
Nahla POV
Entah keajaiban apa yang menyertai ku malam ini, bahkan aku bisa tetap tersenyum saat melambaikan tangan melepas keberangkatan kak Jo.
Padahal sebelumnya aku sudah cemas setengah mati, takut jika tidak bisa menghentikan air mata yang mengalir di tengah-tengah banyaknya manusia. Sudah pasti aku harus menanggung malu. Dan lagi di hadapan kak Dian, bisa-bisa aku habis di olok olehnya, mengingat selama ini aku yang selalu saja menjahili dia.
Tak disangka, aku masih bisa tersenyum hingga kembali memasuki kamar sepulang dari bandara. Mungkin itu karena sebuah kotak kecil yang berada di tangan ku saat ini.
Ini memang bukan pertama kalinya kak Jo memberi ku hadiah. Tapi rasanya hadiah kali ini sangatlah istimewa.
"buka kalo sudah sampe rumah ya" begitu pesan kak Jo. Jadi aku merasa bersemangat untuk kembali ke rumah dan tidak sabar membuka isi dari kotak tersebut.
Sayang waktu sudah menunjukkan lewat tengah malam saat aku sampai di rumah. Sekalipun aku sangat ini membuka kotak itu, tapi mata ku lebih butuh untuk di istirahatkan lebih dulu.
Aku memeluk kotak itu bersama ku saat tidur. Semoga saja bisa bermimpi ikut pergi bersama kak Jo.
Jika di tanya tentang perasaan ku saat ini, sudah pasti sangat tidak baik. Kehilangan sosok kakak, teman, sahabat, sekaligus musuh, itu sangat menyedihkan. Sangat langka bisa menemukan seseorang kak Jo.
Entah bagaimana kak Kayra bisa mengabaikan cinta dari kak Jo, sementara aku sendiri merasa begitu beruntung bisa menemukan seseorang seperti kak Jo.
Yah, mungkin itulah jodoh. Dan memang kak Kayra adalah jodohnya kak Dian. Tidak akan ada yang bisa memungkiri itu.
Termasuk aku, yang pernah sempat kecewa dengan kakak, sebab telah melukai perasaan kak Jo begitu dalam. Sehingga spontan terlintas memberikan ide pada kak Jo, agar mereka saling membenci.
Aku pun tak mengerti dengan perasaan ku sendiri. Aku bisa sedekat itu dengan kak Jo, bahkan mendukung dia yang terus saja mengejar kak Kayra. Padahal aku juga tau jika kak Kayra sama sekali tidak pernah mengingingkan kak Jo.
Aku dan dia adalah sebagai partner yang saling mendukung. Saling mengisi. Saling menasehati. Saling menghibur. Hingga aku merasa tak membutuhkan lagi seorang 'pacar' seperti teman-teman remaja ku yang lainnya.
Tapi berbeda lagi dengan kak Jo yang menaruh hati pada kak Kayra.
Aku dan kak Kayra memang berbeda. Kak Kayra lebih anggun, sehingga banyak di taksir oleh cowok-cowok. Tapi sayangnya kak Kayra terlalu lembek. Bahkan terkadang cenderung tidak tegas menurut ku.
Ada sebagian teman yang merasa jika aku dan kak Jo sudah seperti pacaran, menurut mereka. Tapi aku selalu menampik perkataan itu.
__ADS_1
Selama bersama ku dan selama aku kenal kak Jo, tidak pernah dia mengistimewakan perempuan seperti mengistimewakan kak Kayra.
Kak Jo selalu tau tentang aku dan aku selalu tau tentang dia. Apa mungkin karena perempuan yang di istimewakan oleh kak Jo adalah kakak ku sendiri, sehingga aku tidak pernah menaruh perasaan iri atau cemburu.
Sedangkan kak Jo, dia sering melarang ku dekat dengan si A, si B karena dia tau latar belakang masing-masing cowok tersebut. Aku anggap itu adalah bentuk perlindungan seorang kakak.
Dan seiring berjalannya waktu memang aku bisa membuktikan sendiri keburukan si A, si B tersebut. Sehingga aku merasa beruntung dan berterimakasih sebab sudah di lindungi.
