
Dia tidak berfikir kalau akan seperti ini. Karena berfikir akan semakin ramai dan juga tidak bolak-balik belanja akhirnya dia berbelanja sebanyak mungkin.
Sekarang dia sangat pusing sekali.
Dia hari ini harus membayar semua gaji karyawan nya.
"Lagian Tania kenapa harus membuat Tuan Angga marah sih?" ucap Nada.
Nada ingin memberi tahu Tania namun itu tidak ada gunanya karena saat ini pasti dia sedih sekali.
"Aku harus mengusahakan uang itu dari mana saja." ucap Nada.
Di kediaman Angga..
"Ini minuman yang tuan minta." ucap Dara meletakkan minuman di atas meja kamar Tuan nya itu. "Terimakasih, kamu sudah bisa keluar!" ucap Angga.
"Minuman ini tidak baik untuk Tuan yang baru saja operasi. Saya takut Tuan kenapa-kenapa. Ingat tuan Besok kita mempunyai pertemuan di gedung DDT." ucap Dara.
"Saya tau!" ucap Angga. Dara permisi keluar. Angga menuangkan Wine ke dalam gelas nya. Mencicipi nya sedikit dan membuat wajah yang menahan rasa pahit.
"Apa Tuan Angga tetap minum?" tanya Rendi.
"Ya ampun kamu bikin terkejut saja." ucap Dara yang baru saja menutup pintu kamar tuan nya.
"Sama sekali tidak mendengarkan aku, aku mengkhawatirkan Tuan Angga. Kalau dia minum tidak Akan pernah berhenti sebelum dia benar-benar mabuk." ucap Dara.
"Biasanya Tuan Angga memaksa kan minum seperti ini pasti mempunyai masalah. Akhir-akhir ini apa kamu sadar apa yang membuat tuan marah?" tanya Rendi.
"Aku merasa tidak ada yang aneh deh. Akhir-akhir ini dia sibuk memperbaharui koleksi Jas nya. Dia menemukan penjahit yang menjahit sangat rapi sekali." ucap Dara.
"Loh kenapa membahas Masalah penjahit?" ucap Rendi. "Nah itu dia. Sebenarnya aku gak yakin sih. Tapi kalau di lihat-lihat penjahit itu sangat mirip dengan almarhum mantan calon istri Tuan." ucap Dara.
"Kamu serius?" ucap Rendi. Dara menganguk.
"Aku serius Ren. Dan yang membuat jengkel adalah Tuan Angga seperti nya sangat membenci dia sehingga memaksa, memarahi nya dan juga mengekang mengatur secara berlebihan." ucap Dara.
__ADS_1
"Bisa jadi wanita itu tidak sopan, tidak patuh dan juga tidak disiplin. Kamu tau sendiri Tuan Angga sangat benci orang seperti itu." ucap Dara.
"Kamu benar sih. Tapi penjahit itu seperti itu karena Tuan Angga begitu kejam kepada nya. Aslinya dia baik kok, dia tidak akan pernah memasang wajah Sedih dan selalu saja tersenyum, aku yakin deh kamu melihat nya pasti sangat suka." ucap Dara.
"Tidak mungkin Beby, aku hanya mencintai kamu seorang." ucap Rendi memeluk Dara namun Dara tiba-tiba menepis tangan Rendi.
"Apa yang kamu lakukan? Bagaimana kalau orang lain melihat?" ucap Dara. "Aku sudah sangat merindukan kamu. Bagaimana kalau malam ini kita menghabiskan waktu bersama, Tuan Angga juga sedang minum." ucap Rendi.
"Aku harus memberikan beberapa laporan kepada Fani." ucap Dara. "Tenang saja, aku bisa meminta bantuan bawahan ku." ucap Rendi.
Dara dan Rendi baru saja menjadi pasangan kekasih sekitar dua bulan. Mereka sudah lama saling suka namun sudah peraturan di rumah itu kalau pekerja di sana tidak boleh pacaran.
Namun mereka berdua sepakat untuk menjalin hubungan di belakang, Tampa ada seorang pun yang tau.
