
Angga keluar dari kamar mau minum Kopi. Tania mengambil kesempatan untuk mandi karena sudah sangat gerah sekali.
"Saya membawa kopi untuk kamu." ucap Angga kembali ke kamar. Namun dia terdiam melihat Tania memakai kemeja nya dan juga celana pendek nya.
Angga menahan tawa.
"Aku tidak memiliki baju ganti, jadi aku memakai yang ini saja. Tidak apa-apa kan?" ucap Tania.
"Kamu sangat Lucu memakai itu." ucap Angga. Tania jadi malu karena di tertawain oleh Angga.
"Aku terpaksa memakai ini. Kalau tidak menukar pakaian aku takut Eki sakit." ucap Tania. Angga menarik tangan Tania duduk di sofa.
"Sudah tidak apa-apa. Tapi saya mohon jangan keluar dari kamar berpakaian seperti ini." ucap Angga.
"Loh kenapa? Aku pasti akan membuat Susu untuk Eki, aku juga tidak boleh tidur di sini." ucap Tania.
"Untuk malam ini kamu tidur di sini saja." ucap Angga. Tania menggeleng kan kepala nya.
"Siapa pun tidak akan tau kamu tidur di sini, jangan banyak Membantah!" ucap Angga. Tania menghela nafas panjang.
"Aku tetap saja tidak mau." ucap Tania. "Kamu harus mau, karena kalau kamu keluar seperti ini, orang lain akan tau kalau kamu memakai pakaian saya." ucap Angga.
Tania terdiam sejenak. "Lebih malu mana?" tanya Angga.
"Baiklah aku akan tidur di sini." ucap Tania.
"Nah gitu dong." ucap Angga sambil tersenyum.
"Nih minum Dulu kopi nya, ini bisa membuat stamina kamu kembali karena sudah bekerja seharian." ucap Angga.
Tania tersenyum. "Terimakasih yah, seharusnya aku yang membuat kan teh atau kopi untuk kamu, sekarang kamu kerepotan karena aku dengan Eki." ucap Tania.
Angga menggeleng kan kepala nya.
"Siapa bilang saya kerepotan? Justru saya harus belajar menjadi calon Suami dan calon papah yang baik dan benar." ucap Angga.
"Tapi kamu sudah sangat cocok Angga..." Batin Tania.
"Kamu tidak ada jiwa ayah nya!" ucap Tania. Angga memasang wajah cemberut.
"Saya akan belajar lebih keras lagi. Saya juga akan belajar kepada teman-teman saya yang sudah mempunyai anak." ucap Angga.
Tania tersenyum. "Kamu bisa aja." ucap Tania. Angga tersenyum. Tania melihat pintu balkon.
"Kita duduk di luar yok." ucap Tania. Angga menganguk mereka duduk berdua di balkon melihat ke arah langit yang penuh dengan bintang.
__ADS_1
"Sangat indah sekali." ucap Tania.
Angga tersenyum. Tiba-tiba Tania bersandar di pundak Angga. Angga sedikit kaget Namun dia juga sangat senang.
"Setiap melihat bulan seperti ini, aku sangat merindukan kedua orang tua ku." ucap Tania.
"Kenapa kamu tidak mengunjungi makam nya?" tanya Angga.
Tania menggeleng kan kepala nya.
"Aku tidak memiliki waktu untuk kembali ke kampung, orang tua ku di makan di kampung tempat nya berasal karena permintaan keluarga." ucap Tania.
"Oohh..." ucap Angga sambil mengangguk kan kepala nya.
"Apa kamu sudah jadi berjiarah ke makan almarhum ibu kamu?" tanya Tania.
"Sudah.. Aku pergi bersama orang tua ku." ucap Angga.
setelah itu percakapan mereka sudah tidak ada lagi. Tania hanya diam sambil melihat ke arah langit.
Angga mulai kedinginan dia melihat Eki juga sudah bergerak di tempat tidur.
"Kita masuk saja yah, di sini sudah dingin, kalau pintu terbuka Eki bisa masuk angin." ucap Angga.. Namun Tania tidak menjawab nya.
