
"Dan seperti ini, apa yang harus kita Lakukan lagi Tania?" ucap Nada pusing.
Namun baru dua jam Angga pergi. Nada sudah mendapatkan berita tentang Butik nya.
Dia langsung menyusul Tania di ruangan nya dan memberi tahu kabar yang sudah beredar.
"Pak Angga sudah membuat berita kalau Butik ini menipu dan juga menenggelamkan uang Costumer." ucap Nada. Tania mendengar itu sangat kaget.
"Bagaimana ini?" ucap Nada. Tidak beberapa lama kasir datang memberi tahu kalau banyak pelanggan yang membatalkan pesanan nya.
Nada dan Tania Terdiam. Mereka pun tambah pusing. Tiba-tiba ada pesan masuk ke dalam ponsel Tania dari Dara.
Dia minta maaf kepada pihak Butik itu karena berita itu.
Nada mencoba meminta belas kasihan Dara namun Dara tidak bisa melakukan apapun.
Tania sangat iba melihat Nada.
Dua hari kemudian...
Tania bekerja seperti biasa namun dia sangat tidak tega melihat Nada akhir-akhir ini kebanyakan diam. Butik yang biasa nya ramai sekarang sudah sangat sepi sekali.
"Ini semua adalah salah ku. Aku harus bertanggung jawab." ucap Tania dalam hati.
Waktu nya pulang bekerja jam empat Sore. Di tidak mengatakan apapun pada Nada karena dia tidak ingin di ganggu.
Tania ke rumah sakit melihat adik nya terlebih dahulu. Masih di dalam ruangan ICU. Menjenguk nya hanya bisa dua puluh menit.
Mona sudah sadar namun dia tidak bisa berbicara. Melihat adiknya dia sangat sedih.
Dia keluar dari ruangan itu. Tiba-tiba dokter datang untuk memberitahu kemajuan kesehatan Adik nya. Tania ingin tau biaya nya berapa, setelah melihat pengobatan nya sangat banyak.
Tania sangat bingung harus menebus itu bagaimana kalau Adik nya sudah keluar dari RS.
Dia keluar dari sana dan memesan gojek ke rumah Angga.
"Terimakasih banyak yah pak." Dia baru saja sampai di rumah Angga, dia langsung membayar gojek nya.
Dia melihat Pintu gerbang yang tertutup. "Pak! Pak!" panggil Tania pada security. Security datang mendekati nya.
"Ada apa?" tanya security.
"Saya mau bertemu dengan Tuan Angga Pak." ucap Tania.
Security itu memerhatikan penampilan Tania. "Yakin mau bertemu dengan Tuan Angga? Apa sebelum nya sudah ada janji?" tanya security.
__ADS_1
"Daftar tamu yang akan datang hari ini tidak ada wanita. Semua nya rekan kerja Tuan muda." ucap Security.
"Tapi ini penting pak, saya mau bertemu dengan tuan Angga." ucap Tania.
"Banyak orang seperti kamu ini mengaku-ngaku keluarga nya atau orang penting, namun ternyata hanya meminta bantuan. Ambil ini dah segera pergi!" ucap Security memberikan uang pada Tania.
"Tapi saya bukan meminta sumbangan Pak, saya ingin bertemu dengan Tuan Angga." ucap Tania.
"Tidak bisa! Pergi sana! Pergi!" ucap Security mendorong Tania sampai lutut nya terluka.
"Kenapa ini?" tanya Angga yang baru saja turun dari dalam mobil dan menyusul Gerbang.
Security melihat Angga dia langsung menunduk kan kepala nya memberikan hormat.
"Wanita ini memaksa masuk ke dalam ingin bertemu dengan tuan, dia sebenarnya hanya ingin meminta sumbangan." ucap Security.
Angga melihat ke arah Tania.
"Ada apa kau ke sini? Apa uang itu sudah ada?" tanya Angga. Tania menoleh ke arah Angga.
Dia langsung berdiri namun hampir saja jatuh karena kaki nya sakit. Dia berusaha untuk berdiri dengan benar. Melihat Tania meringis kesakitan Angga menoleh ke arah lutut nya sudah terluka.
