
Ujian berahir hari ini. Beruntung lancar mengerjakan mengingat kemaren ingatan begitu kacau.
"refresh otak kemana nih gaes" tanya Meysa.
"renang yookkkk.... ayoook" pinta Melda.
aku dan Melan diam, tampak sedang berfikir
"gimana.... gimana... " ulang Melda yang sudah tak sabar lagi.
Padahal rencana aku mau curcol sama Melan soal kemaren. Tapi yah, ditunda deeh.
Karna Meysa dan Melda tidak mengenal Dian,jadi aku cuma janjian sama Melan. Pernah mereka berdua pengen tau yang namanya "Dian" tapi mana pernah ada kesempatan dengan kondisi dia yang di pesantren dan kondisi kami yang tidak saling baik.
Jadi aku curcol sama Melan saja. Kadang-kadang mereka berdua sebagai pendengar. Karna tidak mungkin aku mengulang cerita mulai dari awal, terlalu panjang.
"yasudah mau renang dimana" ahirnya ku keluarkan kata sepakat
"di tempat C aja, sekalian ada cafenya. Kita makan siang disana, pulang telat-telat sedikit lah"
pinta Meyke dengan cepat. Waa... ni anak satu memang paling semangat kalo ngajak kelayapan.
"kita berangkat sekarang" Melan ikut bicara
Kami berkemas dengan cepat. Kemudian berjalan meninggalkan kelas yang sudah mulai sepi. Dengan penuh semangat untuk mengakhiri hari ini.
Sesampai di depan Aula, nampak begitu ramai anak kelas 3. "deg"
Aku langsung ingat sesuatu
"sekarang pengumuman kelulusan ya? " tanya ku, aku benar-benar lupa
"iya. Tuh rame-rame" Melan menunjuk arah aula
"gaesssss" aku langsung berhenti melangkah
''kenapa?? " tanya 3M dengan kompak.
"aku melupakan sesuatu" dengan nada lirih, berharap mereka tidak akan marah.
"ada yang ketinggalan"
Meysa kembali menghampiri aku. Ahirnya kami menepi beberapa saat dan aku ceritakan pada mereka tentang kak Johan.
Kali ini aku tak akan lagi menghindar, penjelasan panjang dari Kak Jo membuat aku tidak tega untuk membuat dia terus menunggu, apalagi membuat dia terus galau dengan aku terus menghindar.
__ADS_1
Sebenarnya aku tidak perlu menunggu hari ini sih untuk memberi jawaban, karna jawaban ku akan tetap sama. Hanya saja saat itu aku masih kaget dengan sekala akal-akalan yang dia buat. Juga waktu sudah terlalu sore, tak lupa perut sudah tak berhenti menyapa "kruuucuuuukkkk"
Beruntung mereka mengerti, tapi sebelum mereka pergi aku pastikan dulu apakah kak Jo juga masih ingat dengan pertemuan yanga dia minta hari ini.
Di Aula nampak terlalu ramai, kalau aku telp juga pasti gak dengar. Aku coba mengirim pesan, lumayan lama.... belum juga dapat balasan. Harus aku Missed call berulang baru dapat balasan.
"tentu saja. Aku keluar sekarang, kamu dimana"
setelah mendapat balasan, ahirnya 3M berangkat meninggalkan aku. Sediihhh deeew ๐ญ
"Sudah dari tadi? "
tak lama kemudian kak Jo menghampiri ku, karna memang aku menunggu tak jauh dari Aula, ada gazebo di tepian taman sekolah.
"lumayan" jawab ku singkat.
"sorry, Anak-anak ribut"
"sudah pengumuman, lulus gak??? " cobalah nampak peduli sedikit, heheh๐
"menurut kamu"
dia nampak PD. Sudah pasti, dia termasuk siswa berprestasi. Beberapa kali mewakili Olimpiade, pernah sekali aku turut serta dalam kelompoknya.
"selamat yaaaa" kali ini aku ulurkan tangan untuk berjabat.
Setelah dia menjabat tangan ku juga, mulai deh isengnya
"gini aja.... peluknya mana? kiss kiss juga boleh"
Hadew, langsung deeh lepas tangan membuang muka, berdiri dan...... bersiap pergi
"kemana" dan lagi dia menarik tangan ku
"pulang" jawab ku singkat
Eh, mala dia menarik tangan ku untuk kembali duduk
"kamu yah.... kapan sih bisa meleleh??? beku terus aja"
"singkat, jelas dan padat" jawab ku kethus
Jawaban mungkin akan tetap sama selama tidak ada kelonggaran dari orang tua. Tapi namanya hati, dag dig dug itu sudah pasti. Takut salah tingkah sama gombalan dia yang terus menerus. Dan untuk kali ini dia sudah terang-terangan. Jatuh hati??? cinta monyet?? cinta dalam hati??? atau apalah
"tunggu sini sebentar aku pamitan dulu sama anak-anak"
__ADS_1
Aku hanya diam. Ku tunggu hingga beberapa saat ahirnya dia muncul lagi.
"ayook" dengan PDnya mengulurkan tangan.
Refleks aku tangkis
"kemana" tanya ku
"kencan,hehe"
Kemudian dia duduk sebentar memberi tau kalau anak-anak di Aula sebentar lagi akan keluar, pasti rame.
Tidak nyaman juga terlihat kita ngobrol berdua. Ahirnya aku ikut saja.
(maafkan ya ma, Lagi-lagi bohong. Pamit renang sama 3M, malah belok arah) permohonan maaf ku dalam hati.
Untuk pertama kalinya berboncengan motor sama orang asing, jarang naik motor juga. Pulang pergi diantar jemput mobil, sekalian jalan sama antar adek.
Gugup, bingung. Mau pegangan, di bagian belakang gak ada tempat buat pegangan.
Mungkin kak Jo melirik dari spion....aku yang nampak menoleh kanan kiri.
Aku tersentak kaget waktu Kak Jo menarik tangan ku dan meletakkannya di pinggang dia.
"cari pegangan Khan?! "
untuk kesekian kalinya, cowok pertama dan satu-satunya yang berani pegang-pegang tangan aku. Berasa gak punya takut dengan aku yang selalu pasang sikap dingin.
Tak lama kami berjalan, kak Jo berhenti di sebuah rumah makan. Tempatnya terlihat etnic.
Terang saja, di kota ini tidaklah susah untuk menemukan tempat singgah. Namanya saja Jogja.
Melihat aku yang kesusahan membuka helm, kak Jo membantu ku membuka helm. Dan pastinya wajah kami bertemu, secara jelas dan nyata.
Dia tersenyum dan "dug... dug.... dug... " jantung ku berdegup kencang maaaaaaa
Aku masih merapikan baju juga rambut, kak Jo nampaknya yang sudah berjalan lebih dulu balik lagi dan lagi-lagi menggandeng tangan ku
"ayo"
aku benar-benar hanya diam saat ini.
Bagaimana.... bagaimana ini.... kalimat apa yang akan keluar????
benar benar diluar kepala
__ADS_1