
"Apa kamu dengan Dara sudah lama bersama?" tanya Tania. Rendi menatap Tania. "Kamu tau kami memiliki hubungan? Atau Daraa menceritakan sesuatu?" tanya Rendi.
"Saya mohon jangan memberi tahu kepada tuan Angga." ucap Rendi. Tania tersenyum.
"Enggak kok, kamu tenang saja, kamu jawab dulu apa kamu sudah lama bersama Dara?" tanya Tania. Rendi Menganguk.
"Sudah hampir tiga tahun, namun tidak ada satu pun yang tau." ucap Rendi. "Huff kalian hebat sekali bisa menyembunyikan nya begitu lama." ucap Tania.
Rendi tersenyum.
"Kamu tidak tau sampai kapan rahasia ini di publikasikan namun kamu merasa nyaman dengan seperti ini." ucap Rendi.
"Kenapa tidak mengumumkan nya saja? Bukan kah lebih bagus banyak yang tau?" ucap Tania.
"Perjanjian di rumah ini mau pun semua yang bekerja dengan Tuan Angga tidak di ijinkan memiliki hubungan yang spesial." ucap Rendi.
"Bagaimana bisa begitu?" tanya Tania. "Itu akan mengganggu pekerjaan, itu akan membuat tidak ada kedisiplinan di sini. Dan jika ketahuan resikonya tinggi." ucap Rendi.
"Apa resiko nya?" tanya Tania.
"Di denda dan keluar dari pekerjaan nya." ucap Rendi. Tania menghela nafas panjang.
"Tuan Angga benar-benar keterlaluan sekali. Dia saja memiliki kekasih tidak ada yang mempermasalahkan nya." ucap Tania.
"Tuan Angga adalah Bos di sini, dia juga mencari pasangan di luar bukan di sini Tania." ucap Rendi.
"Oh iya yah." ucap Tania sambil tertawa kecil.
"Soalnya tuan Angga sangat menyebalkan sekali! Bagaimana bisa dia membiarkan Semua orang bekerja 24 jam pada nya seumur hidup, mereka juga memiliki masa Depan." ucap Tania.
"Yah begitulah lah, nama nya kita bekerja dengan orang lain." ucap Rendi.
"Kamu memilih bekerja di sini adalah kesalahan yang sangat besar sekali." ucap Tania. Rendi Menggeleng kan kepala nya.
"Saya tidak pernah menyesali saya bekerja di sini, karena di sini saya mengerti pentingnya waktu. Penting nya bergaul dengan orang-orang pintar dan di sini juga saya di manusiakan." ucap Rendi.
Tania menghela nafas panjang.
"Kenapa sih orang-orang pada betah di sini? Aku saja yang baru satu bulan lebih ingin pulang." ucap Tania.
Rendi tersenyum. "Tuan Angga adalah orang yang baik. Dia tidak seperti apa yang kamu lihat." ucap Rendi.
__ADS_1
"Baik dari mana nya? Justru dia manusia yang tidak mempunyai hati!" ucap Tiara.
"Kamu belum tau seperti apa Tuan Angga. Dan mungkin kamu juga selalu memandang dia dari sisi yang berbeda." ucap Rendi.
"Huff kamu tidak jelas. Dari awal kenal saja kamu tau kan dia protes kepada saya karena jahitan jas yang tidak bagus. Padahal di postingan nya semua orang mengatakan jas yang dia kenakan begitu bagus." ucap Tania.
"Tuan Angga sangat menyukai jas buatan kamu, dia hanya tidak suka kepada wanita yang berbicara dengan kasar kepada nya, tidak bisa menghargai dia." ucap Rendi.
"Dia yang pertama membuat ku kesal. Dia juga tidak sopan kepada ku." ucap Tania. Rendi hanya tersenyum melihat Tania seperti nya tidak bisa menahan rasa kesalnya.
"Coba saja kamu berbicara dengan baik, lembut dan juga sopan kepada Tuan Angga dia jauh lebih menghargai kamu." ucap Rendi.
"Itu tidak mungkin. Kamu pasti tau alasan dia membuat ku seperti ini karena orang tua ku yang membunuh ibu dan tunangan nya." ucap Tania.
