Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 63


__ADS_3

"Kenapa hanya ada anak ganteng ini di sini? Tuan Angga yang ganteng itu kemana?" tanya Dara. Tidak beberapa lama Tania masuk.


"Tania kamu melihat tuan Angga tidak?" tanya Dara.


"Ada di ruang TV. Tuan Angga memilih tidur di sofa agar aku dan Eki bisa tidur di sini. Kamu tau sendiri kasur ku terlalu kecil." ucap Tania.


"Wah tuan Angga seperti nya sudah luluh pada wanita penjahit nih." ucap Dara. "Ah kamu bisa saja. Tuan Angga hanya iba melihat Eki menangis." ucap Tania.


"Humm Iyah deh, nih kamu abis dari mana?" tanya Dara pada Tania. "Aku habis melihat adik ku." ucap Tania. "Ooh ya udah aku akan menyusul Tuan Angga." ucap Dara dia keluar dari kamar itu.


Dari atas Dara melihat Angga yang masih tidur di sofa.


"Ya ampun Tuan. Saya tidak pernah melihat Tuan seperti ini." ucap Dara setelah sudah dekat dengan Angga.


Angga membuka mata nya.


"Ada apa?" tanya Angga.


"Kenapa Tuan tidur di sini?" tanya Dara. "Saya hanya ingin tidur di luar." ucap Angga.


"Jadwal keberangkatan kita di percepat tuan. Jadi saya mau membangun kan tuan untuk siap-siap." ucap Dara.


"Baiklah." ucap Angga.


Angga bangun dan melihat Tania yang berjalan Menuju dapur.


Dara sadar kalau Angga melihat Tania.


"Tuan suka sama Tania yah?" ucap Dara. Angga menoleh ke arah Dara.


"Jangan berfikir yang tidak-tidak!" ucap Angga, dia langsung bangun dan beranjak pergi meninggalkan Dara.


"Huff gak usah marah juga kali Tuan, kalau gak suka tinggal bilang gak Suka saja." ucap Dara sambil tertawa kecil.


"Kamu juga siap-siap lah." ucap Angga..Dara menganguk.


"Tuan Angga sangat menyebalkan." ucap Dara.


Angga masuk ke kamar nya dia melihat Eki yang Masih tidur dengan nyenyak. Dia mendekati nya dan mencolek pipi nya.


Eki hanya bergeliat namun tidak bangun.


"Seperti nya dia Masih nyenyak." ucap Angga. Dia memilih untuk langsung mandi dan setelah itu baru berpakaian dengan rapi.

__ADS_1


Dia melihat barang-barang nya sudah di tersedia. Karena Eki Masih tidur dengan nyenyak dia meninggal kan Eki namun sebelum keluar dia mencium Eki dulu.


"Mungkin kita tidak akan bertemu untuk beberapa hari..Kamu jangan Rewel menyusahkan ibu kamu sendiri." ucap Angga.


Setelah itu dia keluar. Sebelum berangkat mereka sarapan Dulu. Angga tidak bisa memalingkan pandangannya dari Tiara.


"Permisi Tuan. Maaf saya telat datang." ucap Fani.


"Tidak apa-apa. Lagian kamu tidak ikut." ucap Angga..Fani tidak ikut karena dia mengurus pekerjaan yang ada di sini.


Fani tersenyum. Mereka pun sarapan sama-sama.


Setelah selesai sarapan pelayan, dan juga Tania mengantarkan mereka ke depan.


"Tuan hati-hati yah." ucap Tania. Angga mengangkat.


"Saya tidak ingin mendengar kalau kau pergi dari rumah ini tampa Ijin." ucap Angga.


Tania menganguk. "Bagus kalau kau mendengar nya, saya akan berangkat." ucap Angga.


Tania menganguk. "Sialan banget nih perempuan. Saya sangat berat meninggalkan dia, namun bisa-bisa nya dia Memasang wajah biasa saja saat saya mau pergi jauh seperti ini." ucap Angga.


"Kalian masuk lah, saya ingin berbicara dengan wanita ini." ucap Angga. Mereka mengerti.. Tania kebingungan.


"Kau senang kan kalau saya pergi?" ucap Angga.


