
"Tuan Angga!" ucap Tania. Angga melihat Tania dengan mukenah yang dia pakai.
"Kamu sudah sholat atau mau sholat?" tanya Angga. "Mau sholat Tuan. Tuan kenapa bisa sampai di sini?" tanya Tania sambil melihat di luar sudah mulai gerimis.
"Sebaiknya kamu sholat dulu." ucap Angga. Tania menganguk dia melaksanakan sholat nya dulu setelah selesai dia membuat kan Kopi untuk Angga yang sempat dia beli sebelum ke rumah nya.
"Silahkan di minum Tuan." ucap Tania pada Angga yang duduk diam di kursi.
"Terimakasih." ucap Angga. Tania menganguk. "Kenapa tuan bisa di sini?" tanya Tania. Angga Menggeleng kan kepala nya.
Tania melihat wajah Angga tidak seperti biasanya, dia lebih cemberut. Dan juga seperti memiliki banyak masalah.
"Ada apa dengan tuan? Kenapa kelihatan nya Tuan memiliki masalah?" tanya Tania. Angga menatap Tania.
"Saya hanya kecapean." ucap Angga.
"Sebaiknya Tuan kembali ke rumah terlebih dahulu, saya Masih menunggu Eki dan Mona." ucap Tania.
"Saya akan menunggu di sini juga." ucap Angga.
"Ada apa sih dengan tuan Angga? Kenapa kelihatan nya dia sangat pusing." batin Tania. Angga bersandar ke kursi namun tiba-tiba Tania memijit-mijit kepala nya.
Angga membuka mata nya menoleh ke arah Belakang nya.
"Apa tuan tidak suka? Saya akan membantu memijit-mijit kepala tuan agar pusing nya sedikit reda." ucap Tania. Angga menganguk dia membiarkan Tania memijit-mijit kepala nya.
"Hujan semakin deras. Seperti nya Bibik masih lama Pulang, bagaimana ini?" batin Tania. Tiba-tiba Angga memegang Tania.
"Sudah cukup." ucap Angga menarik Tania ke depan nya dan meminta nya duduk di pangkuan Angga.
"Tuan jangan seperti ini, bagaimana kalau Tetangga melihat nya, tuan sudah tau tetangga saya di sini sangat lah membenci saya." ucap Tania langsung menjauh dari Angga.
"Saya datang ke sini ingin bertanya apakah kamu mencintai saya?" tanya Angga. Tania terdiam.
"Untuk apa tuan bertanya ini lagi. Saya sudah mengantakan sebelum nya." ucap Tania.
"Saya tidak mencintai Livy. Saya bersama dia karena satu hal yang membuat saya tidak bisa meninggal kan dia tapi bukan karena cinta. Saya hanya mencintai kamu." ucap Angga.
Dia memegang tangan Tania lagi.
"Saya tidak bisa mengatakan apa yang membuat kamu percaya kepada saya, Tapi kamu harus tau kalau saya sangat mencintai kamu, saya akan membuktikan cinta saya. Tapi saya mohon jadi lah kekasih saya." ucap Angga.
"Tuan memiliki pasangan, aku tidak ingin menjadi selingkuhan." ucap Tania.
__ADS_1
"Kalau tuan belum bisa membuktikan nya tidak perlu mengajak Ku lebih serius." ucap Tania.
"Saya tidak bisa.. Saya tidak bisa tenang kalau kamu belum menerima saya." ucap Angga.
"Kenapa harus menjadi kekasih? Bukan kah seperti ini jauh lebih baik." ucap Tania.
"Saya tau kalau kamu sengaja mengatakan ini karena kamu marah kepada saya. Tapi kamu harus tau di hati saya hanya ada kamu." ucap Angga.
Livy terdiam. "Saya mohon..." ucap Angga. Tania menatap wajah Angga.
"Ya Allah kenapa Hati ku mengatakan iya badan ku tidak? kenapa aku harus mengagumi dan mencintai pria yang seharusnya tidak untuk ku." batin Tania.
Angga tiba-tiba berdiri mendekati Tania dan mencium bibir Tania.
"Jawab saya!" ucap Angga. Tania Menatap mata Angga.
