KALAU SUDAH JODOH

KALAU SUDAH JODOH
Persiapan berlibur


__ADS_3

Libur telah tiba...


Libur telah tiba...


Horre... horre


Hati ku gembira.


Alhamdulillah, waktu yang dinanti telah tiba.


Berjalan sesuai dengan keinginan 😄


Besok kak Gilang akan datang menjemput kami.


Dan tidak ketinggalan, sahabat dari Orok nya aku si Melan juga ikut bersama.


Dia begitu antusias ketika aku kasih tau


"kawah ijen, mau donnk... mau"


"boleh ikut ya aku, ya.. ya.... "


"sudah pasti liburan ku akan sangat membosankan jika kamu pergi"


mana tega dengar celotehan dia.


Satu-satunya saudara yang seumuran dengan dia ya Dian. Tapi tau sendiri..... mana mungkin mereka liburan bersama. Yang lain usianya jauh lebih besar, juga jauh lebih kecil.


"enak ya jadi kamu Kay, ke mana-mana ada temen si adek"


terkadang dia menggerutu begitu. Ah, mana tega


"iya... iya. Kita kan satu dunia, dimana ada aku disitu ada kamu. Kita pergi sama-sama"


ada raut bahagia di wajahnya.


"besok kak Gilang pakai kereta jam 9 pagi"


ucap mama. Sepertinya di beri tahu bude lebih dulu, soalnya kak Gilang belum kasih tau aku soal jam keberangkatan.

__ADS_1


"Kira-kira Papa bisa jemput gak yah ma" tanya ku.


Karna Papa terlihat sering dirumah beberapa hari ini.


"kalian jemput sama Pak Warno saja. Papa itu sekalipun di rumah tapi ya tetep kerja" mama menjelaskan.


"eh... Papa, panjang umur"


ucap adek begitu Papa berjalan menghampiri meja makan.


"kenapa..... ada apa" tanya Papa, memasuki obrolan kami


"Papa kenapa jarang ke kantor" tanya ku ingin tahu.


"mobil Papa masuk bengkel Khan" jawab Papa.


"yah Papa... bos mah, bebas" goda ku.


Jarak dari rumah ke kantor Papa memang lumayan jauh, belum lagi pak Warno harus antar sekolah juga, kadang juga antar Mama. Dan lagi, jalan ke sekolah sama Kantor Papa tidak sejalur. Mungkin karna itu jadi Papa pilih kerja dari rumah. Mungkin juga karna kerjaan gak mendesak.


Terserah lah, urusan orang dewasa.


Keesokan harinya.... pagi-pagi adek sudah rapi.


Jam menunjukan pukul 08,45


"kakak belum ganti baju, ayoookk... berangkat" ajaknya dengan semangat


"berangkat kemana" tanya ku


"kakak ini, lupa apa lupa. Jemput Kak Gilang lah"


hhhhhhh, aku menertawai nya.


"jam 9 itu kereta keberangkatan sayang... nyampek nya masih nanti, sore.... bahkan malem mungkin"


langsung pasang muka cemberut dia


"ya.... kirain. Huwh. Padahal udah semangat juga"

__ADS_1


dia menggerutu sambil berjalan keluar dari kamar ku


tttrriing~ 📷


pengirim... Kak Gilang


rupanya sudah mulai naik kereta dia.


Kemudian aku forward ke adek kiriman foto dari kak Gilang


"📷 ni.... baru mau berangkat ni" ~send


tak lama kemudian adek masuk ke kamar ku lagi.


"kak, jadi pakek koper yang mana kakak? kok punya ku gak cukup yah.


Pinjam ransel kecil kalo gitu ya"


terus saja dia ngomong sambil pilah-pilah tas di lemari.


Nih adek bener-bener.


Kenapa gak jadi satu kamar aja sih kalo begini, apa-apa "kak" ini "kak" itu "kak"


aku masih asik membaca Novel yang aku pinjam dari perpustakaan sebelum libur kemaren.


"terserah kamu sajalah dekkkkk"


"ah kakak..... bantuin aku kemas-kemas donk" dia merengek


"semalem dibantu mama gak mau" sanggah ku


"kalo mama...nanti ini gak boleh, itu gak boleh"


dia mah suka 1lemari diboyong semua, terang aja sama mama gak boleh.


"ya sudah bawa aja dulu tas ranselnya nanti kakak ke kamar kamu. Masih asik nih, lanjut 1 bab dulu"


kemudian adek pergi dari kamar tanpa berkata-kata lagi.

__ADS_1


__ADS_2