"Kau senang kalau saya pergi, agar kau bisa bebas melakukan apa pun yang ingin kau lakukan bukan? Saya tidak bisa tidur memikirkan bagaimana cara agar tidak pergi namun kau biasa saja." ucap Angga.


Tania menggeleng kan kepala nya.


"Saya tidak berfikir seperti itu Tuan." ucap Tania.


"Agar kau bisa bertemu dengan pria Yang bernama Aris itu bukan?" ucap Angga lagi sambil memegang tangan Tania dengan kuat.


"Sakit Tuan." Tania merasa tangan nya di genggam begitu kuat sekali. "Kau harus berjanji pada saya kalau kau tidak akan pernah menemui pria itu!" ucap Angga.


"Saya tidak bisa janji tuan, karena dia yang akan datang menjemput Eki dan Mona. Dia hanya lah teman baik saya." ucap Tania.


"Teman baik apa yang berpelukan? Teman baik apa yang saling memuji, ketika makan Saling menyuapi." ucap Angga.


"Lagian apa masalah nya sih untuk Tuan?" ucap Tania kesal menarik tangan nya.


"Kehidupan pribadi saya tidak ada urusan nya dengan Tuan. Saya tidak pernah mencampuri urusan pribadi Tuan." ucap Tania.

__ADS_1


"Kau menentang saya?" ucap Angga. "Tuan tidak masuk akal, saya memiliki kesalahan apa pada Tuan sehingga tidak bisa membiarkan saya bertemu dengan Aris?" ucap Tania.


"Saya tidak suka kau dekat dengan pria itu, saya tau dia memiliki Niat lain." ucap Angga.


"Saya mengenal Aris sudah sangat lama sekali. Saya lebih tau dia seperti apa." ucap Tania.


"Kau bukan hanya berteman dengan dia bukan?" ucap Angga. "Dia adalah mantan kekasih saya sebelum saya menikah, dan masing-masing kami Masih memiliki perasaan dan memutuskan untuk berteman saja." ucap Tania.


Angga mendengar itu semakin Kesal.


"Tuan tidak memiliki hak untuk mengurusi urusan saya, hubungan kita sebatas pelayan dengan tuan." ucap Tania. Angga merasa tambah kesal.


Dia terdiam.


"Saya tidak akan bisa pergi dengan tenang kalau kau membuat ini jadi beban pikiran saya." ucap Angga.


"Tuan sangat aneh, kita tidak memiliki hubungan apapun, untuk apa tuan berfikir yang tidak-tidak tentang saya, Tuan bukan lah suami atau kekasih saya." ucap Tania.


Angga tiba-tiba mencium bibir Tania secara tiba-tiba.


"Bu! Bu! Lihat itu." Supir meminta Dara melihat ke depan karena dia sangat fokus bermain ponsel berbalas pesan dengan Rendi..


"Apa sih Pak." ucap Dara.


"Lihat dulu Bu." ucap supir. Dara melihat ke depan.


"What!!!!!!!" Dara berteriak kaget. "Aku tidak salah lihat kan?" ucap Dara mencoba mengucek matanya.


Tania kaget dia membulat kan mata nya kaget dengan ciuman dadakan dari Angga.


Dia tidak memberontak sama sekali atau mendorong Angga.


"Saya peringatkan sekali lagi kalau saya tidak suka kau dekat dengan pria mana pun itu!" ucap Angga.


"Tuan kenapa mencium saya?" tanya Tania.


"Itu adalah peringatan untuk kau. Kalau kau melakukan kesalahan atau melawan saya, saya akan memberikan hukuman yang lebih." ucap Angga.


Tania terdiam.


"Saya ingin kau tidak bertemu dengan pria itu!" ucap Angga. Tania hanya diam.


"Saya harus pergi sekarang, saya sudah telat. Jaga diri baik-baik. Tunggu saya pulang." ucap Angga. Tania hanya diam.

__ADS_1


Angga masuk ke dalam mobil. Dara yang tadi nya tercengang berpura-pura tidak melihat apa yang telah terjadi.


"Ayo kita berangkat." ucap Angga. Tania melihat mobil itu meninggal kan halaman rumah yang begitu luas itu.


__ADS_2