Rendi menghela nafas panjang.
"Yah aku tau itu." ucap Rendi.
"Kalau sudah seperti itu tidak mungkin Tuan Angga akan baik kepada ku." ucap Tania.
"Kata siapa? Coba kamu tidak membutuhkan Tuan Angga tidak marah, dia akan sangat baik kepada kamu." ucap Rendi.
"Itu tidak mungkin. Kamu di bayar tinggi oleh nya sementara aku gratis." ucap Tania.
Tania menatap Rendi.
"Jangan berbicara yang tidak-tidak yah!" ucap Tania.
"Apa kamu tidak menyadari nya? Aku saja bisa menyadari kalau Tuan Angga tertarik kepada kamu." ucap Rendi.
"Itu tidak mungkin!" ucap Tania lagi.
"Semenjak ada kamu di sini tuan Angga sangat berbeda. tuan tidak pernah mau bertemu dengan banyak orang atau keluar dari rumah ini karena trauma nya, namun setelah di dampingi dan saat bersama kamu tuan bisa keluar layaknya seperti orang biasa tampa merasa gugup atau pun pusing." ucap Rendi.
"Kalau itu sih aku sadar, hanya saya itu mungkin Tuan Angga sudah sembuh kebetulan aku ke sini." ucap Tania. Rendi Menggeleng kan kepala nya.
"Itu tidak kebetulan. Namun ketika tidak bersama kamu tuan tidak akan mau bertemu dengan keramaian." ucap Rendi.
"Huff sudah lah jangan membahas tuan Angga, aku ingin hari-hari ku di jauh kan dari Tuan Angga." ucap Tania.
"Baiklah kalau begitu aku keluar dulu yah." ucap Rendi. Tania menganguk.
__ADS_1
Tania tersenyum melihat Rendi keluar.
"Ada-ada Saja!" ucap Tania.
Tidak Terasa satu Minggu sudah Tuan Angga di luar negeri.
Tania melihat Handphone nya.
"Perasaan aku sudah mengaktifkan handphone ini. Namun setelah panggilan terakhir itu tuan Angga tidak pernah menghubungi ku lagi." ucap Tania.
Dia duduk di balkon sendirian.
"Apa jangan-jangan dia sedang happy-happy dengan Non livy?" ucap Tania.
"Kok aku jadi kefikiran sih?" ucap Tania.
Tiba-tiba Dia melihat ada mobil berhenti di depan gerbang yang tidak asing itu adalah mobil Aris.
"Aris? Ngapain dia ke sini?" ucap Tania.
Dia turun ke bawah dan melihat Aris berdiri di depan gerbang tersenyum kepada nya namun dia tidak sendirian melainkan bersama Nada.
"Ya Allah kenapa aku harus melihat mereka berdua datang bersama?" ucap Tania dalam hati.
"Tania apa kabar?" tanya Aris.
"Alhamdulillah baik. Tumben-tumbenan banget Kalian ke sini?" tanya Tania.
"Tuan Angga ada di dalam gak?" tanya Nada. Tania menggeleng kan kepala nya.
"Tuan Angga belum pulang dari luar negeri." ucap Tania.
"Yahh padahal aku sudah merindukan dia, aku ingin melihat wajah tampan nya." ucap Nada.
Tania melihat ke arah Aris yang terlihat cemberut karena Nada memuji Angga.
"Kalau boleh tau kalian ke sini tujuan nya apa?" tanya Tania.
"Kalau aku sih ingin melihat Tuan Angga. Aris ngajakin aku keluar namun bertanya kemana aku ingin pergi." ucap Nada.
Tania tersenyum. "Aris ketika bersama dengan Nada berbeda sekali, penampilan nya sangat keren, dia juga Menata rambut Serta wangi banget. Berbeda sekali ketika mengajakku." ucap Tania.
__ADS_1
"Ya udah deh kalau begitu sebaiknya kamu pulang yah, Tuan Angga tidak ada di sini." ucap Nada.
"Kami pulang dulu yah Tania. Kamu jaga diri baik-baik." ucap Aris.