
"Selamat malam." ucap Malvin. Tania menganguk dan masuk ke kamar.
Tania menutup pintu dengan cepat dan tidur di kasur.
"Ada apa dengan ku? Kenapa aku tidak mengusir nya dan pergi dari tempat ini? Aku kenapa sangat mudah seperti ini?" ucap Tania.
"Sebenernya aku sudah tidak ingin melihat kamu, hanya saja Eki anak kamu, aku tidak ingin dia melupakan Ayah kandung nya." batin Tania.
Keesokan harinya.
"Sarapan dulu Mona." ucap Malvin kepada Mona yang mau berangkat ke sekolah.
"Iyah kak." ucap Mona duduk di kursi meja makan.
"Kakak tidak perlu repot-repot membuat kan sarapan dan terus Memasak seperti ini." ucap Mona.
"Justru kakak sangat senang memasak untuk orang lain, apa kamu lupa." ucap Malvin. Mona tersenyum.
"Hanya saja aku sama Mbak Tania jadi tidak enakan." ucap Mona.
"Anggap saja ini sebagai tanda terimakasih sudah mengijinkan kakak menginap di sini." ucap Malvin.
"Humm baiklah kalau begitu." ucap Mona. Tidak beberapa lama Tania dan Eki keluar dari kamar nya.
"Selamat pagi semua nya." ucap Tania sambil tersenyum.. Malvin tersenyum.
"Pagi juga. Bagaimana keadaan kamu?" tanya Malvin..
"Humm sekarang sudah jauh lebih baik." ucap Tania.
"Terimakasih yah sudah mau merawat ku." ucap Tania. Malvin menganguk.
"Kalau begitu ayo sarapan dulu." ucap Malvin. Tania menganguk.
"Mie goreng sarapan pagi ini gak apa-apa kan?" tanya Malvin. Tania terdiam sejenak.
"Aku tau kalau kamu kurang dengan mie goreng, tapi kamu harus coba in dulu." ucap Malvin menyuapi Tania.
Tania kaget namun Malvin memasang wajah menyakinkan kalau itu mie yang cukup enak.
"Assalamualaikum..." Tiba-tiba Angga datang, dia melihat Malvin yang menyuapi Tania.
"Walaikumsalam..." Jawab Mona dan juga Tania bersamaan.
"Apa saya mengganggu." ucap Angga karena melihat mereka sedang makan.
"Enggak kok kak, ayo bergabung sarapan pagi." ucap Mona. Angga sudah sampai di Sana dia tidak enak menolak meskipun sebenarnya dia ingin segera pergi dari sana.
Tadi tempat itu terdengar sangat riang, namun setelah dia datang tidak ada percakapan sama sekali.
"Aku sudah selesai sarapan, Masakan kakak sangat enak sekali, aku pamit ke sekolah dulu yah." ucap Mona.
"Malvin..." panggil Tania. Semua menoleh ke arah Tania.
__ADS_1
"Aku mau kamu nganterin Mona ke sekolah, kamu mau kan?" tanya Tania. Malvin menoleh ke arah Mona. "Tapi aku bisa naik bus mbak." ucap Mona.
"Mumpung ada kak Malvin di sini. Kamu kasian harus berjalan ke halte bus." ucap Tania.
"Ya udah aku mau kok." ucap Malvin.
"Ayo Mona kita berangkat, nanti kamu telat." ucap Malvin. Mona menganguk. Mereka pergi meninggalkan Angga dan Tania.
"Hummm bagaimana keadaan kamu?" tanya Angga.
"Seperti yang kamu lihat!" ucap Tania dengan ketus.
"Kamu marah sama saya karena tidak datang melihat kamu di rumah sakit yah? Saya minta maaf karena saya memiliki pekerjaan yang tidak bisa di tinggal kan. Saya percaya mantan suami kamu bisa merawat kamu." ucap Angga.
"Apa pekerjaan kamu lebih penting?" ucap Tania.
"Bukan seperti itu Tania. Tapi saya..."
"Kenapa? Kamu tidak ingin menemui aku karena Malvin?" ucap Tania.
Angga terdiam.
"Kamu dari mana seperti ini? Kamu sangat berantakan dan bau." ucap Tania melihat penampilan Angga.
"Saya minta maaf, saya akan pulang kalau ini membuat kamu tidak nyaman." ucap Angga.
