Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 185


__ADS_3

"Iyah ada apa?" tanya Tania.


"Aku ingin kamu memberikan kesempatan kepada ku satu kali lagi, aku mohon." ucap Malvin.


Tania terdiam.


"Satu bulan berikan aku waktu, aku akan membuktikan kalau aku benar-benar ingin berubah dan aku akan membuat kamu jatuh cinta kepada ku dan Eki menganggap ku." ucap Malvin.


"Tapi kalau dalam waktu satu bulan itu aku tidak bisa membuat kamu cinta kepada ku, aku akan menyerah dan tidak akan mengganggu hubungan kamu dengan Angga." ucap Malvin.


Tania melepaskan kaki nya dari Malvin.


"Aku tidak ingin membahas itu." ucap Tania. "Aku akan membahas terus menerus tanpa henti kalau tidak ada keputusan keluar dari mulut kamu sendiri." ucap Malvin.


"Kamu jangan memaksa aku bisa gak? Aku sudah bilang tidak ingin membahas itu!" ucap Tania. Malvin Menghela nafas panjang.


"Baiklah Kalau kamu tidak ada keputusan nya, itu Artinya aku menganggap kamu mengijinkan aku untuk membuat kamu jatuh cinta lagi." ucap Malvin.


"Terserah kamu saja, tapi aku tidak ingin kamu melarang aku dengan Angga." ucap Tania. Dia berdiri mau pergi ke kamar namun kaki nya Masih sangat sakit.


"Aaauhhh..." Dia menjerit kesakitan karena kaki nya.


"Kamu duduk dulu, saya akan mengoleskan minyak ke kamu kamu." ucap Malvin.


Tania tidak bisa menolak karena dia sangat membutuhkan bantuan Malvin.


Setelah di oles kan minyak urut sudah lebih baik.


"Sekarang bagaimana? Apa masih sakit?" ucap Malvin.. Tania menggeleng kan kepala nya.


"Sudah mendingan." ucap Tania. Malvin tersenyum.


"Ya udah kalau begitu kamu istirahat saja jangan banyak jalan dulu agar cepat sembuh." ucap Malvin langsung pergi mandi.


Tania melihat Malvin sudah masuk ke kamar mandi dia memeriksa ponsel nya yang dari tadi berbunyi.


"Dara? Kenapa dia mengirim kan pesan begitu banyak kepada ku?" ucap Tania.


Tania membaca pesan dari Daraa.


"Tania apa tuan Angga sekarang bersama kamu?" tanya Dara.. Karena tak kunjung di balas Dara spam nomor Tania.


"Aku tidak bersama Tuan Angga." balas Tania.


"Loh kalau tuan Angga tidak bersama kamu dia kemana? Siang tadi dia pamit pulang duluan ke rumah namun sampai sekarang dia tidak ada di rumah." ucap Dara lagi.


Tania membaca itu jadi ikut khawatir.


"Coba cari ke tempat yang biasa dia kunjungi." balas Tania lagi.

__ADS_1


"Mamah..." Eki tiba-tiba datang kepada Tania.. Tania mematikan handphone nya.


"Seperti nya Eki sudah ngantuk mbak, lebih baik mbak menidurkan Eki dulu, karena dia tidak mau tidur bersama ku." ucap Mona.


"Apa kamu tau Angga pergi kemana?" tanya Tania. Mona menatap bingung kepada Tania.


"Maksud mbak apa?" tanya Mona.


"Dara bilang kalau dari siang tadi Angga menghilang." ucap Tania.


"Bagaimana bisa menghilang? Aku juga tidak tau." ucap Mona. "Nah itu dia yang membuat mbak khawatir." ucap Tania.


"Atau jangan-jangan kak Angga menghilang karena patah hati melihat mantan suami mbka kembali?" ucap Mona.


"Kenapa kamu berbicara seperti itu?" tanya Tania.


"Karena waktu di rumah sakit kak Angga tidak mau masuk, dia mengalah dan meminta Kak Malvin yang masuk." ucap Mona.


"Dan terakhir kali dia bilang kepada aku, dia akan membiarkan mbak dengan kak Malvin kalau itu adalah pilihan mbak." ucap Mona.


