Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 154


__ADS_3

"Ibu juga sudah tau kok kalau mbak kamu dekat dengan pria kaya dan terpandang itu." ucap guru cantik itu.


Mona Terdiam.


"Alasan menikah itu karena saling mencintai, sudah nyaman, ibadah, dan juga karena ingin ada yang menjaga." ucap guru itu.


"Mbak kamu memilih menikah mungkin karena dia sudah yakin. Dan lagi dia pasti ingin di nafkahin. Selama ini dia sudah lelah. Sudah waktunya dia istirahat." ucap guru itu.


"Bagaimana tanggapan ibu tentang mbak saya dengan kak Angga?" tanya Mona.


"Menurut orang lain seperti ibu mungkin tidak pantas. Tapi melihat Tuan Angga sangat menyanyangi mbak kamu, semua orang tidak bisa berkomentar lagi." ucap gurunya.


"Tidak perlu pusing memikirkan apa kata orang lain, kita fokus menjalankan apa yang harus tugas kita dan lebih fokus lagi untuk melakukan apa yang kita inginkan. Bukan kata orang lain." ucap gurunya.


"Apakah menurut ibu mbak Tania cocok dengan kak Angga tanya Mona.


"Sangat Cocok." ucap Bu guru nya lagi. Mona tersenyum.


"Sudah jangan terlalu di pikirkan sekali, kamu harus fokus belajar." ucap guru nya. Mona menganguk.


Angga baru saja sampai di rumah nya. Dan ternyata Orang tua nya menunggu dia di rumah.


"Mamah papah sudah di sini." ucap Angga keluar dari dalam mobil.


"Kamu janji akan membawa Tania ke rumah..Tapi kenapa tidak jadi?" tanya mamah nya.


"Maafin aku mah, Tania tidak bisa meninggal pekerjaan nya." ucap Angga.


"Hanya satu malam saja tidak bisa?" ucap mamah nya dengan kesal.


"Nanti kalau tidak sibuk dia pasti akan sering bertemu dengan mamah sama papah. Sekarang pekerjaan nya lagi sangat padat sekali." ucap Angga.


"Anak siapa yang di dalam mobil itu?" tanya Mamah nya. Angga baru ingat kalau dia masih meninggalkan Eki di dalam mobil karena menyapa orang tua nya sebentar.


"Maafin om. Om tidak bermaksud meninggalkan kamu." ucap Angga panik. Namun Eki santai-santai saja, bahkan dia masih berceloteh dengan riang.


"Ini anak Tania Mah. Pah. Nama nya Eki." ucap Angga.


Papah nya memerhatikan Eki. Eki juga menatap Balik papah nya Angga.


"Dia seperti mirip seseorang. Papah jadi sangat merindukan dia." ucap Papah nya.

__ADS_1


"Mungkin hanya sekilas mirip saja Pah." ucap Angga.


"Anak yang sangat tampan." ucap Orang tua Angga.


Eki berceloteh sambil tertawa, tersenyum.


"Boleh papah mengendong nya?" tanya Papah Angga. Angga menganguk dia memberikan Eki ke gendongan papah nya.


"Sangat-sangat Tampan, tidak penakut dan juga ceria." ucap papah Angga.


"Kenapa kamu membawa nya? Mamah nya kemana? Apa Kamu tidak bekerja?" tanya mamah nya.


"Tania sangat Sibuk. Aku kasihan melihat Eki menemani mamah nya. Akhirnya aku membawa pulang karena hari ini aku tidak terlalu sibuk." ucap Angga.


Angga berbincang-bincang dengan mamah nya sementara papah nya sudah fokus bermain dengan Eki.


Angga melihat papah nya suka kepada Eki membuat Angga tersenyum.


"Asal kamu tau, Papah kamu sudah lama menginginkan Cucu.. Namun dia tidak ingin mengatakan nya kepada kamu, karena takut itu akan menjadi beban fikiran kamu." ucap Mamah nya. Angga tersenyum.


Sudah Siang Waktu nya untuk makan siang.


"Eki ayo makan dulu.." ucap Angga.


"Humm..." Angga Menghela nafas panjang senang, bahagia karena Eki benar-benar di sukai oleh kedua orang tua nya.


