
"Ya sudah kamu tidak perlu merenung seperti itu, kamu hanya dua bulan lagi di sini, kamu akan meninggalkan tempat ini." ucap Bibik.
"Kalau begitu saya permisi bik." ucap Tania.
"Jangan lupa menghabis kan makanan itu, mubajir kalau di buang." ucap Bibik.
Tania menganguk. Dia sadar kalau banyak yang tidak suka pada nya itu sebab nya dia harus banyak Diam.
Namun saat dia masuk tiba-tiba Rendi menahan nya.
"Tuan Angga pasti tidak memakan Bekal nya kan? Aku akan memakan nya sampai habis!" ucap Rendi.
"Ini sudah dingin." ucap Tania. Rendi tersenyum.
"Tempat ini bisa membuat Makanan hangat. Jadi tidak perlu khawatir dingin atau basi." ucap Rendi.
Kebetulan juga Dara baru keluar dari ruangan nya membawa banyak map di tangan nya.
"Mau aku bantuin?" ucap Rendi mau mengambil map itu namun Dara menjauhi Rendi.
"Aku bisa sendiri." ucap Dara langsung.
Rendi langsung terdiam. Sementara Tania langsung pergi tidak ingin mendengar keributan dari mereka.
"Aku harus mengantarkan ini." ucap Dara, Rendi memberikan jalan dan Dara pun pergi.
Rendi menghela nafas panjang.
"Ya udah deh kalau kamu mengabaikan aku seperti itu, kamu pasti sangat marah." ucap Rendi.
Di malam hari nya..
Tania menunggu Angga di depan rumah seperti biasa.
"Kamu kenapa di sini sendirian Tania?" tanya Fani.
"Aku menunggu Tuan Angga." ucap Tania.
"Loh gak ada yang bilang yah kalau tuan Angga makan malam di luar bersama non Livy itu sebabnya dia lama Pulang." ucap Fani.
"Oohh begitu yah." ucap Tania. "Oh iya aku boleh berbicara sama kamu gak?" tanya Fani.
"membicarakan apa?" tanya Tania.
"Seperti nya di sini Kurang nyaman." ucap Fani. Akhirnya dia membawa Tania keluar bersama Fani kesebuah Cafe yang tidak jauh dari sana.
__ADS_1
"Sekarang bagaimana perasaan kamu?" tanya Fani setelah duduk di Cafe itu.
"Maksud Mbak?" tanya Tania.
"Aku tau kalau kamu dan Tuan Angga hampir menjalin hubungan. Sekarang bagaimana perasaan kamu setelah kedatangan Livy?" tanya Fani.
Tania terdiam.
"Kamu tidak perlu takut untuk bercerita. Aku juga sudah tau kok kalau Tuan Angga menyukai kamu, begitu juga dengan kamu." ucap Fani.
"Aku hanya ingin bertanya apakah kamu sungguh mencintai Tuan Angga?" tanya Fani.. Tania menghela nafas panjang.
"Aku tidak tau." ucap Tania.
Dara tersenyum.
"Sudah lah tidak perlu di pikirkan, aku tau kalau kamu sangat cemburu melihat Tuan Angga bersama Livy. Itu sebabnya aku datang untuk mencoba menghibur kamu." ucap Fani.
"Terimakasih Mbak Fani. Namun saya tetap saja kefikiran." ucap Tania. "Itu adalah hal wajar kok." ucap Fani.
"Saya juga mau bertanya tentang Dara." ucap Fani. Tania menatap Fani. "Kenapa?" tanya Tania.
"Akhir-akhir ini kamu tau kan, kalau Dara sedang menjauhi aku. Bahkan dia tidak mau melihat wajah ku. Dia juga lebih banyak diam. Apa kamu tau kenapa?" tanya Fani.
"Aku bukan bermaksud untuk Mengadu domba, hanya saja Dara sudah tau kalau Rendi menyukai Mbak, dan menjadikan dia selama ini pelampiasan." ucap Tania.
"Huff hari ini sudah dua orang mengira aku memiliki hubungan dengan pria yang sama sekali tidak ada hubungan spesial dengan ku." batin Fani.