Di rumah sakit Tania terus mondar-mandir di depan ruangan ICU.
"Kamu duduk saja dulu Tania." ucap Bibik nya. Tania tidak mendengar kan nya. Namun tiba-tiba Eki menangis.
Tania menoleh ke arah Eki.
"Yang sabar yah Tania." ucap Bibik nya memeluk Tania.
"Bagaimana kalau Mona tidak bisa di selamat kan Bik? apa yang harus aku lakukan lagi? Ini semua adalah salah ku." ucap Tania menangis.
"Ini tidak salah kamu. Kamu harus semangat agar Adik kamu juga semangat di dalam sana." ucap Bibik. Eki melihat mamah nya menangis dia hanya bisa diam saja.
Tidak beberapa lama Nada datang.
"Bagaimana keadaan Adik kamu Tania?" tanya Nada yang baru saja duduk di samping Tania.
Tania Menggeleng kan kepala nya. "Yang sabar yah. Tidak ada yang bisa kita lakukan selain banyak berdoa dan harus sabar." ucap Nada.
"Aku takut Tania. Aku sangat takut, aku tidak mau kehilangan orang yang aku sayang lagi." ucap Tania.
"Mona pasti sembuh. Kamu jangan memikirkan hal yang aneh-aneh, dia pasti akan sembuh." ucap Nada. Dia memeluk Tania agar lebih tenang tidak merasa sendiri.
__ADS_1
Tidak beberapa lama dokter keluar, dokter belum bisa memberi tahu Mona baik-baik saja, namun mereka sudah melakukan sebisanya.
Tidak ada yang bisa masuk untuk menjenguk Mona ke dalam. Dokter meminta mereka untuk kembali saja.
Nada memaksa Tania pulang. Karena tidak yakin meninggalkan Tania di rumah nya bersama anak nya dia membawa ke rumah nya, sementara Bibik nya harus pulang. Dia juga memiliki suami dan juga anak yang harus di urus.
Keesokan harinya...
"Tuan Angga! Tuan Angga!" panggil Dara yang membangun kan Angga yang tertidur di lantai.
"Jangan mengganggu saya! Saya sangat pusing sekali!" ucap Angga.
"Tapi Tuan harus bangun. Hari ini kita harus siap-siap ke pertemuan." ucap Dara.
"Pertemuan Jam sepuluh di mulai, sekarang masih sangat pagi." ucap Angga.
"Tapi Tuan kita harus meeting dengan beberapa karyawan pagi ini untuk data-data yang harus kita bahas." ucap Dara.
"Saya serahkan semua nya pada kamu dan Fani. Jangan ganggu saya!" ucap Angga.
"Ini masih jam Enam lewat, masih ada waktu. Biarkan saja dulu lah." ucap nya karena melihat keadaan Angga yang sangat tidak menyakinkan.
"Aaarrrhh sangat panas sekali." ucap Angga membuka baju nya. "Hidup AC nya lebih dingin lagi Dara!" ucap Angga sambil melemparkan pakaian nya pada Dara.
"Ini sudah sangat dingin tuan." ucap Dara. Angga diam. Tidak beberapa lama Pelayan datang untuk membersihkan meja Angga yang sangat berantakan dan juga banyak botol minuman yang kosong.
"Bersihkan semua nya bi, jangan ada yang tersisa, hilangkan semua bau yang menyengat ini." ucap Dara.
"Baik." Mereka Membuka gorden agar semua uap itu keluar. Bodyguard membantu memindahkan Angga ke tempat tidur.
Dara mengkhawatirkan luka tuan nya namun dia harus segera bekerja.
Dia keluar dari ruangan itu. "Permisi Bu Dara. Apa hari ini penjahit baru itu tidak datang?" tanya penjaga ruangan menjahit.
"Sudah tidak lagi, ruangan itu sudah bisa di tutup kembali." ucap Dara. "Baik Bu." dia pun meninggalkan Dara.
__ADS_1
Dara masuk ke dalam ruangan nya memeriksa uang yang di minta di kembalikan oleh Butik itu namun sampai sekarang tak kunjung ada masuk.