
"Ya Allah nih kamar kenapa sangat berantakan sekali." batin Tania. Dia membuka gorden mengunakan remote.
Cahaya masuk ke kamar itu membuat Angga bergeliat.
"Tuan Angga bangun! Ini sudah jam sembilan pagi. Tuan bekerja jam sepuluh pagi." ucap Tania meninggikan suara nya seperti membangun kan Adik nya. Dia menarik selimut Angga. Namun tiba-tiba dia berteriak.
"Aaaaaa!!" Dia melempar kan selimut itu lagi pada Angga.
Angga membuka mata nya melihat orang lain di kamar nya.
"Ngapain kau ada di sini?" ucap Angga. Tania menutup mata nya.
Tania menunjukkan wajah nya, melihat itu adalah Tania membuat dia langsung sadar. "Ada apa kau berteriak sekuat itu?" tanya Angga dengan suara serak nya.
Namun Tania terdiam sejenak karena melihat Angga baru bangun tidur sangat tampan sekali, nada berbicara nya cukup nyaman di dengar dari biasanya.
"Ya ampun kulit Tuan Angga putih banget, wajah nya sangat bersih, bibir yang merah muda." batin Tania.
"Kenapa kau menatapku seperti itu? Tatapan mu membuat saya merinding." ucap Angga.
"Saya hanya terkejut Tuan." ucap Tania. "Lain kali jangan berteriak seperti orang gila!" ucap Angga langsung turun dari kasur.
"Tu-tuan tunggu Dulu." Tania menahan Angga yang hendak turun dari kasur. "Ada apa? Jangan menghalangi saya!" ucap Angga mengawas kan Tania dan berdiri.
Tania terdiam kaget dan juga bingung.
"Kenapa saya merasa ada yang aneh pada bawahan saya?" ucap Angga dalam hati. Dia menoleh ke bawah dan ternyata dia hanya menggunakan dalaman saja.
Dia mengambil selimut dan menutupi nya.
Citra nya benar-benar hancur di depan Tania untuk saat ini. "Apa yang kamu lihat? Berbalik lah!" ucap Angga.
Tania berbalik walaupun dia sudah menutup matanya.
Angga langsung masuk ke dalam kamar mandi. Tania bernafas lega.
"Aku harus segera menyiapkan ini, setelah pekerjaan ku selesai aku bisa menjahit sebentar." ucap Tania dalam hati.
Dia merapikan semua nya dengan cepat. Namun ruangan yang begitu besar itu tidak mudah untuk membersihkan nya karena setiap barang berdebu semua.
"Tania.." panggil Dara. Tania melihat Dara yang baru saja datang.
__ADS_1
"Iyah Mbak." jawab Tania. "Ini adalah pakaian Tuan Angga hari ini. Untuk besok dan seterusnya kamu harus mengambil pakaian nya dari sebelah." ucap Dara.
Tania menganguk dan mengucap kan terima kasih.
Dara melihat Tania yang sangat kecapean membersihkan kamar itu. "Kamar ini jarang di bersihkan karena Tiap kali mau id bersihkan tuan Angga tidak pernah mengijinkan." ucap Dara.
"Loh kenapa begitu Mbak? Saya adalah orang baru. Bagaimana bisa tuan percaya kepada saya." ucap Tania.
"Itu adalah hal yang sangat membingungkan, tapi kami sangat bersyukur karena Tuan Angga ada yang mengurus." ucap Dara.
"Apa yang sedang kalian bicarakan! Saya membayar kalian tidak untuk membicarakan saya!" ucap Angga. "Saya minta Tuan, kalau begitu saya permisi." ucap Dara.
Angga mengeringkan badan nya dengan handuk kecil. Tania melihat Air rambut yang menetes membasahi kulit tubuh Angga membuat Tania menelan air liur nya.
"Astagfirullah aku mikirin apa sih?" ucap Tania dalam hati.
"Oh iya Tuan ini pakaian Tuan." ucap Tania memberikan pakaian Angga kepada nya.
Angga langsung mengambil nya. Dia masuk ke ruangan ganti. Tidak beberapa lama dia keluar dengan pakaian yang sudah sangat rapi.