"Iyah aku mau.." ucap Tania dengan ragu-ragu campur malu.
Angga tersenyum dia menatap wajah Tania memasang wajah bahagia.
"Aku mencintaimu." bisik Angga di telinga Tania yang membuat Tania merinding.
"Aku juga mencintai tuan." ucap Tania.
"Tuan?" ucap Angga.
"Kamu panggil saya dengan sebutan sayang dan jangan memakai bahasa formal itu!" ucap Angga.
"Tapi di depan orang, aku tidak bisa seperti ini." ucap Tania.
"Baiklah aku mengerti." ucap Angga. Tania tersenyum. Angga tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia nya dia memeluk Tania.
"Aku tidak tau kenapa aku sebahagia ini, tapi aku sangat senang sekali." ucap Angga mencium pucuk kepala Tania.
Tania tersenyum. dia membalas pelukan Angga.
"Boleh kah aku mencium kamu?" tanya Angga malu-malu.
"Biasanya kamu langsung mencium ku Tampa Ijin, sekarang kenapa kamu harus meminta ijin." ucap Tania. Angga malu-malu dia mendekati bibir Tania dan mencium nya namun dia malu.
Tania langsung mencium nya. Angga membalas nya cukup semangat sekali.
"Kamu adalah Milik ku." ucap Angga kepada Tania.
__ADS_1
"Duarrr!!!! Tania terkejut tiba-tiba ada petir membuat Tania langsung memeluk Angga..
Angga tersenyum dia merasa menang banyak hari ini.
Tidak beberapa lama Bibik dan juga Mona sudah sampai di rumah nya.
Tania dan Angga ke rumah Bibik Sisi..
"Bibik..." ucap Tania. Bik Sisi kaget ada Tania dan juga Angga.
"Loh Tania. Tuan Angga. Kalian di sini?" ucap Bibik Sisi. "Iyah Bik, aku sangat merindukan Eki." ucap Tania. Kebetulan Eki sudah tidur.
Mereka masuk ke dalam. "Maafin Bibik yah sudah buat kalian lama menunggu." ucap Bibik sisi. Cukup lama mereka berbincang-bincang di sana sampai Eki bangun..
Dia bukan memeluk Mamah nya terlebih dahulu malah meminta di gendong Oleh Angga.
Mereka bertiga bermain di ruang tamu sementara yang Mona dan Bibik sudah masuk ke kamar nya.
"Apa kamu mau pulang hari ini?" tanya Angga kepada Tania. Tania memasang wajah manis kepada Angga.
"Boleh tidak kalau aku menginap di sini saja? Lagian non Livy ada di rumah, dia bisa membantu kamu untuk mengambil kan pakaian dan menyiapkan sarapan." ucap Tania.
Angga menghela nafas panjang. "Saya hanya mau kamu, namun kalau kamu tidak bisa saya bisa melakukan nya sendiri." ucap Angga.
Tania tersenyum dia melirik kanan kiri ke arah kamar tidur sampai membuat Angga bingung...
"Cupp!!!" dia mencium pipi Angga. "Livy sudah mengetahui hubungan kita sebelum nya, aku yakin dia pasti sangat marah kepada ku." ucap Tania.
"Dia tidak bisa menyakiti kamu, kamu tidak perlu khawatir karena aku akan melindungi kamu sayang." ucap Angga mengelus pipi Tania.
Tania tersenyum.
"Papah..." Eki menarik tangan Angga ke dalam kamar mengajak nya untuk tidur.
Namun Angga harus segera pulang ke rumah.
Saat Angga pulang Eki tidak berhenti menangis.
"Jangan mengabaikan Telpon saya!" ucap Angga kepada Tania. Tania menganguk.
Di rumah Livy sambil maskeran diruang tamu menunggu Angga.
"Aku sudah meminta nya untuk tidak pulang larut malam, dia Malah lama pulang nya." ucap Livy. Dia sudah mulai mengantuk akhirnya dia tertidur masker Masih di wajah nya.
__ADS_1
Tidak beberapa lama Angga sampai dia melihat Livy di ruang tamu langsung melewati nya begitu saja.
Sebelum ke kamar nya dia memeriksa keadaan Dara dulu.