
"Ada apa?" tanya Staf yang lain.
"Aku melihat Tuan Angga dan Bu Fani mau ciuman. Mereka pasti pasangan. mampus deh kita. kalau pasangan Tuan Angga Bu Fani pasti Bu Fani semakin tegas kepada kita " ucap Staf itu.
"Cepat beri tahu saya Tuan." ucap Fani. "Kamu janji tidak akan memberi tahu siapa pun kan?" ucap Angga. Fani Menganguk.
"Orang itu adalah Tania." ucap Angga. Fani seketika langsung tersenyum manis.
"Kok kamu senyum-senyum? Kenapa tidak kaget? Apa menurut kamu itu tidak Aneh?" tanya Angga.
"Saya sudah tau Tuan. Saya bisa melihat cara Tuan memandang Tania, memperlakukan nya bahkan Tuan sangat menyanyangi Anak dan membantu keluarga nya." ucap Fani.
"Apakah menurut mu semua orang tau?" tanya Angga. Fani menggeleng kan kepala nya.
"Hanya orang-orang tertentu saja yang tau Tuan." ucap Fani. Angga tersenyum lega.
"Oh iya kalau boleh tau apa Tuan sudah mengungkapkan perasaan Tuan?" tanya Fani. Angga Menganguk.
"Bagaimana Tuan? Apa Tania menerima nya?" tanya Fani dengan sangat serius.
Angga menggeleng kan kepala nya. Fani langsung lesu.
"Dia tau kalau perjanjian di rumah ltu tidak boleh memiliki hubungan yang serius sesama pekerja mau pun yang tinggal di rumah itu." ucap Angga.
"Apa karena itu Tuan menghapus perjanjian itu?" tanya Fani. Angga menganguk.
"Saya tidak mau kehilangan wanita yang sudah sangat saya cintai." ucap Angga.
"Humm kalau hanya itu saja tidak mungkin Tania tidak menerima itu." ucap Fani. "Bukan hanya itu saja. Dia juga tidak ingin menjadi penghancur hubungan saya dengan Livy." ucap Angga.
Fani menghela nafas panjang. "Kalau masalah ini sudah sangat ribet tuan." ucap Fani.
"Saya mencintai dia jauh sebelum saya mengenakan Livy. Saya bertemu dengan dia sebelum dia menikah." ucap Angga.
"Maksud Tuan?" tanya Fani.
"Dia adalah kakak kelas saya di universitas yang sama." ucap Angga. Fani kaget mendengar itu.
"Pada saat itu saya masih Mahasiswa baru. Saya kebingungan dan Tania banyak membantu saya." ucap Angga.
"Apa jangan-jangan yang Tuan maksud ciuman pertama Tuan itu adalah Tania?" tanya Fani. Angga menganguk.
"Sebenarnya Lidya yang mirip dengan Tania, bukan Tania yang mirip pada Lidya. Pada saat itu Tania memiliki penampilannya yang begitu Lucu. Kacamata yang tebal, rambut seperti Dora dan wajah yang tidak terlalu cantik." ucap Angga.
__ADS_1
Fani tidak menyangka akan seperti itu cerita nya.
"Dan pada suatu saat saya harus berpura-pura menjadi kekasih nya agar semua teman nya percaya dia memiliki pasangan." ucap Angga.
"Apa Tania tidak mengingat Tuan sama sekali?" tanya Fani.
"Tidak mungkin bdia mengingat saya karena itu sudah beberapa tahun yang lalu. Penampilan saya jauh berbeda begitu juga dengan penampilan dia." ucap Angga.
"Sungguh cinta abadi." ucap Angga.
"Saya mengejar Tania sudah cukup lama Sampai pada akhirnya dia lulus dan langsung menikah dengan pria yang dia sukai." ucap Angga.
"Apa setelah itu Tuan tidak tau kabar nya lagi?" tanya Fani.
"Iyah kamu benar sekali. Saya memutuskan untuk menghilang dan membiarkan dia bahagia dengan pilihan nya. Sampai pada akhirnya saya melihat nya lagi di Butik itu." ucap Angga.
Tania sama sekali tidak menyadari bahwa Angga bertemu dengan wanita yang sering dia ceritakan selama ini.
