Janda Muda Dan Brondong Kaya

Janda Muda Dan Brondong Kaya
Episode 139


__ADS_3

"Aku tidak ingin membahas nya." ucap Tania.


"Tapi aku dengar-dengar kamu masih sering bertemu dengan tuan Angga, apa benar kamu memiliki hubungan dengan dia?" tanya Aris lagi.


"Huff Kepo deh.." ucap Tania.


"Jawab Tania, aku sebagai teman kamu harus tau." ucap Aris.


Tania tersenyum sambil menggeleng kan kepala nya membuat Aris semakin penasaran.


"Humm Nada sudah menceritakan semua nya kalau kamu memiliki hubungan dengan Tuan Angga." ucap Aris.


"Nada menceritakan semua nya?" ucap Tania.


Aris menganguk.


"Jujur saja sebenarnya aku sangat patah hati karena aku harus menjaga jarak dengan mu." ucap Aris. Tania seketika langsung paham kenapa Nada menceritakan tentang hubungan nya.


"kita masih bisa berteman seperti dulu. Bukan kah dari dulu kita selalu menjadi teman." ucap Tania. Aris tersenyum.


"Kamu benar banget." ucap Aris.


"Kalau begitu kamu tidak perlu berfikir menjaga jarak dari ku, Tapi kamu harus memikirkan perasaan Nada." ucap Tania


"Perasaan Nada? Kenapa?" tanya Aris.


"Apa kamu tidak merasa kalau dia cemburu setiap kali melihat kamu bersama aku." ucap Tania.


"Kenapa kamu berfikir seperti itu?" tanya Tanya Aris lagi.


"Humm dari dulu sampai sekarang kamu tak juga paham dengan perasaan wanita." ucap Tania.


Aris terdiam. "Seperti nya Nada sudah menyadari perasaan nya kepada kamu, itu sebabnya dia cemburu melihat kamu bersama ku." ucap Tania.


"Ah tidak mungkin, aku tau jelas dia sangat tergila-gila pada tuan Angga." ucap Aris.


"Angga hanya idola nya." ucap Tania. "Jadi menurut kamu dia mulai suka pada ku, itu sebabnya dia cemburu?" ucap Aris. Tania menganguk.


"Kalau kamu tidak percaya Coba saja." ucap Tania.


"Apa kamu mau membantu ku?" tanya Aris. Tania berfikir sejenak.


"Nanti dia semakin marah kepada ku." ucap Tania.


"aku mohon sekali ini saja, please..." Aris memohon seperti anak kecil.


"Humm semoga saja Nada bisa jujur dengan perasaan nya sendiri." ucap Tania.


"Baiklah aku mau " ucap nya membuat Aris sangat senang sekali.

__ADS_1


"Kalau begitu sampai jumpa Besok, aku mau bertemu dengan dia malam ini." ucap Aris.


Tania melihat Aris pergi.


"Humm dasar Bucin." ucap Tania sambil tersenyum.


"Loh kak Aris nya sudah pergi?" ucap Mona yang baru saja keluar dari rumah.


"Kamu kelamaan mandi nya." ucap Tania. Mona menghela nafas panjang.


"Nih tadi Di bawain jajan." sambil memberikan jajan Kepada Mona.


Tania pamit untuk mandi setelah itu bekerja sebentar.


sementara Angga sampai di rumah orang tua nya langsung membicarakan tentang masalah sebelum nya.


Angga senang karena orang tua nya tidak membahas tentang Tania.


Setelah pembicaraan selesai Angga pamit mau pulang ke rumah nya.


"Tunggu dulu, papah mau berbicara sama kamu." ucap Papahnya kepada Angga.


"Mau membicarakan apa lagi Pah? Aku sudah sangat Lelah, aku juga ingin istirahat." ucap Angga.


"Berbicara dengan papah kamu mengeluh, mengejar janda itu kamu terlalu bersemangat!" ucap papah nya marah.


"Papah jangan membawa-bawa dia Pah." ucap Angga.


Angga Menghela nafas panjang. "Baiklah Pah, aku minta maaf." ucap Angga. Untuk kali ini dia benar-benar harus mengalah.


Dia duduk kembali. Membiarkan semua anggota nya pulang terlebih dahulu.


Setelah hanya tinggal bertiga Papah nya mulai berbicara.