"Baiklah kalau begitu, silahkan pergi dan jangan kembali lagi!" ucap Tania.. Angga berhenti dia menoleh ke arah Tania.
"Saya semalaman tidak bisa tidur, saya ke sini berfikir kalau pagi-pagi Malvin tidak akan ke sini, dan ternyata dia menginap di sini." ucap Angga.
"Yang saya lihat pagi ini sudah cukup jelas bagi saya untuk mundur dan mengiklas kan kamu dengan Malvin." ucap Angga.
"Semudah itu kamu menyerah? Kita sudah sejauh ini tapi kenapa kamu dengan gampang menyerah?" ucap Tania.
Angga menggeleng kan kepala nya.."Saya tidak bisa memaksakan kamu terus bersama saya. Dan saya tau jelas kalau kamu dan Eki membutuhkan Malvin bukan saya orang lain." ucap Angga.
Angga langsung pergi begitu saja.. Tania menghela nafas panjang.
"Ya Allah kenapa salah paham tidak kunjung selesai di hidup ku, masalah demi masalah selalu datang kepada ku." ucap Tania.
"Angga jangan pergi." ucap Tania mengejar Angga.
"Ada apa ini?" tanya Malvin yang ternyata sudah pulang.
Angga menatap Malvin.
"Tidak apa-apa." ucap Angga langsung pergi. Malvin melihat ke arah Tania.. Tania langsung masuk lagi ke dalam rumah.
"Aku rasa kamu harus pulang Malvin, kamu membuat Angga salah paham." ucap Tania.
"Apakah kamu lebih memilih Angga dari pada aku?" tanya Malvin.
"Tidak ada kah pertanyaan yang lain?" ucap Tania.
__ADS_1
"Jawab dulu pertanyaan ku. Apa kamu tidak akan membuka hati mu kepada ku?" tanya Malvin.
Tania menatap Malvin.
"Jangan membahas ini dulu Malvin, aku pusing." ucap Tania.
"Baiklah kalau begitu, aku minta maaf." ucap Malvin. Tania duduk bersama Eki. Sementara Angga kembali ke rumah nya.
"Kenapa harus begitu sulit untuk mencintai seseorang, sangat sulit sekali memperjuangkan Tania." batin Angga.
Sesampainya di rumah Dara membantu nya masuk karena Angga kelihatan masih mabuk.
Angga tidak bisa tenang pikiran nya entah kemana.
Keesokan harinya...
"Bik aku hari ini bekerja." ucap Tania kepada Bibik sisi.
"Bekerja? Apa kamu sebaiknya berhenti saja? Fokus menjaga Eki." ucap Malvin yang pagi-pagi sudah datang ke sana.
"Aku sudah di tanya oleh nada, aku juga bosan hanya di rumah saja." ucap Tania.
"Tapi..."
"Aku bosan di rumah." ucap Tania langsung.
"owh baiklah kalau begitu. Tapi hari ini aku ingin membawa Eki ke rumah orang tua ku, apa boleh?" tanya Malvin.
Tania menoleh ke arah Bibik sisi.
"Aku juga akan membawa Bibik Sisi kalau kamu ragu." ucap Malvin.
"Baiklah. Aku juga tidak mungkin membawa Eki ke tempat kerja." ucap Tania.. Malvin tersenyum.
Setelah itu Tania berangkat bekerja dia antar oleh Malvin.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di Butik.
"Bibik hati-hati yah, kabarin aku kalau sudah sampai di sana." ucap Tania.
"Kamu tenang saja." ucap Malvin.
"Iyah." ucap Tania.
"Terimakasih sudah mengantarkan aku ke sini." ucap Tania. Malvin menganguk.. Tania mencium Eki dan turun dari dalam mobil.. Malvin juga turun dari dalam mobil.
"Tania." panggil Malvin. "Iyah kenapa?" tanya Tania.
"Aku minta nomor kamu agar bisa menjemput kamu nanti dan juga kamu bisa menghubungi aku." ucap Malvin. Tania terdiam sejenak.
Namun karena Eki sama Malvin dia memberikan nomor nya.
"Ya udah kalau begitu aku masuk dulu." ucap Tania.
__ADS_1
"Ekhem-Ekhem ada yang di anterin sama mantan suami nih." ucap nada.