Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 168


__ADS_3

"Aku hanya minum ketika pikiran ku sedang pusing saja, aku tidak sering minum karena itu tidak baik untuk tubuh." ucap Tania lagi.


"Baiklah saya tau, sekarang baik nya kamu ke kamar saja yah, kamu sudah sangat mabuk." ucap Angga.. Tania menggeleng kan kepala nya..Dia meminum minuman yang ternyata dia bawa.


Angga mencoba melarang nya namun Tania merengek, Angga hanya bisa pasrah, Tania muntah-muntah di paha nya dan di baju nya dia hanya bisa pasrah.


Setelah beberapa lama akhirnya Tania tidak sadar kan diri, Angga baru bisa membawa nya masuk ke dalam.


Sampai di kamar Tania langsung tidur di kasur.


Angga menggeleng kan kepala nya.


"Sangat keras kepala sekali." ucap Angga. Tania mengigau dia bahkan menarik tangan Angga ke arah nya.


"Aku sangat mencintai kamu Angga... Namun aku takut.." ucap Tania.


"Takut?? Takut kenapa?" tanya Angga heran. Tania tersenyum. "Aku akan membuat kamu terluka. Aku sangat takut..." ucap Tania.


"Maksud kamu apa? Itu tidak mungkin kamu memikirkan itu terlalu berlebihan." ucap Angga. Tania memeluk Angga.


"Aku tidak ingin melukai kamu, aku minta maaf." ucap Tania.


"Kamu jangan aneh-aneh deh, kamu berbicara apa?" ucap Angga. Tania tidak lagi sadar dia tertidur sangat lelap sekali.


"Benar-benar tidak masuk akal sekali." ucap Angga.


Angga mau pindah ke kamar Rendi namun ternyata mereka semua sudah mabuk sehingga tidur tidak beraturan dia tidak memiliki tempat.


"Semua anggota yang tidak ada sopan santun menghargai bos nya." batin Angga.


"Tapi ini bagus sih, jadi aku memiliki alasan untuk tidur bersama Tania dan Eki." batin Angga tersenyum.


Akhirnya dia kembali ke kamar utama dan tidur di samping Eki.


Keesokan harinya...


"Tania.. Tania..." Panggil Dara dari luar. Angga membuka mata nya karena Eki juga terganggu.


"Siapa sih pagi-pagi berteriak di pintu?" ucap Angga. Angga membuka pintu.


"Tania adik kamu mencari kamu.." ucap Dara.. Namun dia terkejut yang membuka pintu adalah Angga.


"Tu-tuan tidur di sini?" tanya Dara kaget.


"Kamu kenapa ribut pagi-pagi seperti ini?" tanya Angga.


"Maafin saya tuan, tapi Mona menunggu Tania di depan." ucap Dara.


"Mona mencari Tania? Tania Masih tidur." ucap Angga.

__ADS_1


"Seperti nya sangat penting Tuan, sebaik nya di bangun kan saja." ucap Dara. "Biar saya yang menemui Mona." ucap Angga.


Akhirnya Angga menemui Mona.


"Kak Angga.. Maafin aku datang pagi-pagi mengganggu seperti ini." ucap Mona.


"Ada apa kamu pagi-pagi ke sini sendirian? Tania Masih tidur." ucap Angga.


"Humm saya ingin meminta uang bayar SPP." ucap Mona.


"Mana nomor rekening kamu?" tanya Angga.


"Aku tidak memiliki rekening kak." ucap Mona..


Angga meminta uang kepada Fani dulu. Cukup banyak sehingga membuat Fani kaget dan juga bingung karena tidak biasa nya Angga meminta uang.


"Ambil ini jangan sampai mbak Tania tau, beli apa yang kamu butuhkan bukan yang kamu mau." ucap Angga.


"Ini sangat banyak kak." ucap Mona.


"Saya belum pernah memberikan kamu uang jajan, ambil ini jangan menolak nya karena saya akan Marah kalau kamu menolak." ucap Angga.


"Terimakasih banyak Kak." ucap Mona. Angga menepuk-nepuk kepala Mona.


"Kamu harus menjaga jarak terlebih dahulu dengan Tomi yah Mona." ucap Angga.


