Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 166


__ADS_3

"Pengantin nya cantik bukan?" ucap Tania kepada Angga yang berdiri di samping nya.


Namun ternyata Angga dari tadi menatap wajah Tania.


"Kenapa kamu menatap ku? Kamu lihat ke depan saja." ucap Tania. Angga tersenyum.


"Kamu dengan pengantin itu sama-sama cantik hanya saja lebih cantik kamu di hati saya dan di mata saya." ucap Angga.


"Huff kamu bisa saja." ucap Tania , Angga tersenyum.


"Kamu mau berfoto dengan pengantin?" tanya Angga kepada Tania. Tania menganguk mereka berfoto ke depan bersama Mona dan Tomi.


"Semoga Hubungan kalian berdua langgeng selama nya, dan semoga juga cepat di berikan momongan." ucap Tania. Nada tersenyum.


Tidak lupa juga Tania dan Mona memberikan kado mereka.


Tidak terasa sudah sore.


"Apa kamu lelah?" tanya Aris kepada Nada yang menyambut tamu. Nada mengangguk.


"Kamu duduk saja." ucap Aris memberikan Kursi kepada istri nya itu.


Acara selesai...


"Aris..." Panggil Nada setelah sudah di dalam kamar pengantin.


"Iyahh..." jawab Aris.


"Hummm aku mau membahas soal kemarin. Kita sama sekali belum membahas tentang itu, bahkan kita baru bisa berbicara dan bertemu sekarang." ucap Nada.


"Kalau kamu membahas itu lagi, kita pasti ribut. Sudah berapa kali aku mengatakan kalau aku tidak memiliki hubungan apapun dengan mantan ku, bahkan sekarang aku sudah menjaga jarak dari teman-teman ku." ucap Aris.


"Iyah aku tau, aku bukan bermaksud mau menuduh kamu, aku mau minta maaf karena sudah menuduh dan berfikir yang tidak-tidak tentang kamu, aku sangat menyesali nya." ucap Nada.


Aris menatap Nada.


"Kamu serius? Sekarang kamu sudah percaya kepada ku kan?" tanya Aris. Nada menganguk.


Aris memeluk Nada. "Aku janji mulai dari sekarang aku tidak akan membuat kamu meragukan lagi cinta ku kepada kamu." ucap Aris.. Nada menganguk.


"Humm ya udah kalau begitu kamu mandi gih." ucap Aris.


"Apa kamu tidak mandi? Sebaiknya kamu duluan saja, aku harus menunggu MUA nya untuk membersihkan makeup dan membuka pakaian ku." ucap Nada.


"Oohh begitu ya udah kalau begitu aku duluan yah." ucap Aris. Dia masuk ke kamar mandi terlebih dahulu.


Sementara di tempat lain..

__ADS_1


"Kita masuk kemana? Kenapa bapak tidak mengikuti mobil Tomi?" tanya Tania ke supir.


"Kamu tenang saja." ucap Angga. Tidak beberapa lama sampai di sebuah villa.


"Kita ngapain ke sini?" tanya Tania.


"Semua orang hari ini dan dua hari kedepannya liburan di sini. Jadi kamu harus ikut." ucap Angga.


Tania melihat banyak anggota dan pekerja Angga di sana.


"Tapi..." ucap Tania. "Tidak ada tapi-tapian, sebaiknya kamu langsung ikut saja." ucap Angga mengendong Eki keluar.


"Bagaimana acara hari ini Tuan?" tanya Dara kepada Angga. "Semua nya lancar." ucap Angga.


"Fani, Dara kalian disini juga?" ucap Tania.


"Iyah karena hari libur jadi tuan Angga berbaik hati menyewa tempat ini untuk kita semua berlibur.. Ngomong-ngomong kamu cantik banget Sih." ucap Dara.


Tania tersenyum.


"Huff kamu selalu saja membuat aku tersipu malu." ucap Tania. Dara tersenyum. "Kamu benar-benar sangat cantik sekali. Dress yang kamu pakai ini adalah bentuk kesukaan almarhum Mamah nya Tuan Angga dan warna ini adalah kesukaan Tuan Angga." ucap Dara.


