Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 134


__ADS_3

"Huff ngapain sih kamu kasar-kasar banget." ucap Livy dengan kesal menepis tangan Angga. "Berapa kali saya bilang sama kamu agar tidak datang mengganggu saya?" ucap Angga.


"Aku khawatir sama kamu sayang, aku salah mengkhawatirkan calon suami aku?" ucap Livy.


"Apa yang kamu katakan kepada orang tua ku? Kamu semakin keterlaluan!" ucap Angga.


Livy tersenyum. "Ternyata Papah kamu sudah memberi tahu kamu." ucap Livy dengan santai.


"Kamu jangan aneh-aneh yah Livy, aku sudah mengatakan pada mu agar tidak memberi tahu tentang ini kepada orang tua ku." ucap Angga.


Livy tertawa.


"Angga-Angga... Kamu pikir kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau? Tidak bisa." ucap Livy.


"Kamu tidak perlu memberi tahu kepada Orang tua ku! Bukan aku pelakunya, aku akan menemukan bukti nya." ucap Angga.


"Orang tua mu mau memutuskan Untuk membatalkan pernikahan kita. Tidak bisa dengan semudah itu." ucap Livy.


"Kita lihat saja nanti." ucap Angga.


Livy tersenyum.


"Aku mau minta temanin ke salon." ucap Livy. "Aku sedang bekerja." ucap Angga.


"Aku ke salon demi kamu juga, kenapa sih kamu gak mau nemanin aku?" ucap Livy.


"Apa kamu tidak melihat saya bekerja?" ucap Angga dengan emosi. "Ya udah aku menunggu kamu selesai bekerja saja." ucap Livy. Angga menggeleng kan kepala nya.


"Tidak-tidak sebaiknya kamu pergi saja." ucap Angga.


Livy menggeleng kan kepala nya, dia merangkul tangan Angga.


"Aku mau sama kamu, aku gak mau pergi kemanapun." ucap Livy.


Angga melepaskan tangan Livy namun Livy tidak mau.


"Jangan membuat saya jadi kasar pada kamu Livy!" ucap Angga. "Bodo amat yang penting aku mau sama kamu." ucap Livy.


"Kalau seperti ini bagaimana bisa aku mencari tau tentang Kejadian itu. Seperti nya Livy benar-benar sengaja." batin Angga.


"Tapi kalau semakin aku bersifat kasar dia akan keras kepala, sebaiknya aku meladeni dia dulu." batin Angga.


"Ya udah deh ayo ke salon." ucap Angga.

__ADS_1


"Kamu serius sayang?" ucap Livy. Angga menganguk sambil tersenyum.


"Terimakasih Sayang. Kamu sekalian yang bayar kan?" ucap Livy. Angga menganguk.


Mereka pun meninggalkan perusahaan. Fani dan Dara yang kebetulan bersama melihat Angga pergi dengan Livy.


"Ada apa ini Dara? Kok tiba-tiba tuan Angga jadi manis seperti itu kepada non Livy?" tanya Fani.


"Kau juga tidak tau Fan." jawab Dara.


Tidak beberapa lama sampai di salon. Livy mulai melakukan perawatan, dia juga memaksa Angga ikut perawatan. Namun Angga tidak mau karena dia biasa melakukan nya di rumah.


Di Butik Tania melihat Nada.


"Nada.." panggil Tania. Nada menoleh ke arah Tania. "Ada apa?" tanya Tania.


"Kamu sudah makan siang belum? Aku sangat lapar aku mau makan." ucap Tania.


"Aku tidak lapar. Kamu Makan saja dengan anak yang lain." ucap Nada.


"Oohh ya udah kalau begitu." ucap Tania. Saat mau keluar ternyata Aris datang.


"Loh Tania kamu mau kemana?" tanya Aris.


"Aku mau mencari makan siang." ucap Tania.


"Kamu seriusan?" ucap Tania, Aris menganguk. Mereka Makan berdua.. Tania menawarkan pada Nada namun dia tidak mau.


Nada melihat ke arah Tania dan Aris yang terlihat sangat kompak sekali.


