Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 165


__ADS_3

"Kamu benar-benar sangat kurang ajar! Bagaimana bisa kamu sangat jahat kepada Mona?" ucap Angga.


"Sudah-sudah Angga.. Sudah jangan di bahas lagi, jangan membahas ini lagi, aku dengan Mona sudah melupakan nya." ucap Tania.


"Ini sudah keterlaluan!" ucap Angga. "Aku minta maaf om, aku janji tidak akan melakukan nya." ucap Tomi.


Tania menahan tangan Angga. "Kamu tenang kan diri dulu, aku akan pulang dulu karena ini sudah malam." ucap Tania.


Mona membantu Tomi yang sudah kesakitan.


"Kamu gak apa-apa kan Tomi?" tanya Tania membantu masuk ke dalam mobil.


"Hanya luka sedikit kok mbak, tidak terlalu parah." ucap Tomi. Mereka pergi dari sana. Angga melihat mereka pergi.


"Aku harus segera menghubungi orang tua Tomi." batin Angga.


Dia masuk ke dalam mencoba menelpon orang tua Tomi. Namun tidak di jawab karena sudah tengah malam, mana mungkin mereka menjawab telepon sudah malam seperti ini.


"Untuk malam ini kamu tidur di rumah kamu saja yah, kalau kamu pulang pasti akan sangat lelah, Mona akan membantu membersihkan luka kamu." ucap Tania.


"Gak usah mbak, aku langsung pulang saja." ucap Tomi. Tania menggeleng kan kepala nya.


"Kamu sama sekali belum istirahat. Ayo masuk saja ke dalam." ucap Tania memaksakan Tomi masuk.


"Ayo masuk saja." ucap Mona, akhirnya Tomi mau masuk ke dalam.


Setelah selesai di bersihkan Luka nya mereka duduk di ruang tamu.


"Kenapa sebelum nya kamu tidak cerita kalau kamu adalah keponakan Angga?" tanya Tania.


"Sejujurnya aku kurang dekat dengan Tuan Angga, karena aku adalah keponakan jauh nya." ucap Tomi.


"Walaupun seperti itu kamu harus bilang." ucap Tania.


"Maafin aku Mbak." ucap Tomi.


""Sudahlah jangan membahas itu lagi, waktu nya istirahat." ucap Bibik Sisi.


"Iyah Bik." jawab mereka. Tania masuk ke kamar, Bibik juga begitu.


"Aku ke kamar Dulu yah, kamu gak apa-apa kan tidur di ruang tamu?" tanya Mona sedikit kurang enak.


"Gak apa-apa kok." ucap Tomi.


"Ya udah kalau begitu aku tidur yah, kamu juga tidur lah." ucap Mona. Tomi menahan tangan Mona.


"Boleh kah aku memeluk mu? Aku sangat merindukan kamu." ucap Tomi. Mona melihat ke sekitar nya. Dia memeluk Tomi.


"Aku juga sangat merindukan kamu." ucap Mona.


Keesokan harinya...

__ADS_1


"Wahh mbak Tania cantik banget Sih..." Puji Mona melihat Tania sudah berdandan rapi, cantik dan sangat anggun keluar dari kamar nya.


"Kamu juga sangat cantik." ucap Tania..Mona tersenyum.


"Bibik mana?" tanya Tania. "Biasa lah Bibik tidak mau kalah, dia sedang berdandan juga di kamar nya." ucap Mona.


"Hayoo kalian pasti membicarakan tentang Bibik kan?" ucap Bibik Sisi baru saja keluar.


"Enggak kok Bik." ucap Mona.


"Bibik sangat cocok memakai pakaian itu." ucap Tania.


"Siapa dulu dong yang menjahit nya?" ucap Bibik Sisi.


"Mbak Tania yang cantik..." ucap Mona.


Mereka semua sudah rapi dan juga cantik termasuk Tomi yang juga di ajak agar mona memiliki pasangan.


"Tinn.. Tin.." Bunyi klakson mobil di depan, mona melihat ke depan.


"Mobil kak Angga mbak " ucap Mona.


"Permisi..." Angga masuk ke dalam rumah.