"Maksud kakak?" tanya Mona heran.


Mona terdiam.


"Yang meminta dia bekerja di luar adalah saya. Saya ingin memberikan dia pelajaran dan menunjukkan betapa pentingnya berfikir dewasa, menghargai orang yang lebih tua." ucap Angga.


"Terimakasih Kak, tapi berkat kakak melakukan seperti itu Tomi sudah mulai berubah." ucap Mona.


"Bagus lah kalau begitu." ucap Angga.


Tania tersenyum. "Ya udah kalau begitu kamu berangkat ke sekolah gih, nanti telat lagi." ucap Angga kepada Mona.


Mona menganguk. "Kenapa Tuan memberikan uang yang sangat banyak kepada Mona? Kalau Tania tau pasti dia akan marah-marah." ucap Dara datang bersama Fani.


"Itu sebab nya kalian diam saja." ucap angga. mereka menghela nafas panjang..


Angga masuk ke kamar.


"Kamu baru bangun?" tanya Angga melihat Tania menukar popok Eki yang sudah penuh.


"Humm kepala ku sangat pusing sekali." ucap Tania. Angga duduk dipinggir kasur.


"Apa kamu bekerja hari ini?" tanya Angga.

__ADS_1


"Iyah aku bekerja." ucap Tania. Angga terdiam sejenak.


"Ada apa?" tanya Tania.


"Pernikahan Nada dan Aris sudah selesai. Saat nya kita membahas tentang kita." ucap Angga.


Tania menatap Angga. "Aku ikuti keputusan kamu." ucap Tania.


"Bagaimana kalau hari ini kita bertemu orang tua ku untuk membicarakan ini?" tanya Angga.


"Tapi aku harus kerja hari ini." ucap Tania.


"Baiklah kita akan membahas ini setelah kamu selesai bekerja." ucap Angga. Tania menganguk.


A


Tania sudah berangkat bekerja. Angga meminta Tania agar Eki tinggal.


"Apakah Tuan benar-benar akan menikahi Tania?" tanya Dara. Angga menganguk.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu?" tanya Angga.


"Tidak apa-apa tuan. Aku hanya tidak yakin saja kalau Tuan yang dulunya tidak mau menikah sekarang tiba-tiba mau menikah." ucap Dara.


"Huff kamu jangan membahas masa lalu lagi." ucap Angga. Dara diam.


"Assalamualaikum semua nya." Tania masuk ke Butik.


"Mbak Tania kelihatan nya sangat lelah sehingga datang kesiangan hari ini." ucap kasir.


Tania tersenyum. "Di sana ada yang menunggu mbak Tania dari tadi." ucap kasir. Tania melihat ke arah perempuan dan laki-laki yang sudah lanjut usia.


"Siapa mereka?" tanya Tania.


"Seperti nya bukan pelanggan deh. Mereka mau bertemu dengan mbak." ucap kasir.


"Ya udah kalau begitu urus barang-barang ini dulu yah, aku menemui mereka dulu." ucap Tania.. Kasir menganguk.


"Permisi Pak, Bu, ada yang bisa saya bantu?" tanya Tania dengan Sopan.


Namun Tania sangat kaget melihat wajah mereka dengan jelas.


"Kenapa? Kamu kaget kami bisa tau kamu bekerja di sini?" tanya Ibu-ibu yang sudah lanjut usia itu.


"Ibu, ayah.." ucap Tania mau menyalim tangan mereka namun langsung di tepis.


"Kamu tidak perlu sok sopan seperti ini kepada kami." ucap mantan Mertua nya itu. Tania terdiam.


"Kamu mengabaikan pesan-pesan dari Ayah dan ibu. Kamu sama sekali tidak sopan!" ucap mantan mertua laki-laki nya.

__ADS_1


"Aku bukan berniat mengabaikan nya Ayah, hanya saja aku tidak ingin kalian mengambil Eki. Dia adalah anak ku, kenapa kalian mau mengambil nya?" ucap Tania.


"Karena mereka Cucu kami juga, kamu tau kalau hanya itu Cucu laki-laki Kami, sekarang kamu ke sini mau mengambil nya." ucap Mertua nya.


__ADS_2