Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 151


__ADS_3

"Kalau begitu saya akan menyiapkan dokumen nya tuan." ucap Rendi.


"Bagus! Saya menunggu di rumah data-data itu, sekarang kalian harus menyiapkan meeting dengan beberapa klien saya hari ini." ucap Angga.


"Baiklah Tuan." Mereka berdua pun mulai melanjutkan pekerjaannya. Sementara Angga Duduk di kursi kekuasaan nya mengirimkan pesan kepada kekasih nya.


"Ada notifikasi tuh, pasti Tuan Angga." ucap Nada. yang kebetulan duduk bersama Tania di ruangan menjahit Tania.


"Kamu sok tau deh, ini pasti pelanggan." ucap Tania.


"Huff pemilik nomor kamu hanya beberapa orang penting saja. Mana mungkin pelanggan mengirimkan pesan pada mu." ucap Nada.


"Ayo buruan di lihat, aku yakin itu sih tuan Angga." ucap Nada. "Nanti saja lah, aku harus fokus bekerja." ucap Tania.


Nada mengambil ponsel Tania.


"Tuh kan apa yang aku bilang dari Tuan Angga, kamu harus membalas nya." ucap Nada.


Tania langsung melihat handphone nya dan ternyata benar dari Angga.


"Kenapa kamu senyum-senyum?" tanya Tania kepada Nada yang menatap nya. Nada menggeleng kan kepala nya.


"Kalian berdua sudah sangat pantas untuk menikah menurut ku. Lebih cepat lebih baik." ucap Nada.


"Kamu masih juga membahas itu. Kamu sudah tau alasan nya." ucap Tania.


"Aku hanya bercanda, tidak perlu ambil hati seperti itu." ucap Nada. Tania menganguk sambil tersenyum.


"Aku mau lanjut bekerja, sebaik nya kamu keluar saja." ucap Tania.


"Baiklah." Nada keluar dari ruangan Tania.


Di kantor polisi di Balik jeruji besi itu, Livy yang terlihat cantik seperti biasa nya namun sekarang sangat berbeda dari biasanya.


Orang tua nya datang dari luar negeri menjenguk anaknya itu.


"Apa yang terjadi nak?" tanya Orang tua nya kepada Livy.


Livy tidak berani melihat wajah orang tua nya.


"Kenapa kamu diam?" ucap mamah nya. Livy menggeleng kan kepala nya.


"Aku mohon lepaskan aku dari sini mamah papah..." ucap Livy meminta tolong.


"Tidak ada yang bisa kami lakukan nak, kasus kamu ini benar-benar membuat mamah sama papah kecewa sama kamu." ucap Orang tua nya.

__ADS_1


"Bagaimana tega kamu melakukan itu kepada Orang tua kekasih kamu sendiri? Kamu membunuh dua nyawa sekaligus." ucap Orang tua nya.


Livy menggeleng kan kepala nya. "Aku melakukan itu karena aku mencintai Angga mah, aku ingin bersama dengan Angga." ucap Livy.


"Tidak dengan cara seperti itu juga Livy!" ucap Orang tua nya.


"Mamah sama Papah tidak bisa melakukan apapun. Ini adalah pelajaran untuk kamu." ucap Orang tua nya.


"Mamah.. Papah.. Jangan pergi, aku ingin lepas dari sini, aku tidak mau di sini." ucap Livy.


Orang tua nya menggeleng kan kepala nya. "Kamu harus menjalani hukuman yang setimpal nak. Mamah sama papah tidak pernah mengajari kamu seperti itu." ucap Orang tua Livy.


Livy menangis meminta tolong kepada orang tua nya namun orang tua nya tidak bisa, karena sangat kecewa kepada anak nya itu.


"Ini waktu nya kamu untuk bersifat dewasa. Kamu harus menyadari semua kesalahan mu!" ucap Orang tua nya.


"Ya sudah kalau begitu, papah sama Mamah pamit dulu. Di persidangan kamu nanti kami tidak bisa datang." ucap Orang tua nya.


Livy menangis. Namun orang tua nya keluar dari sana.


Tiba-tiba di luar mamah nya menangis.