"Dan Tuan Angga memiliki hubungan dengan Non Lidya hanya karena dia Mirip Tania?" tanya Fani. Angga menganguk kan kepala nya.
"Tapi itu hanya di awal saja. Lidya membuat saya Jatuh cinta sampai saya tidak ingin kehilangan dia." ucap Angga.
"Tapi Lidya benar-benar tidak serius kepada saya. Dia beberapa kali menyelingkuhi saya." ucap Angga. Fani Menghela nafas panjang.
"Sudah lah Tuan tidak perlu diingat lagi, semua nya sudah berlalu sebaiknya Tuan fokus kepada masa depan." ucap Fani.
"Saya mohon kepada kamu. Agar Tania jangan sampai tau masalah saya dengan Lidya atau pun keburukan saya di masa lalu." ucap Angga.
Fani yang tau semua tentang Angga hanya bisa mengangguk. Sudah lama dia menyimpan rahasia Angga.
Mereka pun langsung lanjut bekerja.
Sementara Rendi menemukan Dara di Tempat kerja hanya khusus untuk staf kantor Angga.
"Dara kenapa kamu di sini?" tanya Rendi. Dara tidak perduli.
Semua orang melihat ke arah mereka berdua.
"Kalian fokus saja bekerja!" ucap Rendi.
"Dara ayo kita bicarakan ini di dalam mobil." ucap Angga.
"Tidak ada yang perlu dibicarakan!" ucap Dara.
__ADS_1
"Kamu kenapa sih? Jangan membawa masalah pribadi kamu seperti ini ke kantor. profesional Dara!" ucap Rendi.
"Baiklah kalau itu yang kamu mau. Kita udahan saja, aku tidak ingin ini selalu mengganggu pikiran ku di saat bekerja." ucap Dara.
Rendi terdiam. Dara langsung pergi keluar dari sana. Rendi mengejar nya.
"Dara sebaiknya kita membicarakan ini baik-baik, kalau kita putus sebaiknya kita berteman karena kita satu tempat kerja." ucap Rendi.
"Kamu tenang saja aku tidak akan mengganggu hubungan kamu dengan Fani kok. Aku sangat bodoh selama ini percaya sama kamu." ucap Dara.
Dara langsung pergi begitu saja membuat Rendi bingung.
tidak beberapa lama akhirnya sampai di kantor..Dara langsung menghadap kepada Angga memberikan pekerjaan nya.
"Dari mana saja kamu? Kenapa kamu baru datang?" tanya Angga. "Saya dari kantor Staf Tuan." jawab Dara.
"Kamu memiliki masalah? Kalau ada masalah sebaiknya di selesaikan terlebih dahulu." ucap Angga.
"Saya baik-baik saja Tuan." ucap Dara. Angga Memeriksa pekerjaan Dara.
"Saya tidak pernah melihat kamu seperti ini sebelumnya. Apa masalah kamu?" tanya Angga. Dara menggeleng kan kepala nya.
"Sebaiknya kamu pulang ke rumah." ucap Angga. Dara Menggeleng kan kepala nya.
"Saya akan di sini Tuan, saya harus menyelesaikan pekerjaan saya." ucap Dara. Angga Menghela nafas panjang.
"Baiklah kalau begitu." ucap Angga. Setelah di periksa Dara mau keluar namun Fani juga Masuk ke dalam. Fani tersenyum kepada Dara namun Dara mengabaikan nya.
Fani sampai kebingungan dia menatap Dara keluar.
"Ngapain kamu ke sini lagi?" tanya Angga.
"Mengantar kan ini Tuan." ucap Angga membawa bekal untuk Angga.
"Dari siapa?" tanya Angga.
"Dari siapa lagi kalau bukan dari Tania." ucap Fani.
"Kenapa tidak datang sendiri untuk mengantarkan nya ke sini?" tanya Angga..
"Banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan mungkin tuan. Lagian dia datang ke sini tidak sendirian melainkan dengan teman nya yang bernama Nada." ucap Fani.
"Nada?" ucap Angga.
__ADS_1
"Kata nya sih dia mau menjual pakaian yang sudah dia jahit." ucap Dara. Angga diam.
"Ya sudah kalau begitu saya kembali bekerja yah Tuan." ucap Fani. Angga menganguk.