Angga menatap security nya. Angga menoleh lagi ke arah Rendi. Dia langsung paham dan membawa security itu jauh dari sana.
"Saya mau meminta Tuan menghapus isu itu, bapak membuat isu yang tidak benar. Saya yang memakai Uang bapak. Jangan membuat Butik itu dalam Masalah!" ucap Tania.
"Kembalikan uang saya segera. Dan saya akan menghapus isu itu." ucap Angga.
"Saya belum mendapatkan uang itu Tuan. Butik sangat sepi." ucap Tania.
"Kalau begitu kau harus menerima tawaran saya. Jadi lah pelayan pribadi saya di sini Selama Empat bulan." ucap Angga.
Tania menghela nafas panjang beberapa kali. "Semoga ini adalah keputusan ku yang benar." ucap Tania.
"Baiklah Tuan. Saya akan bekerja di sini." ucap Tania.
"Bagus!! Dan bekerja sebagai pelayan saya memiliki banyak peraturan. Semua perintah saya tidak bisa di bantah. Tidak boleh melakukan kesalahan karena hukuman nya jauh sangat berat." ucap Angga.
Mendengar itu saja Tania sudah sangat merinding.
"Baik Tuan, saya setuju." ucap Tania.
"Bawa Dia ke dalam!" ucap Angga pada Dara. "Mari.." Dara membawa Tania masuk ke dalam.
"Tuan kita tidak jadi keluar?" tanya Fani. Angga melihat jam.
__ADS_1
"Tidak perlu!" ucap Angga.
Fani Menghela nafas panjang. Mereka kembali masuk ke dalam.
"Baca dan pahami isi surat ini. Setelah itu kamu bisa tanda tangan di bawah." ucap Dara pada Tania.
Tania yang duduk di depan Angga hanya bisa diam dan mengangguk.
Sekarang di sudah seperti orang bodoh sekali.
"Kenapa begitu lama? Apa kau tidak paham?" tanya Angga mengertak Tania sampai dia terkejut.
"Bacakan dengan kuat Dara!" ucap Angga.
"Peraturan pertama bekerja menjadi pelayan adalah harus berpenampilan menarik, rapi dan bersih.
kedua : Mengurus semua tentang Tuan Angga.
Ketiga : Tidak boleh melakukan kesalahan, kelalaian atau membantah, harus sopan dan menuruti semua perintah Tuan Angga.
Ke empat : Tidak ada Bayaran alias bekerja tanpa di bayar.
Ke lima. : Tidak di izinkan keluar dari rumah tampa seijin dari tuan Angga.
"Kalau saya tidak bisa keluar, bagaimana saya melihat adik dan anak saya?" tanya Tania. Tiba-tiba dia menghentikan Dara berbicara.
"Kamu harus ijin dulu." ucap Dara memperjelas pada Tania. Tania Pun diam.
Ke enam : Selama satu bulan pertama utang si pelayan harus di bayar.
"Dari mana saya mendapat kan uang kalau saya tidak bekerja. Saya bekerja di sini Tampa bayaran" ucap Tania.
"Saya tidak mau tau, itu adalah perbuatan anda sendiri." ucap Angga. Tania terdiam.
"Saya rasa semua nya sudah jelas. Kamu bisa menandatangani nya di bawah dan mulai bekerja Besok." ucap Dara.
"Saya memiliki permintaan." ucap Tania.
"Tidak lebih dari satu permintaan." ucap Angga.
Tania menghela nafas panjang.
"Saya ingin Tuan menghapus isu itu, dan jangan pernah mengganggu Butik itu lagi. Saya yang mempunyai masalah di sini." ucap Tania.
"Baiklah Saya setuju." ucap Angga. Setelah di tanda tangani, Angga meminta dara mengurus semua nya. Di Butik Nada tiba-tiba di kasih tau kalau pesanan ada lagi. Nada mencoba melihat berita dan ternyata isu tentang Butik nya sudah hilang.
__ADS_1
"Hai semua nya pembaca novel author ini. Jangan lupa like, vote dan juga tinggal kan saran di kolom komentar.. Semoga para kakak semua suka dengan cerita ini.