
"Aku sudah tidak mau kalau seperti ini, aku merasa sangat bodoh sudah sangat percaya kepada Aris, namun ternyata dia seperti ini." ucap Nada.
"Aku sudah lama mengenal Aris, tidak mungkin dia seperti ini. Aku akan membantu mencari tau yang sebenarnya." ucap Tania.
"Kamu jangan gegabah dulu, ingat pernikahan kamu sudah mau dekat. Undangan sudah tersebar." ucap Tania.
Nada menangis. "Aku benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa kalau sudah seperti ini, Aris membuat aku sakit hati."' ucap Nada.
"Sudah.. kamu jangan terlalu sedih seperti ini, kita harus mencari tau kebenaran nya dulu." ucap Tania.
Nada berusaha untuk tenang. Setelah Nada tenang akhirnya Tania ijin untuk pulang.
Dia tidak pulang ke rumah tapi menjumpai Aris.
"Tumben-tumbenan sekali kamu mencari ku malam-malam seperti ini? apa ada yang mau di bicarakan tentang pernikahan?" tanya Aris bertanya kepada Tania yang baru aja datang.
"Plak!!!" Tiba-tiba tamparan keras di wajah Aris.
Semua orang melihat ke arah mereka berdua karena lagi di sebuah cafe.
"Kenapa kamu melakukan ini kepada ku Tania?" tanya Aris.
"Kamu pantas mendapatkan nya." ucap Tania.
"Kenapa? Ada apa? aku salah apa?" tanya Aris masih kebingungan.
"Kamu belum tau salah kamu di mana?" Tanya Tania.. Aris menggeleng kan kepala nya. "Kamu selingkuh dari Nada kan? kenapa kamu sangat tega?" tanya Tania.
"Apa maksud kamu? kenapa kamu berbicara begitu kepada ku?" tanya Aris.
"Kamu tidak perlu berbohong atau menutupi kesalahan kamu seperti itu, kamu pasti benar-benar selingkuh kan?" tanya Tania.
"Apa yang kamu maksud? Aku tidak mungkin selingkuh, aku sudah mau menikah dengan Nada." ucap Aris.
"Kalau begitu ini apa? Ini kamu dengan mantan kamu makan bersama dan juga nonton bersama." ucap Tania.
"Kau bisa jelasin, ini tidak seperti yang kamu pikirkan." ucap Aris.
"Kamu tidak perlu bersusah payah menjelaskan nya kepada ku, kamu harus menjelaskan kepada Nada, karena dia sudah tau dan dia ingin membatalkan pernikahan kalian." ucap Tania.
"Aku tidak sengaja bertemu dengan dia karena kebetulan dia ada di sekitar ini, kami tidak hanya pergi berdua." ucap Aris.
__ADS_1
"Tapi seharusnya kamu menjaga jarak, kamu sudah tau kalau kamu mau menikah, seharusnya kamu tidak keluyuran di luar dan sekarang calon istri kamu sudah salah paham." ucap Tania.
"Aku mohon tolong kasih tau pada Nada kalau itu hanya salah paham." ucap Aris.. Tania menggeleng kan kepala nya.
"Sebagai laki-laki kamu juga harus bisa menjaga perasaan pasangan kamu." ucap Tania.
"Tapi aku tidak berdua saja dengan mantan ku tadi." ucap Aris.
"Aku tidak tau kebenaran nya seperti apa, aku sangat tau kalau perempuan itu sangat mencintai kamu." ucap Tania.
Aris menghela nafas panjang. "Aku mau pulang." ucap Tania.
"Tania! Tania kamu jangan seperti ini dulu dong, kamu harus membantu aku Tania, aku mohon." ucap Aris.. Tania menggeleng kan kepala nya.
"Kamu jangan seperti mantan suami ku yang memilih mantan nya dari pada istri nya sendiri, aku sangat membenci pria yang berhubungan baik dengan mantan nya." ucap Tania.
"Loh bukannya aku selalu berhubungan baik dengan mantan ku? Termasuk kamu." ucap Aris.
