Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 82


__ADS_3

"Mau Masih ingin bekerja bersama Tuan Angga. Bertemu kalian setiap hari, dan juga yang lain nya." ucap Fani.


Karena kalau sudah menikah otomatis dia tidak bisa bekerja di sana lagi itu sudah peraturan dari Angga agar tidak terganggu di pekerjaan.


"Kita harus menikmati masa muda terlebih dahulu." ucap Fani.


"Humm kamu benar banget. Menjadi Tania itu tidak lah mudah." ucap Dara. Mereka semua bisa menjadikan Tania sebagai pelajaran untuk mereka.


Tidak terasa hari demi sore. Angga terbangun. Dia melihat Jam. Dia baru sadar kalau ternyata Tania masih ada di sana.


Angga menatap wajah Tania yang tidur begitu nyenyak sekali. Namun Tiba-tiba dia membuka mata nya.


Dia melihat Angga sangat dekat dengan wajah nya.


Angga menatap mata Tania. "Apa yang Tuan lakukan? saya harus segera pulang." ucap Tania mendorong Angga namun Angga menahan nya.


"Saya tidak ingin kamu pergi, tunggu sampai pekerjaan saya selesai." ucap Angga. Tania Menggeleng kan kepala nya. "Saya sudah sangat lama di ruangan Tuan, orang-orang akan berfikir yang aneh." ucap Tania.


Angga menahan tangan Tania.


"Saya mohon." ucap Angga. Tania tetap tidak mau karena mereka pasti bertemu di rumah nanti nya.


Angga Menghela nafas panjang. "Tania.." Panggil Angga saat Tania mau Membuka pintu.


Tania terdiam sejenak. Kedua kalinya dia mendengar Angga memanggil nama nya.


"Tuan Angga memanggil nama ku? Aku tidak Salah dengar kan?" batin Tania. Dia sangat senang sekali karena dia tidak suka dengan panggilan Angga biasa.


"Sampai jumpa di rumah." ucap Angga ketika Tania berbalik.


Tania menganguk setelah itu dia pun langsung pergi.


Dia keluar dan berdiri di depan pintu sambil menghela nafas panjang beberapa kali.


"Loh Tania kamu masih di sini? Saya pikir kamu sudah pulang." ucap Fani. Tania tersenyum. "Saya akan pulang mbak, permisi." ucap Tania dan langsung pergi.


Fani melihat nya dengan bingung.


"Kenapa dia?" Ucap Fani. Dia masuk ke dalam dan melihat Angga yang Masih bekerja di ruangan nya.


Tidak beberapa lama Tania sampai di rumah dia melihat Eki bermain dengan satu pelayan di depan.


"Kamu dari mana saja sih Tania? Aku masih memiliki pekerjaan lain." ucap pelayan itu marah. Tania mengambil Eki.

__ADS_1


"Maafin aku yah, aku tidak bisa pulang cepat." ucap Tania.


"Oohh itu ternyata anak kamu?" tanya wanita paruh baya yang baru saja keluar dari rumah itu.


Tania kaget. "I-iyah bu." ucap Tania dengan gugup.


"Sejak kapan di rumah ini pelayan di ijinkan membawa anak? Kamu jangan semena-mena di sini yah." ucap wanita itu.


"Saya minta maaf Bu." ucap Tania.


"Apa posisi wanita ini di sini? Berani-beraninya dia melanggar peraturan dan juga harus di laporkan kepada Angga." ucap wanita itu.


"Dia adalah pelayan Pribadi Tuan Angga Nyonya." ucap Pelayan.


"Oohh ternyata ini dia wanita yang menjadi pelayan baru Angga? Bagaimana di sini? Apa kamu menikmati pekerjaan kamu?" tanya Wanita itu.


Tania terdiam.


"Angga harus tau kalau kamu membawa anak ke sini." ucap wanita itu.


"Tuan Angga sudah tau, dia mengijinkan nya. Lagian saya dari kantor nya mengantarkan makanan." ucap Tania merasa kesal sehingga berbicara apa yang ingin dia bicarakan.


"Berani-beraninya kamu kepada saya!" ucap wanita itu.


