
"Bik mantan mertua ku mau mengambil Eki. Aku tidak mau bik." ucap Tania.
"Loh kenapa mereka mau mengambil Eki?" tanya Bibik sisi.
Tania menangis.
"Kamu tenang kan diri dulu. Mereka tidak memiliki hak untuk mengambil Eki dari kamu." ucap Bibik sisi.
Eki yang ada di gendongan Tania hanya bisa diam kebingungan.
"Sudah jangan takut, Bibik akan membantu kamu kok, mereka tidak bisa mengambil Eki begitu saja." ucap Bibik Sisi.
Tania terlihat sangat takut sekali tapi di tidak bisa melakukan apapun.
"Kalau hari ini aku tidak mengantarkan Eki kepada mereka, mereka akan mengambil paksa Eki bik. Bagaimana ini?" tanya Tania.
"Kamu tenang dulu, mereka tidak akan bisa mengambil Eki. Kamu adalah Ibu nya, kamu yang membesar kan Eki mana mungkin mereka mengambil Eki begitu saja dari kamu." ucap Bibik Sisi.
"Tapi mereka tidak pernah main-main dengan kata-kata nya Bik, tidak ada satu pun orang yang bisa melarang mereka." ucap Tania.
"Kamu hanya di Takut-takut tin oleh mereka, kamu jangan memikirkan itu, buat beberapa hari ini kamu libur bekerja dulu agar bisa menjaga Eki kalau mereka datang." ucap Bibik Sisi.
Tania menganguk.
Satu hari an Tania sama sekali tidak tenang di tempat lain Angga menunggu pesan nya di balas oke Tania.
"Bibik aku pulang..." ucap Mona.
Bibik Sisi tersenyum.
"Kamu tukar baju dan makan gih. Tadi Bibik sudah masak, jangan lupa ajak mbak mu untuk makan." ucap Bibik Sisi.
"Loh mbak Tania sama Eki sudah pulang?" tanya Mona.
"Sudah.. Dan kamu tau kalau mantan Mertua mbak Tania mau mengambil Eki dari kita." ucap Bibik Sisi.
"Mau mengambil Eki?" ucap Mona kaget. Bibik Sisi menganguk.
"Tidak bisa bik, mereka tidak memiliki hak untuk mengambil Eki dari mbak Tania." ucap Mona.
"Iyah Bibik tau, hanya saja mbak kamu terlihat sangat takut sekali." ucap Bibik Sisi. Mona masuk ke dalam mencari Tania.
"Mbak Tania..." panggil Mona. Tania yang sedang memandangi Eki yang tidur terkejut karena Mona tiba-tiba datang.
"Kenapa kamu berteriak seperti itu?" tanya Tania.
"Apa benar mantan mertua mbak mau mengambil Eki?" tanya Mona, Tania menganguk.
__ADS_1
"Mbak tidak boleh mengijinkan nya mbak, mbak harus melawan mereka." ucap Mona.
"Mbak tidak bisa melakukan apapun karena mereka mau mengambil secara paksa." ucap Tania.
Mona menggeleng kan kepala nya. "Mbak tidak boleh menyerah kan Eki." ucap Mona.
"Bila perlu kita membawa ini ke pengadilan." ucap Mona.
Tania menggeleng kan kepala nya. "Tidak perlu membawa nya ke pengadilan Mona, kamu tau Keluarga mantan mertua mbak bukan orang sembarang. Kita akan kalah kalau mereka sudah menggunakan uang." ucap Tania.
"Tapi aku tidak rela mereka mengambil Eki begitu saja Mbak. Mbak yang sudah membesarkan Eki sendirian. Bahkan di saat di dalam kandungan mereka mengatakan kalau Eki bukan anak dari anak mereka." ucap Mona.
"Sekarang mereka mau mengambil Eki karena sudah terbukti itu adalah adalah cucu mereka." ucap Mona.
"Pokoknya mbak tidak boleh menyerah, mbak harus Keras kepada mereka semua yang berusaha mengambil Eki." ucap Mona.
"Mbak harus bisa membela diri, jangan biarkan mereka menginjak-injak mbak lagi." ucap Mona.
"Kamu benar dek, tapi mbak tidak berani seperti itu kepada orang tua." ucap Tania.
