Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 60


__ADS_3

"Sudah selesai, kau bisa membuka mata mu." ucap Angga. Tania menghela nafas panjang. Setelah melihat Angga duduk di depan nya dia kaget di dekat leher Angga ada bercak-bercak merah.


Angga sadar kalau Tania melihat itu. Dan ternyata bukan hanya itu saja di bagian Dada juga ada.


"Tidak perlu melihat nya seperti itu, kau yang sudah berumah tangga pasti tau lah apa ini." ucap Angga.


Tania hanya diam saja.


"Saya boleh keluar sebentar Tuan?" tanya Tania.


Angga menatap Tania.


"Kau mau kemana? Sebelum memijat badan saya kau belum bisa keluar!" ucap Angga. Tania Menghela nafas.


Dia ke kamar mandi terlebih dahulu. Dia melihat pantulan wajah nya di cermin.


"Huff kenapa terasa sangat gugup sekali?" batin Tania.


"Berapa lama lagi kau akan di kamar mandi?" ucap Angga. Tania langsung keluar.


"Ma-maaf Tuan." Dia naik ke kasur dan mulai mengoles kan minyak urut ke badan Angga.


"Seperti nya Tuan Angga terlalu kelelahan tidur dengan wanita." batin Tania.


"Kamu jangan berfikir yang tidak-tidak tentang saya. Saya tidak tidur dengan wanita yang belum menjadi istri saya." ucap Angga.


"Kalau Tuan tidak tidur dengan wanita lalu bekas apa ini?" ucap Tania.


Angga terdiam dia mengingat kejadian di malam hari di saat dia baru sampai di apartemen Kekasih nya Livy.


"Tidak mungkin Tuan tidak pernah tidur dengan kekasih Tuan sendiri. Pria seperti Tuan sangat di ragukan kalau tidak menyewa banyak wanita untuk memuaskan nafsu saja." ucap Tania.


Tania melihat lagi bekas ciuman di bagian Leher belakang membuat nya semakin kesal.


"Saya tidak Mood untuk melakukan nya lagi tuan." ucap Tania dengan kesal. Dia langsung turun dari kasur. Angga melihat ke arah Tania yang tiba-tiba kesal.


"Kau mau kemana?" tanya Angga menahan tangan Tania.


"Aku tidak mau melihat bekas-bekas itu di badan Tuan, saya tidak suka." ucap Tania.


Tania mengambilnya kunci dan langsung pergi. Angga terdiam sejenak.


"Aaaa!!! Kenapa aku sangat kesal sekali melihat nya, ada apa dengan ku?" ucap Tania dengan Kesal setelah sudah di kamar nya.


"Aaa tidak mungkin aku iri pada perempuan yang tidur dengan Tuan Angga, tidak mungkin." ucap Tania menepis pikiran nya.


Sementara Angga di dalam kamar tersenyum.


"Dia menunggu ku, dia tidur di kamar ku dan juga dia kesal melihat bekas ini. Aku yakin dia mulai memiliki rasa pada ku." ucap Angga.


Di malam hari nya...


"Tuan saya ingin ijin keluar sebentar bersama mbak Dara." ucap Tania pada Angga yang masih di dalam kamar.

__ADS_1


Angga menoleh ke arah Tania.


"Tidak bisa!" ucap Angga. Tania menghela nafas panjang.


"Tapi Tuan ini adalah pertama kalinya saya ijin keluar karena ini adalah hari Minggu." ucap Tania.


"Saya tidak memberikan ijin!" ucap Angga.


"Baiklah Tuan." ucap Tania.


"Tapi kau bisa keluar dengan saya." ucap Angga.


"Saya sudah memiliki janji dengan mbak Dara." ucap Tania.


"Kalau begitu saya ikut." ucap Angga. Tania menghela nafas panjang.


"Tania mana sih? Aku sudah menunggu dari tadi kenapa dia tak kunjung datang." ucap Dara yang menunggu di bawah bersama Rendi.


Tiba-tiba Angga dan Tania datang.


"Selamat malam tuan." Ucap Rendi dan juga Dara.


"Mau kemana kalian?" tanya Angga..