"Saya akan sarapan, tolong siap kan sarapan saya!" ucap Angga.
"Baik Tuan." ucap Tania. Dia langsung turun terlebih dahulu dan menyiapkan sarapan untuk Angga. Melihat sarapan Angga yang sangat sehat dan juga elite membuat nya mengingat masa-masa dulu.
"Ah sudahlah tidak perlu aku memikirkan itu, ini sudah masa lalu." ucap Tania. Tidak beberapa lama akhirnya selesai. Tuan Angga akhirnya turun ke Meja makan.
"Mau kemana?" Tanya Angga melihat Tania yang mau pergi.
"Saya harus segera kembali bekerja Tuan. Semua nya sudah saya tata di atas meja seperti perintah Mbak Dara." ucap Tania.
"Temanin saya di sini untuk makan!" ucap Angga.
"Ta-tapi Tuan."
"Tidak ada tapi-tapian!" ucap Angga.
"Sudah kamu duduk saja." ucap Fani yang baru saja datang bersama Dara.
Tania berfikir dia hanya dengan Angga dan ternyata ada juga yang lain. Dia pun duduk tepat di depan Angga. Selama sarapan berlangsung tidak ada percakapan sama sekali.
Tania merasa sangat canggung sekali ketika Makan bersama tuan Angga.
__ADS_1
Tidak beberapa lama akhirnya sarapan pun selesai. Angga dan Fani langsung pergi.
"Kamu tidak perlu menyimpan ini. Tugas kamu tidak ada di sini." ucap Dara.
"Jadi apa yang harus saya kerjakan mbak?" tanya Tania.
"Seperti yang saya jelaskan, mencuci pakaian tuan Angga, menggosok dan juga membersihkan kamar." ucap Dara.
"Oohh begitu yah Mbak. Kalau begitu saya akan lanjut membersihkan kamar tuan Angga." ucap Tania. Dara menganguk.
Tania naik ke atas melihat ternyata kamar masih sangat berantakan sekali.
"Tuan Angga Betah sekali tidur di tempat seperti ini. Kelihatan nya saja sangat rapi tapi dia mempunyai kepribadian yang sangat kotor." ucap Tania.
Fani mengikuti Angga turun ke lantai bawah karena mereka bekerja di lantai bawah.
Dia masuk ke ruangan nya dan Fani duduk di kursi nya karena ada di depan ruangan Angga.
"Mood Tuan Angga hari ini cukup baik, bagus deh kalau begitu, aku bisa bekerja dengan tenang." ucap Fani. Di dalam ruangan Angga.
Dia langsung membuka Ponsel nya dan memantau CCTV yang ada di depan kamar nya.
"kemana wanita itu?" ucap Angga tidak melihat Tania berada di kamar karena pintu kamar kebetulan terbuka.
CCTV baru-baru saja di pasang di depan kamar Angga karena Tania kerja di sana. Tidak beberapa lama Tania keluar membawa kain kotor yang begitu banyak di dalam keranjang nya.
"Bagaimana bisa sebanyak itu?" ucap Angga kaget karena Tania sampai keberatan membawa semua nya.
"Tuan Angga lagi melihat apa?" tanya Fani yang masuk ke dalam namun tidak di sadari oleh Angga.
"Enggak! Saya hanya menonton film." ucap Angga. Fani terdiam sejenak.
"Apa kamu tau sudah berapa lama pakaian saya tidak di cuci?" tanya Angga. "Humm mungkin sudah dua Minggu lebih Tuan. Belum ada pelayan yang berani masuk untuk mengambil itu Kalau tidak ada perintah dari Tuan." ucap Fani.
Angga baru menyadari nya. "Kalau boleh tau kenapa yah Tuan?" tanya Dara.
"Saya hanya ingin tau, karena lemari saya sudah hampir kosong." ucap Angga. Fani terdiam .
"Kamu kenapa masuk ke ruangan saya?" tanya Angga.
"Saya membutuhkan tanda tangan tuan untuk perjanjian kontrak kerja sama baru kita." ucap Fani.
__ADS_1