"Kalau mbak tidak berani, aku akan maju dan melawan mereka." ucap Mona.. Tania menggeleng kan kepala nya.
"Jangan seperti itu Mona, kamu tidak boleh terbawa-bawa ke Masalah ini." ucap Tania.
"Kalau mbak tidak mau aku ikut campur, mbak harus tegas, mbak tidak boleh lemah." ucap Mona.. Tania tersenyum.
"Aku yakin mbak pasti Bisa, mbak jangan takut." ucap Mona memeluk Tania. Tania tersenyum.
"Terimakasih yah dek." ucap Tania.
"Sekarang mbak juga harus istirahat, aku akan menjaga mbak dan juga Eki. Jangan memikirkan hal yang tidak-tidak." ucap Mona.
Akhirnya Tania berani untuk tidur di samping Eki yang terlelap karena sudah kenyang.
Mona tersenyum ketika melihat Tania dan Eki tidur dengan nyenyak.
Tania terbangun karena merasa di samping nya sudah tidak ada anak nya.
"Eki!!!!" Ucap nya langsung sangat keras.
"Ada apa Tania?" tanya Bibik Sisi langsung berlari ke kamar Tania.
"Eki bik, mana Eki?" tanya Tania.
"Ya ampun Tania hanya karena Eki tidak di samping kamu, kamu langsung berteriak seperti melihat hantu." ucap Bibik sisi.
"Eki mana Bu? kenapa dia tidak di sini?" tanya Tania lagi. "Sudah kamu tidak perlu khawatir. Itu dia baru selesai mandi sama Tante nya." ucap Bibik Sisi.
__ADS_1
Tania menghela nafas panjang melihat Eki tertawa melihat dia.
Tania sudah sangat panik, bahkan keringat nya keluar karena takut Eki tidak ada di sana bersama nya lagi.
"Kamu jangan terlalu memikirkan nya Tania, kamu bisa sakit kalau memikirkan nya terlalu berlebihan." ucap Bibik Sisi.
"Bagaimana aku tidak memikirkan nya bik? Aku sangat takut sekali." ucap Tania.
"Bibik dam Mona ada di sini untuk menemani kamu, membantu kamu untuk mempertahankan hak asuh Eki." ucap Bibik Sisi.
Tania berusaha untuk menenangkan diri nya.
"Jangan di pikirkan lagi yah nak, Bibik gak mau kamu sakit." ucap Bibik sisi Mengelus Kepala Tania.
Tania memeluk Bibik Sisi.
Keesokan harinya... Angga duduk di ruangan kerja nya sambil melihat handphone nya tidak kunjung ada balasan dari Tania, di telpon juga tidak aktif.
"Kenapa dia tidak menjawab telpon saya?" ucap Angga bertanya-tanya.
Dia mencoba menelpon lagi.
"Tania ini tuan Angga menelpon kamu." ucap Bibik sisi.. Tania mengambil ponsel nya.
"Loh kenapa di matikan Tania?" tanya Bibik Sisi.
Tania menggeleng kan kepala nya.
"Aku mohon sama Bibik dan juga Mona jangan memberi tau tentang ini kepada Angga." ucap Tania.
"Loh kenapa? Bukan nya lebih Bagus dia tau?" tanya Bibik sisi. Tania menggeleng kan kepala nya.
"Aku tidak ingin keluarga nya mendengar tentang ini." ucap Tania.
"Baiklah Bibik mengerti Tania.. Bibik janji tidak akan memberi tau kepada Tuan Angga." ucap Bibik sisi.. Tania tersenyum.
"Ya sudah kalau begitu ayo makan." ucap Bibik Sisi Tania menganguk.
Angga menghela nafas panjang karena telpon nya tidak kunjung di jawab oleh Tania.
"Permisi Tuan Angga." ucap Rendi masuk.
"Silahkan masuk." ucap Angga.. Rendi masuk.
"Ada apa dengan Tuan? kenapa kelihatan nya Tuan sedang memikirkan sesuatu?" tanya Rendi.
"Tania menghilang begitu saja, dia tidak membalas pesan atau menjawab telepon dari saya." ucap Angga.
__ADS_1
"Kenapa tidak Tuan datangi saja ke tempat bekerja nya, tuan tau sendiri kalau Tania sangat jarang membuka Ponsel nya." ucap Rendi.