"Lagian Ibu yang duluan. Anak saya tidak mengganggu Ibu." ucap Tania.


"Angga..." wanita paruh baya itu langsing memeluk Angga. Tania kebingungan.


"Mamah sangat merindukan kamu." ucap wanita itu memeluk Angga dengan sangat erat. Angga membalas pelukan nya.


"Mamah? Bagaimanapun bisa? Bukan nya mamah Tuan Angga sudah meninggal?" batin Tania.


"Mamah datang kok gak ngabarin? aku bisa menunggu mamah." ucap Angga.


"Mamah mendengar kamu sakit lagi, mamah khawatir dan datang sendiri ke sini walaupun papah kamu melarang nya." ucap wanita itu.


"Lebih baik kita masuk duduk di dalam mah." ucap Angga.


"Tidak perlu nak, Mamah gak. bisa lama-lama di sini, Mamah hanya memastikan keadaan kamu baik-baik saja." ucap wanita itu.


"Apa Mamah mau langsung pergi?" tanya Angga.


"Kamu lihat jadwal pekerjaan Mamah sangat banyak sekali. Masih syukur mamah bisa menyempatkan diri melihat kamu ke sini." ucap wanita itu.

__ADS_1


"Ya udah deh mah, Mamah hati-hati yah." ucap Angga.


Wanita itu mencium kening Angga memeluk nya dan berjanji akan datang lagi kalau ada waktu.


Angga melambaikan tangan nya.


Angga melihat Tania sudah tidak ada di sana.


"Kenapa kamu ribut dengan Ibu saya?" tanya Angga. "Sudah lupakan saja Tuan. Malam ini saya akan mengantarkan Eki pulang." ucap Tania.


Angga langsung mengendong Eki.


"Saya tidak mengijinkan nya." ucap Angga. Tania Menghela nafas panjang.


"Di sini peraturan nya tidak boleh membawa anak, say tidak ingin di musuhi oleh yang lain nya karena bebas." ucap Tania.


"Saya akan membiarkan kamu bebas karena saya suka sama kamu." ucap Angga. Tania menggeleng kan kepala nya.


"Saya harus tetap mengantarkan Eki pulang tuan. Di sini dia juga kasian di Marahin sama pelayan lain nya, saya tidak tega." ucap Tania.


"Siapa yang berani melakukan itu?" tanya Angga.


Tania terdiam. "Baiklah kalau begitu malam ini Eki akan pulang, Tapi saya yang akan mengantarkan nya." ucap Angga.


"Tidak perlu Tuan, tuan belum sehat, saya tidak ingin Tuan kecapean dan tiba-tiba sakit." ucap Tania.


Angga Menggeleng kan kepala nya.


"Kamu siap-siap saja. Saya juga akan Mandi." ucap Angga. Angga mendekati Tania. Dia memeriksa perban luka kepala Tania.


"Besok saya akan mengantarkan kamu ke rumah sakit untuk membuka perban ini." ucap Angga.


Tania mengawas kan tangan Angga dari kepala nya dan berdiri lebih jauh.


"Saya bisa pergi sendiri tuan." ucap Tania.


"Sampai kapan kamu akan menolak saya? Kamu selalu menolak Niat baik saya!" ucap Angga. "Saya tidak ingin merepotkan tuan."' ucap Tania.


"Saya senang melakukan itu, saya sangat senang bisa membantu kamu, saya juga ingin membuat kamu tidak membenci saya. Hanya dengan ini cara saya agar kamu bisa memaafkan semua perbuatan saya di awal." ucap Angga.


Tania Menghela nafas panjang.


"Saya menyesal sudah sangat jahat, mengatai kamu, menyalah kan kamu." ucap Angga.

__ADS_1


"Sebaiknya Tuan mandi, saya akan menyiapkan air mandi dan juga pakaian untuk Tuan." ucap Tania.


"Seperti saya tidak bisa mandi, Kamu lap badan saya." ucap Angga. Tania tidak bisa menolak karena itu adalah pekerjaan nya. Mereka masuk oe dalam kamar Angga. Eki sibuk bermain Sementara Tania fokus pada kerja an nya agar badan Angga bersih.


__ADS_2