"Siapa sih yang tega membiarkan anak nya seperti itu, Tapi yang di lakukan anak nya bukan lah kasus sepele, Livy melakukan kejahatan itu sebab nya dia harus bertanggung jawab.


Sebelum nya mereka sudah kenal karena Livy sangat dekat dengan Danil.


"Bukkk!!!" Tiba-tiba tinjauan keras mendarat di pipi Danil.


"Kamu telah menjebak putri saya!" ucap Orang tua Livy sangat emosi sekali.


"Om dengarkan saya dulu, ini tidak seperti yang om fikir kan." ucap Danil.


"Sekarang Livy menekam di penjara karena kamu. Kamu membuat anak saya seperti ini!" ucap Orang tua Livy.


Karena ribut akhirnya Danil di bawa masuk ke dalam jeruji. Orang tua Livy keluar dan pulang.


Kebetulan juga Angga baru sampai.


"Om Faris, Tante Gita." ucap Angga. Mereka melihat Angga langsung terdiam.


"Kenapa terdiam Om, Tante? saya tidak akan melakukan apapun karena yang bersalah adalah anak Tante dan Om. Hubungan saya dengan Om akan selalu baik." ucap Angga.


"Om dengan Tante benar-benar minta maaf." ucap Pak Faris.


"Sudah tidak apa-apa kok Om. Sekarang Livy harus bertanggung jawab." ucap Angga. Orang tua nya terdiam.

__ADS_1


"Saya hanya ingin memberi tau kepada om dan Tante saya sudah putus dengan Livy." ucap Angga.


"Itu tidak masalah besar untuk kami, tidak ada yang mau kepada putri kami kalau seperti ini." ucap Pak Faris.


"Baiklah kalau begitu saya permisi masuk ke dalam dulu." ucap Angga. Mereka mengijinkan Angga pergi.


Angga menghela nafas panjang. "Maafkan saya Om, Tante.. Saya terpaksa melakukan ini. Bukan bermaksud saya tidak menghargai Om dengan Tante." ucap Angga dalam hati.


Angga bertemu dengan Danil di ikuti oleh Stevan di belakang nya.


"Ngapain kamu disini?" tanya Danil.


"Santai Saja, kamu tidak perlu emosi seperti itu." ucap Angga. Danil menghela nafas panjang.


"Ngapain kamu ke sini? langsung saja!" ucap Danil.


"Huff kamu harus santai, Tidak perlu tergesa-gesa seperti itu." ucap Angga.


Danil diam. "Ada apa dengan wajah mu itu? Apa kamu habis di berikan pelajaran oleh Om Faris?" ucap Angga. Danil diam. Angga tertawa.


"Kamu pantas menerima itu." ucap Angga. Danil Menatap Angga dengan tatapan tajam.


"Kamu lihat saja pembalasan ku nanti." ucap Danil.


"Aku tidak takut, aku tidak takut kepada kamu." ucap Angga.


"Oh iya kamu harus melihat ini dulu sebelum aku melihat kekasih hati mu." ucap Angga. Dia menunjukkan sertifikasi Perusahaan nya.


"Itu sertifikat perusahaan ku, kembali kan!" ucap Danil. Angga memberikan nya namun tangan Danil di borgol.


"Kamu tidak memerlukan ini untuk beberapa tahun ke depan..Kamu tidak akan bisa mengurus nya, jadi karena itu aku akan membantu kamu mengurus semua nya ini dengan baik." ucap Angga merobek kertas itu.


"Jangan lakukan itu Angga!" ucap Danil. Angga tertawa.


"Kamu juga harus melihat ini." ucap Angga menunjuk kan sertifikat yang baru.


"Ini sudah atas nama ku, sekarang perusahaan itu milik ku." ucap Angga.


"Kurang ajar! Kamu benar-benar keterlaluan!" ucap Danil memarahi Angga.


namun Angga Terus tersenyum.


"Aku rasa kamu sudah bisa tenang, karena Mulai dari sekarang aku akan menguasai semua nya." ucap Angga.


"Jangan lakukan itu Angga! Kalau kamu melakukan itu kamu akan tau akibat nya." ancam Danil.

__ADS_1


__ADS_2