Tania terdiam sejenak.


"Secepat itu Angga mengalah?" ucap Tania dalam hati.


"Pantesan saja beberapa hari ini Angga tidak menghubungi mbak, ternyata ini adalah alasan nya." ucap Tania.


"kak Angga melakukan itu bukan berarti dia tidak sayang kepada mbak, tapi justru dia sangat sayang kepada mbak, dia menginginkan Mbak bahagia dengan pilihan Mbak." ucap Mona.


Mona tersenyum. "Bagaimana aku mencari nya mbak? Tidak mungkin aku tau di mana kak Angga sekarang." ucap Mona.


"Kamu telpon dia." ucap Tania.


"Kenapa tidak mbak saja yang menelpon nya?" tanya Mona.


"mbak..."


"Ya udah deh aku coba untuk menelpon kak Angga kalau di jawab." ucap Mona.


Dia mencoba menelpon di depan Tania langsung.


Panggilan masuk, cukup lama berderet namun tak kunjung di jawab.


Namun tiba-tiba di jawab.


"Ada apa Mona?" tanya Angga dengan Nada suara yang sangat berat.


"Kakak di mana? Ada apa dengan kakak?" tanya Mona..


"Saya lagi di luar, kamu menelpon saya, apa ada yang terjadi pada Tania dan Eki." ucap Angga.

__ADS_1


Mona menoleh ke arah Tania.


"Apa kakak sedang mabuk? Suara kakak terdengar sangat aneh." ucap Mona.


"Tidak.. Saya tidak mabuk. Tania Akan marah kalau saya mabuk." ucap Angga..Mona dan Tania sudah yakin kalau Angga benar-benar mabuk.


"Ya sudah kalau begitu kakak kasih tau alamat kakak sekarang." ucap Mona.


"Tidak perlu!! Saya akan kembali besok." ucap Angga.


"Tapi kak."


"Keadaan Tania dan Eki bagaimana?" tanya Angga.


"Ya ampun dalam keadaan mabuk saja dia masih mengkhawatirkan kami." batin Tania.


"Mereka baik-baik saja."' ucap Mona.


"Bagus lah kalau begitu." ucap Angga. Tiba-tiba langsung diam namun panggilan tak kunjung di matikan.


"Kak! Kak!" panggil Mona.


"Seperti nya dia benar-benar sudah tidur." ucap Mona.


"Bagus deh kalau dia tidak kenapa-kenapa." ucap Tania lega.


"Siapa? Kalian baru berbicara dengan siapa?" tanya Malvin yang baru saja selesai mandi.


"Dengan kak..."


"Dengan Bibik Sisi." ucap Tania langsing..Mona berhenti berbicara namun heran kepada mbak nya karena melarang nya berbicara dengan jujur.


"Oohh ya udah kalau begitu Kalian istirahat lah." ucap Malvin.


Tania dan Mona masuk ke kamar masing-masing. Tania menidurkan Eki terlebih dahulu baru dia tidur namun dia baru keingat kalau di depan tidak ada kasur santai dan juga bantal serta selimut.


Tania mengeluarkan nya mengantar ke ruang tamu.


"Malvin kamu tidur di sini saja biar badan kamu tidak sakit." ucap Tania membangun kan Malvin yang tidur hanya di karpet.


Malvin langsung bangun dia tersenyum dan tidur di kasur santai itu. "Terimakasih.." ucap nya.


Tania hanya diam tampa Ekspresi dan langsung pergi.


"Tania!" panggil Malvin. Tania menghentikan langkahnya dia menoleh ke arah Malvin.


"Selamat malam." ucap Malvin. Tania menganguk dan masuk ke kamar.


Tania menutup pintu dengan cepat dan tidur di kasur.

__ADS_1


"Ada apa dengan ku? Kenapa aku tidak mengusir nya dan pergi dari tempat ini? Aku kenapa sangat mudah seperti ini?" ucap Tania.


"Sebenernya aku sudah tidak ingin melihat kamu, hanya saja Eki anak kamu, aku tidak ingin dia melupakan Ayah kandung nya." batin Tania.


__ADS_2