"Seperti nya Orang tua Tuan sudah merestui hubungan Tuan dengan Tania.. kapan Tuan akan menikah dengan Tania?" tanya Dara.


Angga menatap Dara. "Kamu membuat kepala saya semakin pusing saja. Saya sudah bilang tidak ingin membahas itu." ucap Angga.


"Iyeeeeeeee Marah... Padahal kan aku cuman nanya." ucap Dara. Dia mengikuti Angga.


"Ada apa lagi Tuan? Padahal tuan kelihatan nya sudah tidak sabar ingin menikah dengan Tania." ucap Dara.


"Bibik Sisi tidak menyentujui rencana kami." ucap Angga. "Loh bagaimana bisa Tuan?" tanya Dara kaget.


"Saya juga tidak habis pikir, saya bingung kenapa Bibik sisi tidak percaya kepada saya." ucap Angga.


"Itu Artinya Tuan harus lebih berjuang untuk mendapatkan Restu dari Bibik Sisi." ucap Dara.


"Dua Minggu lagi Nada menikah. Tidak ada waktu untuk itu." ucap Angga.

__ADS_1


"Tuan tidak boleh menyerah, kalau Tuan butuh bantuan saya akan paling depan membantu Tuan." ucap Dara. Angga tersenyum.


"Terimakasih banyak Daraa." ucap Angga. Dara menganguk.


Tiba-tiba handphone Angga berbunyi.


"Iyah Halo Sayang..." Ucap Angga. Tania merasa geli mendengar nya, sementara Dara senyum-senyum.


"Apa kamu Merindukan ku? Kita baru saja bertemu, bahkan semalaman bersama." ucap Angga.


"Jangan lebay deh, Mana Eki? Apa dia sudah makan? aku akan datang memberikan nya Makan." ucap Tania.


"Tidak perlu Tania... Karena di sini sudah ada calon Nenek dan Kakek nya yang menjaga nya.. Bahkan tidak di lepas." ucap Dara.


"Maksud nya bagaimana?" tanya Tania.


"Orang tua saya di sini, Mereka menemani Eki dan juga menjaga Eki." ucap Angga.


"Ya Allah.. Bagaimana bisa?" tanya Tania.


"Kamu jangan berfikir kalau orang tua saya marah, enggak kok,. justru mereka kelihatan sangat senang dan bahagia bisa memiliki teman tertawa." ucap Angga.


"Tapi tetap saja aku tidak enak." ucap Tania.


"Tidak apa-apa Tania, kamu tidak perlu memikirkan semua itu, kamu fokus bekerja dan selesaikan secepatnya." ucap Angga.


"Maafin aku yah jadi ngerepotin kamu seperti ini." ucap Tania. Angga menganguk.


Panggilan telepon pun terputus.


"Aku tidak habis pikir deh sama laki-laki yang berani meninggalkan Tania yang begitu baik seperti ini." ucap Dara.


Angga menghela nafas panjang. "Kamu sengaja mengingat kan saya yah?" ucap Angga. Dara langsung terkekeh dan kabur.


Angga tidak suka membahas masa lalu Tania. Karena kalau dia mengingat dia berfikir kalau Tania tidak bisa move on dari mantan suami nya.


Angga berjalan ke ruang tamu dia melihat orang tua nya sudah benar-benar kerepotan karena Eki. Angga mencoba membantu memberikan makan namun orang tua nya tidak mau memberi kan nya.


Angga melihat papah nya tertawa dia juga ikut bahagia. "Eki yang baru pertama kali bertemu dengan papah sudah bisa membuat nya tertawa lepas. Mamah juga di sana pasti sangat bahagia melihat ini." ucap Angga dalam hati.


Dia mengambil foto mengirim kan kepada Tania. Tania melihat itu sangat terharu sekali, dia jadi mengingat almarhum kedua orang tua nya. Yang selalu menginginkan Cucu dari dia.

__ADS_1


"Rejeki yang baik selalu kamu dapat nak, orang selalu suka dan menyanyangi kamu." ucap Tania, tidak terasa Air mata nya keluar.


__ADS_2