Tapi malam ini, hal berbeda yang tak pernah ku bayangkan sebelumnya terjadi. Di depan kedua orang tuanya kak Jo berpesan "ma...pa... tolong jaga Nahla untuk ku". Dengan susah payah aku mencerna kalimat itu. Apa maksud dari perkataan tersebut?
Hingga menit berikutnya kak Jo mengucapkan kalimat yang membuat aku tercengang.
"maafin kakak, mungkin kakak sudah salah mengejar cinta seseorang selama ini. Hingga membuat kakak terluka begitu dalam.
Tanpa kakak sadari, bahwa sebenarnya orang yang seharusnya kakak cari adalah........k.a.m.u"
"maksud kak Jo?" aku benar-benar merasa aneh dengan apa yang di ucapkan oleh kak Jo.
"kedekatan kita selama ini kamu anggap apa?" tanya kak Jo kembali.
"semoga suatu saat kamu menyadari sesuatu itu" kata kak Jo penuh teka-teki.
Lalu dia mengeluarkan kotak kecil dari dalam salah satu tas dan memberikannya pada ku.
"buka kalo sudah sampe rumah ya" pesan kak Jo.
Hingga suara panggilan keberangkatan berbunyi, tiba-tiba saja kak Jo memeluk ku sangat erat. Mencium seluruh wajah ku dan berakhir di bibir.
"tunggu sampe aku kembali dan jangan ijinkan cowok manapun deketin kamu" ucap nya dengan senyum merekah.
Aku tau ada sesuatu yang tak biasa dan aku merasa bahagia dengan perlakuan juga ucapan kak Jo. Sekalipun aku belum tau pasti apa maksud dari semua itu.
"kakak sayang kamu" ucap nya terakhir sebelum melangkah pergi.
__ADS_1
"aaaku juuuuga saaaaayang kaaaaakak" balas ku lirih sambil melambaikan tangan. Entah kak Jo masih bisa mendengarnya atau tidak.
Detik berikutnya badan ku terasa lemas. Merasakan ada sesuatu yang hilang. Aku kembali duduk di kursi tunggu, menghirup udara dalam-dalam. Meyakinkan hati bahwasanya kak Jo pasti akan kembali. Dia hanya pergi untuk s2 nya saja.
Dengan langkah gontai aku mulai berjalan keluar dari ruang tunggu penumpang.
Aku sudah berada di sini, seharusnya aku bisa langsung mengejar kak Jo mengekorinya. Tapi ini bukanlah cerita-cerita di drama korea.
Bisa menemani kak Jo sampai di ruang tunggu penumpang saja sudah beruntung. Sehingga masih memiliki waktu hampir satu jam bersamanya sebelum keberangkatan.
Aku menundukkan kepala tersenyum pada petugas jaga yang sudah mengijinkan ku ikut masuk, yang tak lain adalah paman kak Jo. Berkat permohonan dari kak Jo dan mamanya, akhirnya aku di ijinkan untuk menemani kak Jo sampai ke ruang tunggu penumpang.
Dengan kaki terus melangkah, aku masih teringat dengan kejadian beberapa menit yang lalu. Perpisahan yang manis sekali, pikir ku.
Ditambah lagi dengan sebuah kotak ku bawa saat ini, membuat aku kembali bersemangat. Tak sabar ingin segera pulang dan membukanya. Penasaran dengan isi dari box tersebut.
Akankah memberi jawaban atas kejadian di ruang tunggu tadi?
Aku berharap itu bukanlah sebuah mimpi, yang hanya akan menghadirkan kecewa saat aku terbangun manti.
Dengan erat ku peluk kotak kecil itu. Membayangkan kembali betapa hangat dekapan kak Jo.
Betapa membuat ku terkejut semua kecupan yang mendarat di wajah ku.
Rasanya ingin selalu ku sentuh bekas kecupan itu. Dan yang pasti, semua itu membekas di hati.
____________________^_^___________________
maafkan maafkan maafkan sekali author yang suka update sesuka hati ya 😁✌️
ditambah lagi dengan adanya pekerjaan tambahan, jadi makin molor deh updatenya. 😆
ada yang sampe kaya kanebo kering nungguin update? semoga gak kebur semua ya para pembaca Kayra 😘
__ADS_1
setelah semua kembali normal, diusahakan lebih rajin up deh....biar cepet "and" juga 🥰🥰
tetap suntikan semangat nya yah gays.......LIke, koment, vote, hadiah 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