Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 108


__ADS_3

"Aku hanya ingin melihat keadaan kamu." ucap Rendi.


"Aku baik-baik saja, kamu melihat ku kan? Sebaiknya kamu keluar saja!" ucap Dara.


"Aku akan menemani kamu di sini." ucap Rendi.


"Tidak perlu!" ucap Dara langsung.


"Kalau begitu aku mohon kamu minum ini yah, ini bagus untuk mengeluarkan panas dari tubuh." ucap Rendi.


"Aku sudah meminum nya." ucap Dara. Rendi tidak melihat botol minuman yang seperti dia bawakan di sana.


"Kamu harus minum ini," ucap Rendi. Dara menggeleng kan kepala nya.


"Aku mau lanjut tidur, sebaiknya kamu keluar! aku tidak ingin melihat wajah mu." ucap Dara.


Rendi menghela nafas panjang.


"Baiklah aku akan keluar tapi kamu minum ini. Aku akan meletakkan nya di sini. Semoga kamu cepat sembuh." ucap Rendi.


Dia pun langsung keluar setelah meletakkan minum di atas meja samping tempat tidur.


Dara menghela nafas kasar. Dia melihat ke air yang di bawa oleh Rendi.


Dara langsung meminum nya sampai habis.


Keesokan harinya...


"Good Morning Sayang... Ayo bangun.." Livy membangun kan Angga sambil mengetuk pintu kamar.


Angga membuka mata nya dia melihat jam.


"Tok!! Tok!! Tok!! Sayang buka pintu nya." ucap Livy dari balik pintu.


Angga turun dari kasur dan membuka pintu kamar.


"Ada apa? Kenapa pagi-pagi seperti ini kamu sangat berisik sekali." ucap Angga kesal.


"Aku buatin sarapan untuk kamu, ayo sarapan." ucap Livy menarik Tangan Angga ke meja.


"Ayo buruan makan." ucap Livy. Angga mencicipi nya.


"Bagaimana enak gak? Pasti enak, gak mungkin gak enak. Tidak mungkin masakan Tania yang biasa itu lebih enak." ucap Livy.


"Enak. Hanya saja aku tidak lapar. Aku ada kerjaan Pagi-pagi. jadi aku harus segera siap-siap." ucap Angga langsung pergi.


"Sayang! Sayang..." Panggil Livy, namun Angga tidak menghiraukan nya.

__ADS_1


"Huff aku sudah rela bangun pagi untuk memasak ini tapi hanya satu sendok saja yang dia makan." ucap Livy sambil memasukkan satu sendok ke dalam mulutnya.


"Uwekk-uwekk...." tiba-tiba dia mau muntah karena rasanya sangat asin sekali. Dia mengambil air dan meminumnya sampai habis.


"kok jadi gini sih rasanya? Padahal tadi sudah enak." batin Livy. Sementara di Tempat lain Fani dan juga Pelayan lain nya tertawa.


"Rasain tuh! Maka nya jangan songong! Dia yang mau masak untuk Tuan Angga semua orang repot." ucap Fani.


"Bagaimana kalau tuan Angga tau mbak?" tanya pelayan.


"Jangan khawatir. Sekarang siap kan sarapan untuk Tuan Angga." ucap Fani.


"Tapi mbak biasa nya Tuan Angga akan sarapan kalau di masakin oleh Tania. Seperti nya Tania hari ini libur." ucap pelayan.


"Ya sudah Siap kan saja terlebih dahulu." ucap Fani.


Tidak beberapa lama Angga turun, dia hanya minum kopi nya dan setelah itu pergi.


"Kenapa kelihatan nya Tuan Angga buru-buru yah? padahal jadwal nya kosong." ucap Fani.


"Kosong? Tapi kata Angga dia memiliki pekerjaan pagi ini." ucap Livy yang berdiri di samping Fani.


Fani kaget.


"Mungkin Tuan Angga ada urusan mendadak." ucap Fani langsung. "Aku ingin bertanya pada kamu." ucap Livy. Fani menatap Iivy.


"Banyak sih Non, sudah banyak hal yang mereka lakukan bersama layaknya sepasang kekasih pada umumnya." ucap Fani.