"Seharusnya aku tidak perlu Cemburu, aku tidak memiliki hubungan apapun dengan Aris, bahkan tidak dekat juga. Aku sendiri yang meminta Aris agar menjauhi ku." ucap nya dalam hati.


"ibu cemburu yah?" tanya kasir kepada nada. Nada menoleh ke arah Kasir nya.


"Cemburu kenapa? ngapain saya cemburu?" ucap Tania.


"Yakin gak cemburu? Ibu melihat mereka seperti sedih loh." ucap Kasir lagi.


"Jangan berfikir yang aneh-aneh deh, saya sudah bilang hubungan kami hanya sekedar teman saja." ucap Livy.


"Hummm baiklah-baiklah." ucap Kasir itu. "Berhenti meledek saya kalau tidak gaji kamu saya potong!" ucap Nada dengan kesal.


"Ibu selalu saja membawa-bawa tentang gaji, Iya deh saya minta maaf." ucap Kasir. Nada memasang wajah cemberut.

__ADS_1


"Lagian siapa sih yang gak suka sama Tania kalau dia nya ramah dan baik seperti itu." ucap Kasir lagi. "Walaupun sebelumnya dia anak orang kaya tapi dia tetap beretika baik dan tidak sombong sama sekali." ucap kasir.


"Kalau dia sangat baik itu sebabnya laki-laki mau pun Keluarga nya menginjak-injak dia." ucap Nada.


"Betul banget Bu, dia sangat polos." ucap Kasir itu.


Tania makan dengan sangat lahap karena dia sangat lapar sekali.


"Huff tidak ada gunanya lagi aku cemburu seperti ini, sebaiknya aku makan saja." ucap Nada mau mencari makanan keluar.


"Nada kamu mau kemana?" tanya Aris. "Keluar." ucap Nada.


"Ngapain? Kenapa kamu tidak di sini saja ikut Makan bareng-bareng sama kita. Aku sudah menyisihkan makanan kesukaan kamu." ucap Aris sambil menunjuk ke arah plastik makanan.


"Aku sudah bilang seharusnya tidak perlu, aku tidak ingin merepotkan kamu'." ucap Nada.


"Aku sudah membawa ini jauh-jauh untuk kamu, kalau kamu tidak mau aku akan sangat kecewa." ucap Aris.


"Udah ayo buruan makan." ucap Aris.. Tania hanya tersenyum saja.


Nada melihat makanan yang di bawa oleh Aris ternyata makanan kesukaan dia.


"Terimakasih yah Aris." ucap Nada. "Sama-sama." ucap Aris.


Mereka makan sama-sama. Setelah selesai makan siang mereka akhirnya kembali bekerja. Nada melihat Aris baru saja keluar dari Ruangan menjahit Tania.


"Agak-agak nya mereka membicarakan apa yah di dalam?" ucap Nada pelan. "Nada aku langsung pulang yah." ucap Aris kepada Nada.


Nada menganguk. "Dari tadi aku melihat kamu cemberut saja, ada apa?" ucap Aris mendekati Nada.


"Tidak apa-apa." jawab Nada.


Aris Menghela nafas panjang. "Mana mungkin aku percaya sama kamu." ucap Aris.


Nada diam. "Kenapa? Ayo cerita sama aku." ucap Aris duduk di depan Nada.


"Cerita sama aku. Bukan nya kita sudah sepakat kalau kita akan menjadi teman?" ucap Aris.


"Aku menyesali perkataan ku Aris, seandainya kalau kamu tau sekarang aku sangat mencintai kamu, aku baru menyadari setelah kamu memutuskan untuk berteman." batin Nada.


"Kenapa sih? Aku tidak suka melihat wanita yang sedih." ucap Aris menghapus air mata Nada.


"Aku baru saja membantu menenangkan Tania sekarang giliran kamu yang sedih, ada apa?" tanya Aris.

__ADS_1


"Aku tidak boleh cengeng, aku harus mengiklas kan Arisa bersama Tania karena Tania pasti sangat membutuhkan sosok Aris di samping nya." Batin Nada.


"Aku hanya sedih karena mengingat tentang Tania kok, kamu jangan mengkhawatirkan aku, aku baik-baik saja." ucap Nada.


__ADS_2