Tania melihat penampilan Angga dari bawah sampai ke atas benar-benar sangat Tampan seperti yang dia bayangkan.


Begitu juga dengan Angga yang melihat penampilan Tania membuat nya senyum-senyum.


"Humm Bibik ikut dengan Mona dan Tomi saja, kamu dengan Eki bersama Tuan Angga." ucap Bibik sisi.


"Bibik dengan kita saja, gak apa-apa kok Bik." ucap Tania.


"Bibik merindukan Tomi, Bibik sudah sering melihat tuan Angga." ucap Bibik Sisi.


tidak beberapa lama mereka segera meninggalkan Rumah.


"Ganteng banget sih kamu Eki." ucap Angga membawa Eki ke pangkuan nya karena kali ini Angga menggunakan supir.


"kamu juga ganteng kok." ucap Tania. Angga terdiam sejenak, dia berusaha untuk menyembunyikan wajah malu nya namun tetap saja tidak bisa.


Angga menatap Tania.


"Kenapa kamu menatap ku seperti itu? Apa ada yang aneh dengan riasan ku?" tanya Tania, Angga menggeleng kan kepala nya.


"Sangat cantik sekali." ucap Angga menutup mata Eki dan mencium Pipi Tania.


Supir yang di depan Seketika gugup namun berusaha untuk fokus kepada jalanan.


"Jangan melakukan itu!" ucap Tania. Angga tersenyum.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di tempat pernikahan Nada dan Aris. Ijab kabul langsung di lakukan di acara.

__ADS_1


"Aku menemui Nada dulu yah, kamu tunggu di sini sebentar." ucap Tania. Angga menganguk dia dan Eki berdiri tidak jauh dari kursi pelaminan.


"Tania akhirnya kamu datang juga, aku sangat gugup sekali." ucap Nada. "Kenapa kamu gugup? Kamu harus rileks." ucap Tania.


Nada menarik nafas dan menghembuskan nya.


"Huff tetap saja aku gugup." ucap Nada.. Tania tersenyum.


"Itu adalah hal wajar." ucap Tania.


"Aku sangat suka dengan gaun ini, terimakasih yah sudah membuat nya secantik ini." ucap Nada.


"Tentu sangat cantik dong, yang memakai nya juga sangat cantik sekali." ucap Tania.


"Tania kamu baru saja datang?" tanya mamah Nada.


"Iyah Bu." ucap Tania.


"Bagus deh kamu datang, dari tadi Nada tidak berhenti bertanya kamu lagi di mana," ucap Orang tua Nada.


Tania hanya tersenyum.


"Kamu datang sendirian? Mana Anak kamu? Dengar-dengar kamu dekat dengan tuan Angga, apa dia tidak ikut?" tanya orang tua Nada.


"Ikut kok Bu, mereka lagi menunggu di bawah." ucap Tania.


"Aku dan juga Mamah berdoa agar kamu segera menyusul ku." ucap Nada.


"Aminn, kita do'akan saja." ucap Tania.


"Waktu nya pengantin turun karena sudah mau ijab kabul." ucap Pendamping pengantin.


Mereka keluar dari dalam kamar.


Ijab qobul di bacakan dan semua para saksi mengatakan sah, Tania dan Angga tersenyum ikut senang juga.


Waktu nya mempertemukan pengantin. Dan Aris benar-benar kagum dengan kecantikan istri nya. Sehingga dia tidak bisa berpaling.


"Kamu harus menjaga dengan baik istri mu," ucap Angga kepada Aris.


"Saya pasti menjaga nya." ucap Aris.. pasang Cincin, cium kening.


Kedua nya masih terlihat gugup namun semua keluarga dan juga para tamu undangan begitu senang sekali.


"Pengantin nya cantik bukan?" ucap Tania kepada Angga yang berdiri di samping nya.


Namun ternyata Angga dari tadi menatap wajah Tania.


"Kenapa kamu menatap ku? Kamu lihat ke depan saja." ucap Tania. Angga tersenyum.


"Kamu dengan pengantin itu sama-sama cantik hanya saja lebih cantik kamu di hati saya dan di mata saya." ucap Angga.

__ADS_1


"Huff kamu bisa saja." ucap Tania , Angga tersenyum.


__ADS_2