"Kekasih? Mereka sudah pacaran?" tanya Livy.


"Maafin saya yah Tuan sudah berbohong, tapi kelihatannya sangat seru melihat non Livy marah." batin Fani.


"Tuan Angga sudah meminta Tania menjadi kekasih nya. Tuan Angga juga membuat surprise Yang begitu romantis. Jadi tidak mungkin mereka tidak pacaran." ucap Fani.


"Kamu diam! Kamu tidak perlu berbohong." ucap Livy.


"Saya tidak berbohong." ucap Fani.


"Non tau sendiri kan kalau Tuan Angga menyukai Tania sudah sangat lama. Dan kalau Tuan Angga jatuh cinta dia sangat Bucin dia juga akan melakukan apapun untuk kekasih nya." ucap Fani.


Livy terlihat sangat marah dan Kesal.


"Humm lagian semua ini karena Non Livy. Tuan Angga sudah sangat tulus namun non mengabaikan nya. Kurang apa lagi dia? Dan sekarang non berusaha untuk mengejarnya setelah tuan Angga mati rasa kepada non." ucap Fani.


Di dalam mobil Angga memasang musik.


"Aku sangat merindukan kamu Tania..." Ucap Angga. Dia tidak berhenti tersenyum. Dia mengebut ke rumah kekasih nya itu.

__ADS_1


Tidak beberapa lama akhirnya sampai. Dia merapikan rambut. Memakai parfum dan juga Membawa bunga serta banyak barang-barang yang lain sengaja di beli untuk Tania. Eki dan Mona.


Dia turun dari dalam mobil semua orang melihat nya. Bahkan perempuan-perempuan mencoba mencari perhatian nya.


Banyak yang ngajak kenalan.


Tania Yang duduk di depan bersama Eki melihat Angga di kerumuni oleh orang-orang di depan membuat nya tersenyum.


"Saya tidak artis! Jadi menjauh lah dari saya. Saya kekasihnya nya Tania." ucap Angga. Semua orang menoleh ke arah Tania. Terlihat kecewa di wajah mereka.


Angga menyusul Tania.


"Kenapa kamu senyum-senyum seperti itu? Bukan nya datang untuk menolong ku." ucap Angga. Tania tersenyum.


"Papah...." Eki langsung meminta gendong Angga.


"Ambil ini! Ini untuk kamu." ucap Angga. Tania tersenyum. "Terimakasih sayang." ucap Tania. Angga langsung menatap Tania ketika mengantakan sayang.


"Ini ada juga untuk Eki." ucap Angga sambil melihat ke arah Tania yang tidak berhenti menghirup wangi Bunga yang terlihat sangat segar itu.


"Oh iya Mona sama Bibik Kemana?" tanya Angga.


"Mona ke sekolah sementara Bibik sedang pergi." ucap Tania.


"Hummm jadi hanya kita berdua di rumah ini?" tanya Angga. Tiba-tiba Eki berceloteh.


"Jangan berfikir yang tidak-tidak." ucap Tania. Angga menghela nafas panjang.


"Saya sangat merindukan kamu, saya segera ke sini karena kamu pasti lupa mengaktifkan ponsel mu!" ucap Angga.


"Maafin aku, hanya saja listrik mati, itu sebab nya aku tidak bisa mengaktifkan nya." ucap Tania.


"Tidak apa-apa, sekarang aku sudah bisa melihat kamu." ucap Angga mencubit pipi Tania.


Tania malu-malu. Rasanya jauh lebih canggung. Untung saj ada Eki untuk mengalihkan kesaltingan mereka.


"Apa kamu sudah makan?" tanya Tania. Angga Menggeleng kan kepala nya. "Saya ingin Masakan kamu." ucap Angga.


"Pasti Livy menyiapkan sarapan. Kenapa kamu tidak Makan saja?" ucap Tania.


"Sekarang kekasih saya adalah kamu, saya ingin di urus oleh kamu." ucap Angga dengan Nada bicara yang kesal.


Tania tersenyum.


"Baiklah kalau begitu ayo sarapan di dalam, aku tau kalau kamu akan datang. Aku juga belum sarapan." ucap Tania.


"Kamu menunggu ku?" tanya Angga.. Tania tersenyum sambil mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2