"Kamu dengan Livy sudah cukup lama bersama. Kamu tidak boleh meninggalkan dia begitu saja." ucap papah nya.


"Maksud papah bagaimana?" tanya Angga.


"Livy melakukan itu karena dia cemburu kepada Lidya. dia mencintai kamu dari dulu." ucap papah nya.


"Kalau dia mencintai aku, mana mungkin dia selingkuh dengan Danil Pah. Begitu juga dengan Lidya. Dia selingkuh dengan Danil." ucap Angga.


"Maksud papah sebaik nya kamu memberikan kesempatan satu kali lagi kepada Livy." ucap Papah nya.


"Maafin aku Pah, aku tidak bisa menuruti kata-kata konyol papah ini." ucap Angga.


"Aku mencintai Tania. Aku tidak perduli dengan kata-kata papah atau pun orang lain mengenai aku dengan Tania." ucap Angga.


"Kau bahagia dengan dia, Dulu papah menikah dengan mamah aku tidak mempermasalahkan nya. Aku tidak pernah mengatur kehidupan papah dan juga tidak melarang papah melakukan apapun, aku selalu menuruti keinginan papah, dan sekarang papah harus mengerti aku." ucap Angga.

__ADS_1


"Kalau mungkin Mamah ada di sini, Mamah pasti akan mengijinkan aku bersama Tania. Dia perempuan yang baik." ucap Angga.


Angga pamit keluar dari rumah itu.


Dia masuk ke dalam mobil.


"Bagaimana Tuan. Apa yang tuan bicarakan di dalam?" tanya Dara dan Fani.


Angga mengusap kepala nya sambil menggeleng kan kepala nya.


"Yang sabar yah Tuan.. Nanti pasti orang tua Tuan Sadar dan mengerti." ucap Fani.


"Kita minum saja malam ini." ucap Fani. Dara memukul lengan Fani.


"Keadaan lagi darurat, bagaimana bisa kamu berfikir untuk minum?" ucap Dara.


"Seperti nya itu adalah ide yang yang bagus." ucap Angga.


Dara kaget, sementara Fani tersenyum lebar.


"Kalau begitu kita ke Club langganan." ucap Fani sangat senang.


Dara hanya bisa diam kebingungan saja.


Sampai di Club ternyata teman-teman Angga juga ada di sana.


"Semua masalah sudah selesai Tuan, Tuan tidak perlu mengambil pusing. Sekarang kita harus happy-happy." ucap Fani.


Mereka sudah seperti teman sekarang. Minuman yang di pesan sudah datang. Mereka minum dengan sangat gembira. Perlahan-lahan Angga mulai gembira melupakan Masalah nya.


Tiga jam di Club itu semua nya sudah mulai mabuk.


"Fani apa kamu melihat Tuan Angga?" tanya Dara. "Mungkin sedang ke kamar mandi. Jangan mengkhawatirkan tuan Angga. Ayo kita bersenang-senang." ucap Fani lanjut berjoget.


Dara percaya dengan Fani kala Tuan Angga di kamar mandi.


Sementara Angga sudah keluar dari sana, dia menyetir mobil sendiri ke rumah Tania. Sampai di sana dia berjalan terseok-seok ke depan rumah Bibik Sisi.


"Brakk!!!" Tiba-tiba ada barang jatuh di saat Tania fokus menjahit.


"Ada apa di depan? Kenapa seperti ada yang jatuh." ucap Tania. Dia takut tapi juga penasaran karena sudah tengah malam.


Dia melihat semua orang sudah tidur. Dia mengambil kayu di tangan nya. Membuka pintu. Dia sangat kaget melihat Angga tertidur tepat di depan pintu rumah itu.


"Angga..." Ucap Tania kaget. Dia melihat mobil Angga Masih hidup jauh dari halaman rumah. Melihat ke sekitar sudah sepi dia bingung harus melakukan apa.


"Ada apa dengan Angga?" ucap Tania. Dia membalikkan badan Angga dia mencium bau alkohol yang begitu menyengat di hidung.


"Angga kamu minum!" ucap Tania memukul Angga.

__ADS_1


"Tania....." ucap Angga sambil tertawa kecil. Tania terpaksa membopong ke dalam sendiri.


__ADS_2