"Hanya keluar mencari makan tuan." ucap Dara.


"Kalau begitu saya ikut." ucap Angga.


"Tuan yakin?" tanya Rendi. "Apa wajah saya kurang menyakinkan?" ucap Angga. Rendi dan Dara terdiam sejenak.


"Saya akan duduk di belakang, kamu duduk di samping Rendi." ucap Angga. Dara hanya bisa pasrah.


Di dalam mobil tidak ada percakapan sama sekali, rasa nya sangat canggung dan juga dingin.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di restoran yang sangat ramai sekali.


"Rendi kenapa kau berhenti di restoran yang sangat ramai?" ucap Angga.


."Tapi tujuan dari awal Restoran ini tuan, kami juga sudah memesan meja." ucap Rendi.


"Kalau tuan tidak bisa keramaian lebih baik tuan pulang." ucap Tania. Angga menatap Tania.


"Siapa bilang saya tidak bisa? Saya bisa." ucap Angga mengambil kaca mata hitam, membuka jas nya.


Rendi dan Dara hanya bisa tercengang.


"Apa yang kalian tunggu? Ayo turun!" ucap Angga.


Mereka turun.


Mereka duduk di meja, Tania bisa melihat kalau Angga sangat gugup sekali. Dia tidak berani melihat ke sekeliling nya.


Badan Angga bergemetar. Tania tidak tega melihat nya.

__ADS_1


"Hufff sudah jelas memiliki trauma kenapa pakai ikut segala sih." gumam Tania.


"Saya mendengar nya." ucap Angga.


Tania menghela nafas panjang.


"Lebih baik tuan pulang saja. Saya takut semua orang tau kalau ada Tuan Angga di sini." ucap Tania.


"Saya tidak akan pulang, saya akan membuktikan kalau saya kuat, saya bisa melawan trauma saya." ucap Angga.


Namun saat sedang asik makan tiba-tiba Angga berlari ke kamar mandi. Tania, Dara dan juga Angga sangat khawatir sekali.


"Aku akan melihat nya." ucap Rendi.


"Biar saya saja." ucap Tania. dia langsung mengikuti Angga ke kamar mandi.


"Tuan kenapa?" tanya Tania melihat Angga muntah-muntah.


Badan nya terasa sangat dingin sekali.


"Badan saya sangat lemas sekali, saya tidak kuat." ucap Angga.


Tania membersihkan Mulut Angga dan membawa ke pelukan nya.


Angga meletakkan kepalanya di punggung Tania. "Tidak perlu takut Tuan, saya di sini." ucap Tania.


"Kenapa ini? Setelah di peluk seperti ini aku merasa sangat nyaman." batin Angga. Dia memeluk Tania dengan erat. Tania tidak menolak atau Berontak.


Setelah Angga lebih tenang dia melepaskan pelukannya.


"Apa sebaiknya kita pulang saja?" tanya Tania. Angga menganguk.


Tania membantu Angga keluar dari kamar mandi.


"Mbak Dara, aku sama Tuan Angga pulang Duluan yah." ucap Tania.


"Apa perlu saya antar saja?" tanya Rendi.


"Tidak perlu! Kalian lanjut saja." ucap Angga.. Tania membawa Angga keluar.


Mereka pulang menggunakan Taksi online.


Di sepanjang jalan Angga bersandar di bahu Tania.


Angga merasa menang banyak karena mendapat kan perhatian Tania yang sangat tulus dan membuat nya nyaman.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai, Tania membantu masuk ke dalam kamar.


"Tuan Istirahat Saja. Mungkin masuk angin Tuan belum sembuh." ucap Tania.


Angga menahan tangan Tania.


"Tinggal lah di sini, saya takut terjadi sesuatu." ucap Angga. Tania melihat wajah pucat dan lemas Angga membuat nya iba.

__ADS_1


"Baiklah saya akan di sini menunggu Tuan tidur." ucap Tania.


Angga yang membohongi Tania sangat merasa senang, sebenarnya dia hanya Gugup namun berpura-pura sakit agar dapat perhatian dari Tania.


__ADS_2