"Rendi mengatakan dia menyukai saya, namun saya tidak memiliki perasaan apapun kepada dia, hanya sekedar teman." ucap Fani.
Tania Menghela nafas panjang. "Seperti nya Dara salah paham pada mbak, itu sebabnya dia marah kepada mbak." ucap Tania.
"Seperti nya benar, bagaimana ini? aku harus bagaimana?" ucap Dara.
"Jelaskan baik-baik kepada Dara mbak, hanya itu jalan satu-satunya." ucap Tania. "Saya sudah mencoba namun dia tidak mau." ucap Dara, Tania diam.
"Sudah jangan membahas yang membuat kepala sakit. Ayo kita minum." ucap Dara.
"Minum?" ucap Tania kaget.
"Kenapa? apa sebelum nya kamu tidak pernah minum? Besok adalah hari libur." ucap Fani.
Fani memesan minuman alkohol.
"Apa kamu tidak pernah mencoba nya? Tapi tidak mungkin kamu tidak pernah mencoba nya. Aku tau jelas latar belakang kamu." ucap Fani.
__ADS_1
"Aku sudah tidak minum lagi." ucap Tania. "Untuk malam ini kita happy-happy. Kalau kamu berusaha untuk melupakan masalah percuma saja. Sebaiknya kita minum saja!" ucap Fani memberikan gelas kepada Tania.
Tanpa ragu Tania meminum untuk tegukan pertama.
Lama kelamaan mereka mulai rileks dan melupakan masalah nya.
Di Rumah Angga..
"Sayang aku tidur di kamar kamu yah? Masa iya aku tidur beda kamar dan juga beda lantai." ucap Livy. "Jangan mencoba membuat saya malu!" ucap Angga.
"Iyah deh kalau begitu. Ya udah kalo begitu aku istirahat yah Sayang." ucap Livy mencium pipi Angga dan memeluk nya.
"Kamu juga istirahat lah, pasti seharian kamu lelah." ucap Livy. Angga menghela nafas panjang.
"Segera lah masuk ke kamar mu!" ucap Angga langsung pergi meninggalkan Livy.
Livy tersenyum setelah dia sudah di dalam kamar nya dia menelpon selingkuhan nya.
"Maafin aku yah sayang, aku memiliki banyak kerjaan sehingga tidak bisa menghubungi kamu tadi." Livy bermain cukup bagus.
Mereka berbicara sampai Livy ketiduran. Sementara Angga Baru saja selesai mandi dia duduk di sofa sambil memegang Laptop nya.
Tidak terasa sudah jam sebelas malam. Angga belum melihat Tania yang tak kunjung masuk ke kamar untuk menyiapkan tempat tidur nya dan juga menutup Gorden.
"Dara! Kemana Tania?" tanya Angga.
"Saya tidak tau Tuan. Dari sore tadi tidak kelihatan. Mungkin ada di ruangan menjahit, saya akan memeriksa nya." ucap Dara.
"Tidak perlu! Biar saya saja, kamu istirahat saja.. Keadaan kamu kelihatan nya sangat buruk." ucap Angga. Dara menganguk.
Angga mendekati Dara dan memeriksa suhu badan Dara ternyata sangat panas. "Kamu istirahat jangan kemana-mana! Saya akan meminta dokter untuk memeriksa Kamu." ucap Angga.
Dia meminta pelayan untuk mengurus Dara.
Angga mencari Tania ke ruangan Jahit namun tidak ada siapapun di sana.
"Kenapa tidak ada dia di sini?" tanya Angga. Dia menelpon namun tak di jawab.
"Huff kemana dia?" ucap Angga. Dia bertanya kepada pelayan di bawah. "Bik apa melihat Tania?" tanya Angga.
"Oohh Tania tadi keluar bersama Bu Fani." ucap pelayan.
"Berani-beraninya Dia keluar tanpa ijin dari saya! Tumben-tumbenan sekali Fani dengan Tania keluar." batin Angga.
Dia menunggu satu jam di ruang tamu namun tak kunjung datang. Dia menelpon nomor Fani namun tak juga di jawab.
__ADS_1
"Sialan!!" Dia sangat marah. Dia mau ke kamar nya namun dia kaget karena Tania datang dengan keadaan yang sangat kacau sekali.