Tania terdiam sejenak. "Aku mohon Tania bantu aku menjelaskan kepada Nada." ucap Aris.
"Aku tidak mau, itu sudah resiko kamu sendiri." ucap Tania.
"Tania...." Aris menahan namun Tania tetap tidak perduli dan memilih untuk pergi.
Namun dia baru ingat kalau mereka belum boleh bertemu Dulu. Akhirnya dia menelpon Nada, tidak jawab dan selalu di Tolak oleh Nada.
Aris sudah semakin khawatir, dia sangat takut namun dia tidak bisa melakukan apapun kecuali mengirimkan pesan penjelasan yang sangat panjang sekali.
Sesampainya di depan rumah Angga Tania membayangkan ongkos nya dan masuk ke dalam karena sudah tidak sabar melihat anaknya.
"Tania kamu baru pulang?" tanya nada.
"Iyah nih, Angga sama Eki di mana?" tanya Tania.
"Mereka lagi di kamar." ucap Dara.
"Kamu sudah pulang?" tanya orang tua Angga.. Tania reflek Merapikan pakaian dan juga rambut setelah itu menyalim tangan kedua nya.
"Iyah Bu , Pak." ucap Tania.
"Ibu sama bapak udah mau langsung pulang?" tanya Dara.
__ADS_1
"Iyah dara.. besok ada acara penting." ucap mamah nya Angga.
"Oohh begitu yah Bu." ucap Dara.
"Oh iya nak Tania. Kamu tinggal lah di sini, kamu rasa Eki bisa lebih tenang di Titip di sini juga kalau kamu bekerja." ucap Orang tua Angga.
"Terimakasih banyak Bu, Pak, hanya saja saya kurang nyaman..Saya juga masih ada Adik dan Bibik di rumah." ucap Tania.
"Oohhh begitu, nanti kalau kamu mau tinggal di sini, gak apa-apa, tidak perlu takut atau malu." ucap Orang tua Angga.
"Baiklah Pak, Bu." ucap Tania. Setelah itu mereka pun pergi.
"Huffff.... Aku serasa di sidang." ucap Tania. Dara tertawa.
"Kamu terlalu lebay deh." ucap Dara.
"Aku sangat canggung, malu, dan juga takut mereka berbicara tentang yang lain." ucap Tania.
Dara tertawa. "Lebih baik kamu segera mandi sana, aku sudah membeli beberapa pakaian untuk kamu di suruh oleh kekasih mu." ucap Dara.
"Baik banget sih, terimakasih." ucap Tania kepada Dara. Tania naik ke lantai atas.
"Mbak Tania jadi terlihat sangat sombong setelah berpacaran dengan Tuan Angga, paling cuman di jadiin budak doang sama tuan Angga." ucap pelayan yang cantik di sana.
"Kamu berbicara apa tadi?" tanya Dara langsung.
"Enggak kok mbak, enggak ada, mbak mungkin salah dengar." ucap wanita itu.
"Tidak mungkin saya salah dengar. Kamu akan saya laporkan kepada tuan Angga." ucap Dara.
"Aku mohon jangan mbak, aku minta maaf, aku janji tidak akan mengatakan apapun." ucap wanita itu.
"Dengar yah semua yang ada di sini. Tania bukan lagi pelayan di sini, dia adalah kekasih Tuan Angga. Intinya derajat dia di atas kalian.. Jadi kalian semua termasuk saya harus menghormati dia." ucap Dara.
"Kamu terlalu berlebihan seperti itu dara. Aku jadi tidak nyaman, aku tidak siapa-siapa." ucap Tania yang ternyata tidak jadi ke atas karena mendengar keributan.
"Mereka semua harus di kasih tau, karena banyak yang iri pada kedekatan kalian." ucap Dara.
"Apa semua nya sudah paham?" tanya Dara.
Semua nya menganguk. Wanita itu minta maaf kepada Tania.
__ADS_1
"Kamu jangan protes, sebaik nya kamu mandi dan istirahat, tuan Angga pasti sudah menunggu kamu dari tadi." ucap Dara. "makasih yah sudah membela ku." ucap Tania kepada Dara.