"Kamu pasti sangat kelelahan." ucap Angga.
Dia mengangkat badan Tania.
"Kamu memakai baju ini membuat aku tidak bisa berfikir positif." ucap Angga memicingkan mata nya dan membawa Tania masuk membaringkan nya di samping Eki.
Namun Eki terbangun.
"Mamah...." Dia menangis membangun kan Tania.. Namun Angga langsung menggendong nya.
"Jangan di ganggu mamah nya, mamah nya sudah sangat lelah." ucap Angga membawa Eki keluar.
Angga mau membuat Susu untuk Eki namun dia tidak mengerti caranya. Eki juga tak kunjung berhenti menangis membuat nya semakin repot.
"Ada apa nak?" tanya Mamah nya yang baru saja terbangun karena mendengar Eki menangis.
"Seperti nya Eki haus mah, aku tidak mengerti Susu ini bagaimana." ucap Angga.
"Ya udah sini mamah buatin." ucap mamah nya. Setelah sudah jadi Eki minum dan Diam.
"Mamah nya belum pulang?" tanya Mamah nya.
__ADS_1
"Sudah mah, Hanya saja Tania kelihatan nya sangat lelah, aku tidak ingin dia bangun karena Eki menangis." ucap Angga
"Humm seperti nya kamu tidak main-main mencintai Mamah nya Eki, Mamah selalu mendukung hubungan kamu kalau seperti ini." ucap mamah nya.
Angga tersenyum.
"Tania tidur di Mana?" tanya mamah nya.
"Aku ke atas dulu yah mah, seperti nya Eki mau tidur lagi." ucap Angga.
"Oohh ya udah." ucap mamah nya. "Huff Mamah gak boleh tau kalau kami tidur satu kamar." batin Angga.
Angga membaringkan Eki yang sudah tidur lagi di tempat tidur.
Tania bergeliat dan kancing baju Tania di bagian dada terbuka sedikit. Dan celana pendek yang dia pakai terangkat sedikit.
Angga menelan Air ludah nya. "Gak! Enggak! Tidak boleh Angga!" ucap Angga menyadar kan diri nya.
Namun dia tidak bisa memalingkan pandangannya dari Tania. Dia mendekati Tania.
"Tania..." Panggil Angga, namun Tania tidak mendengar nya.
Angga menutup nya lagi namun Tania malah semakin lincah dan kancing baju nya terbuka satu lagi membuat Angga menghela nafas panjang.
"Tania..." ucap Angga. "Maafin saya..." ucap Angga langsung mencium bibir Tania. Tania awal nya tidak merasakan apa-apa karena di tidur begitu pulas.
Angga semakin ganas, tangan nya mulai aktifi. Tania mungkin mulai merasakan ada yang aneh dia membalas ciuman dari Angga tanpa membuka mata nya.
Namun tiba-tiba dia membuka mata nya.
"Angga... Apa yang kamu lakukan?" tanya Tania segera melepaskan ciumannya dan duduk menutup baju nya..
"Maafin saya... maafin saya..." Ucap Angga menunduk kan kepala nya.
"Kamu sudah janji sebelum nya tidak akan melakukan hal-hal yang aneh kepada ku, namun kamu seperti ini?" tanya Tania.
"Aku tidak bisa menahan nya Tania. Aku tidak pernah melakukan ini sebelum nya dengan orang lain, namun aku tidak bisa menahan diri ketika bersama kamu." ucap Angga.
"Tidak pernah melakukan nya bersama orang lain?" ucap Tania kaget.. Angga menganguk.
"Tidak mungkin kamu tidak pernah melakukan nya dengan orang lain. Bagaimana dengan mantan kamu sebelum nya?" tanya Tania.
Angga menggeleng kan kepala nya, "Saya tidak pernah melakukan hal seperti itu." ucap Angga. Tania terdiam dia kaget.
"Kamu lanjut tidur aja." ucap Angga sudah sangat merasa Bersalah dan langsung tidur di samping Eki membelakangi Tania menutup mata nya dan tertidur.
__ADS_1