu ku." ucap Angga.
__ADS_1
Livy menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu lagi. Aku tidak akan memberikan waktu lagi untuk kalian bersama." ucap Livy.
Angga merasa marah berhadapan dengan Livy Angga memutuskan untuk istirahat ke kamar nya. Namun tiba-tiba handphone nya berdering telepon dari dara yang berkerja di luar hari ini.
"Ada apa Dara?" tanya Angga. "Saya mendapat kan laporan kalau Tuan Danil Menuju ke rumah Orang tua Tuan." ucap Dara.
Angga mematikan handphone nya dia pun langsung keluar dari rumah nya terburu-buru. Livy melihat nya jadi Heran.
"Kemana Angga buru-buru?" tanya Livy pada pelayan.
"Kami tidak tau Non." Jawab mereka.
"Danil benar-benar kelewatan!" ucap Angga. Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai. Dia langsung masuk tanpa basa-basi.
"Angga kamu ke sini nak?" tanya mamah nya. "Mana Papah mah?" tanya Angga.
"Oohh lagi ada di ruangan kerja nya bersama Danil. Emang nya papah kamu meminta kamu ke sini?" ucap mamah nya.
Angga tidak menjawab dia langsung naik ke atas.
"Apa yang kamu lakukan Angga? kenapa kamu masuk tidak mengetuk pintu terlebih dahulu!" ucap Papah nya marah.
"Papah sama Danil membicarakan apa?" ucap Angga.
"Kamu tidak boleh putus kerja sama. Tapi untuk kali ini papah yang akan mengurus ini, setelah kamus selesai menikah kamu harus mengambil alih ini semua." ucap Papah nya.
Angga menggeleng kan kepala nya. "Aku sudah tidak mau Pah, aku tidak mau, Papah gak paham yang aku maksud?" ucap Angga.
"Tidak ada banyak bantah! Kamu harus mengikuti perintah Papah kalau tidak kamu akan tau akibatnya." ucap Papah nya.
Danil senyum-senyum menatap Angga yang tidak bisa mengelak dari papah nya itu.
Dia langsung keluar dengan wajah yang begitu marah.
"Papah sangat egois! Bagaimana bisa papah memaksa ku seperti ini?" ucap Angga dengan kesal.
"Loh kok kamu marah-marah sih nak? Ada apa?" tanya mamah nya yang melihat Angga keluar dengan wajah emosi.
"Aku tidak ingin menikah dengan Livy. Kenapa papah sama mamah Masih ngotot?" ucap Angga.
__ADS_1
"Loh kok kamu ngomong gitu? Bukan nya kamu sendiri yang bilang mau menikah? Semua nya sudah deal." ucap mamah nya.
"Aku tidak mau mah, aku tidak mau!" ucap Angga.
"Kenapa? Apa kamu masih mencintai wanita itu? Papah kamu akan marah kalau tau ini." ucap mamah nya.
"Mamah bantu ngomong sama papah." ucap Angga. Mamah nya Menggeleng kan kepala nya.
"papah mu sangat Keras kepala, kata-kata nya tidak bisa di bantah, semua nya sudah terlanjur. Banyak juga yang udah tau kalau kamu mau menikah dengan Livy." ucap mamah nya.
"Aku tidak mencintai Livy mah, bagaimana aku bisa bahagia dengan dia?" ucap Angga. "kalau kamu tidak mau menikah dengan Livy jauhi janda itu! Membuat malu saja!" ucap Papah nya yang baru saja turun bersama Danil.
"Oohh jadi Angga dekat dengan janda? Aku harus mencari tahu tentang wanita itu." ucap Danil. Angga menatap Danil.
"Sebaiknya aku permisi yah om, senang bisa kembali bekerja sama dengan Om." ucap Danil menyalim tangan Orang tua Angga.
"Bro.." ucap nya dengan santai kepada Angga, namun Angga sama sekali tidak menghiraukan nya.
"Ya sudah kalau begitu kamu hati-hati yah." ucap mamah Angga mengantarkan nya ke depan.
"Papah kenapa sih harus bekerjasama dengan Danil? Papah tau sendiri Danil termasuk orang yang licik, dia hanya memanfaatkan kita." ucap Angga.
"Papah sudah lama kenal dengan keluarga Danil. kamu tidak boleh menghentikan kerja sama dengan dia!" ucap Papah nya.
Danil Menghela nafas panjang. "Terserah papah saja." ucap Angga dengan Kesal.
"Kamu semenjak kenal dengan janda itu kamu sama sekali tidak menghormati papah!"
"Jangan membawa-bawa Tania Pah. Ini semua karena papah." ucap Angga. "Aku tidak ingin berdebat dengan papah, sebaiknya aku pulang saja." ucap Angga dengan marah.
"Tunggu dulu! Papah mau berbicara dengan kamu." ucap Papah nya. Angga kembali duduk di tempat duduk nya.
"Ada apa Pah?" tanya Angga.
"Bagaimana hubungan kamu dengan Livy?" tanya Papah nya.
"Semua nya baik-baik aja Pah." ucap Angga. "Kamu jujur kepada Papah!" Angga menghela nafas panjang.
"Tidak perlu percaya kepada Livy Pah, dia sengaja membuat masalah." ucap Angga.
__ADS_1