Tania menoleh ke arah Angga yang sibuk dengan yang lain.


"Kamu sangat cantik." ucap Dara.


"Ya udah kalau begitu ayo kita masuk ke dalam." ucap Fani..


"Malam ini kami merencanakan untuk bakar-bakar ikan dan ayam." ucap Dara menunjukkan bahan-bahan yang sudah siap.


"Dan di sana juga ada minuman keras, ada jus dan banyak minuman lain nya." ucap Dara.


"Aku mau membersihkan badan, kamar kami sama Eki di mana?" tanya Tania.


"Ada di kamar utama." ucap Dara.


"Kamar utama? Bukan kah kamar utama milik Angga?" tanya Tania.


"Benar banget, tapi di sini hanya sisa satu kamar, tuan Angga bilang dia akan pindah ke kamar Rendi demi orang yang dia sayang bisa tidur dengan nyaman." ucap Dara, Tania menghela nafas panjang.


"Aku bisa menumpang bersama kamu." ucap Tania.


"Kami sudah ber empat." ucap Dara. "Bersama Fani?" tanya Tania.


"Mereka ada di vila sebelah dan juga sangat ramai, mana mungkin juga Tuan Angga mengijinkan Kamu tidur di villa yang berbeda." ucap Dara.


"Tania menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Sudah kamu tidur di kamar itu saja, kamu harus menghargai Tuan Angga." ucap Dara.


"Tidak enak Sama anak yang lain." ucap Tania.


"Kenapa susah-susah sih kamu memikirkan tentang mereka? Aku sih bodoh amat kepada mereka." ucap Dara.


"Ya udah deh, kalau begitu aku masuk dulu yah." ucap Tania.


"Tuan saya mau membicarakan hal yang penting kepada Tuan." ucap Dara menghampiri Angga.


"Ada apa?" tanya Angga.."Tuan sudah melihat berita?" tanya Dara. "Saya belum Membuka handphone saya." ucap Angga.


"Tuan harus melihat ini." ucap Dara menunjukkan berita yang sedang panas di pembicaraan di media sosial.


Foto Angga bersama Tania yang di update beberapa jam yang lalu. Semua komentar menghujat Tania dan anak nya..Di tambah lagi mereka semua membawa-bawa Eki di komentar jahat mereka.


Angga membaca nya sangat syok.


"Jangan sampai Tania melihat ini Tuan, dia pasti akan sangat sedih." ucap Dara.


"Saya ingin kamu mencoba mencari orang yang membuat postingan itu." ucap Angga. Dara menganguk.


Angga langsung ke kamar utama untuk menemui Tania memastikan Tania agar tidak melihat postingan itu.


Namun saat masuk ke kamar dia melihat Tania sedang melihat handphone nya dengan wajah yang sangat serius.


"Tania... Kamu jangan ambil hati kata-kata mereka, kamu jangan membaca nya lagi." ucap Angga Mengambil handphone Tania dan mematikan nya.


"Sudah jangan ambil hati, mereka berkomentar tampa tau yang sebenarnya." ucap Angga.


Tania menghela nafas panjang.


"Kenapa kamu kelihatan nya sangat panik seperti itu? Aku biasa saja, kamu sangat lebay." ucap Tania. Angga terdiam sejenak, menaikkan kedua alis nya.


"Apa yang kamu maksud?" tanya Angga.


"Ini sudah hal biasa bagi ku, bahkan pesan yang masuk langsung ke aku jauh lebih jahat." ucap Tania.


Angga terdiam sejenak.


"Kenapa kamu tidak jujur kepada saya?" tanya Angga.


"Ini adalah resiko mencintai pria yang juga di cintai banyak orang." ucap Tania. Angga menghela nafas panjang.


Dia duduk di lantai. "Kamu mau ngapain?" tanya Tania. Angga meletakkan kepalanya di atas paha Tania yang duduk di pinggir Kasur.


"Saya minta maaf sudah membuat kamu di posisi seperti ini, tapi saya akan segera mengatasinya agar kamu jauh lebih nyaman bersama Eki." ucap Angga.

__ADS_1


__ADS_2